RADARPAPUA - Sebuah kuil kuno peninggalan peradaban Tiwanaku ditemukan di Bolivia oleh tim ilmuwan dari Penn State dan peneliti lokal. Temuan ini memberikan gambaran baru tentang salah satu peradaban paling awal dan kuat di Andes yang pernah berjaya di sekitar Danau Titicaca.
Tiwanaku mencapai puncaknya sebelum runtuh sekitar tahun 1000 M, jauh sebelum suku Inca mendominasi wilayah Andes. Mereka dikenal meninggalkan piramida, monolit, dan kuil bertingkat di sekitar Danau Titicaca, namun wilayah kekuasaan mereka diyakini jauh lebih luas.
Kompleks kuil baru ini—disebut Palaspata—berada 130 mil di selatan situs utama Tiwanaku. Terletak di puncak bukit strategis yang menghubungkan tiga jalur dagang penting antara dataran tinggi Titicaca, dataran kering Altiplano, dan lembah pertanian Cochabamba.
Dengan teknik fotogrametri dan citra satelit, para peneliti memetakan kompleks seluas satu blok kota. Terdapat 15 ruang berbentuk segi empat yang mengelilingi halaman dalam, yang kemungkinan digunakan untuk ritual berdasarkan posisi matahari saat ekuinoks.
Puing-puing cawan keru ditemukan di permukaan kuil, menandakan adanya kegiatan minum chicha (bir jagung) saat perayaan panen. Karena jagung tidak tumbuh di dataran tinggi, ini menunjukkan pentingnya Palaspata sebagai pusat pertukaran antarwilayah.
Kuil ini diyakini berperan religius dan ekonomis. Dalam konteks Tiwanaku, transaksi politik dan ekonomi kerap dimediasi oleh kepercayaan spiritual untuk mempermudah kerja sama antar kelompok. Agama menjadi bahasa bersama dalam membangun jaringan sosial.
Penemuan ini mengejutkan warga lokal yang sebelumnya menganggap bukit itu biasa saja. Kini, Palaspata menjadi simbol warisan budaya yang tak ternilai, membuka peluang untuk pelestarian sejarah dan pengembangan wisata di wilayah Caracollo, Bolivia.(aj)