Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Peradaban Sumeria di Irak Kuno Ciptakan Kota Pertama di Dunia dan Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Prisilia Rumengan • Senin, 7 April 2025 | 19:30 WIB

relif peradaban sumeria (credit : Jackatndy000 Wikimedia Commons CC BY-SA 4.0)
relif peradaban sumeria (credit : Jackatndy000 Wikimedia Commons CC BY-SA 4.0)

RADARPAPUA– Di tengah dataran subur antara Sungai Eufrat dan Tigris, bangsa Sumeria membangun fondasi peradaban pertama dunia sekitar tahun 4000 SM di wilayah yang kini dikenal sebagai Irak selatan.

Mereka bukan hanya menciptakan kota-kota pertama di dunia, tapi juga menghadirkan berbagai terobosan yang masih terasa dampaknya hingga kini.

Bangsa Sumeria dikenal sebagai pelopor dalam bidang pertanian, peternakan, tekstil, kerajinan kayu, dan tembikar. Namun, prestasi terbesarnya adalah penemuan roda sekitar 2500 SM yang mengubah wajah transportasi dan teknologi manusia.

Mereka juga menciptakan sistem tulisan pertama di dunia, dikenal sebagai aksara paku, yang dipakai selama ribuan tahun oleh berbagai bangsa.

Karya sastra epik seperti Gilgamesh ditulis dalam format ini, digunakan dalam catatan dagang, hukum, hingga cerita mitologi.

Dari segi sosial dan budaya, kota-kota seperti Uruk, Eridu, dan Ur menjadi pusat-pusat pemerintahan dan spiritual yang dikelilingi tembok tinggi.

Di pusatnya berdiri ziggurat, menara kuil berlapis yang menjadi inspirasi kisah Menara Babel. Setiap kota didedikasikan untuk dewa pelindung, menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumeria yang politeistik.

Lebih dari itu, mereka memiliki sistem pendidikan, sekolah, dan alat identifikasi pribadi berupa segel silinder, sebuah kemajuan administratif yang luar biasa pada masa itu.

Kota Uruk diperkirakan dihuni oleh lebih dari 40.000 jiwa, menjadikannya salah satu kota besar pertama dalam sejarah manusia.

Ilmu pengetahuan bangsa Sumeria juga sangat maju. Mereka mengembangkan sistem irigasi dari kanal dan parit untuk mengendalikan banjir serta menunjang pertanian.

Pengetahuan mereka tentang matematika, arsitektur, dan astronomi membuktikan kecanggihan mereka.

Mereka juga menemukan sistem waktu berbasis 60 detik per menit dan 60 menit per jam—struktur yang kita gunakan hingga sekarang.

Dari sisi medis, mereka menggunakan kombinasi sihir, herbalisme, dan praktik bedah. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa mereka memiliki pengetahuan anatomi yang memungkinkan praktik operasi sederhana.

Namun, daya tarik peradaban Sumeria bukan hanya karena pencapaiannya, tapi juga karena legenda yang menyelimutinya.

Salah satunya adalah kisah Oannes, makhluk setengah manusia setengah ikan yang muncul dari Teluk Persia dan dikisahkan mengajarkan ilmu, hukum, dan keterampilan pada bangsa Sumeria.

Kisah ini dikaitkan dengan teori bahwa dewa-dewa Sumeria sebenarnya adalah makhluk luar angkasa.

Astrofisikawan Carl Sagan pernah menyatakan bahwa dalam luasnya alam semesta, sangat mungkin ada spesies asing yang pernah mengunjungi Bumi.

Dalam bukunya Intelligent Life in the Universe (1966), ia menyebutkan bahwa legenda seperti Oannes patut dikaji sebagai kemungkinan kontak alien dengan peradaban awal manusia.

Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah, legenda Oannes dan kisah banjir besar dalam Kejadian Eridu yang mirip cerita Bahtera Nuh menunjukkan betapa dalamnya nilai mitologis yang membentuk cara pandang bangsa Sumeria terhadap dunia.

Peradaban ini bukan hanya batu pijakan sejarah manusia, tetapi juga pintu menuju diskusi lintas disiplin mengenai asal-usul kebijaksanaan dan peran kemungkinan kekuatan luar dalam perkembangan peradaban awal.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#kota kuno #peradaban #sumeria #ilmu pengetahuan #Kota Pertama di Dunia