Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Paus Sperma Kerdil: Paus Mini yang Bisa Mengeluarkan Cairan Usus Saat Kaget

Richard Lawongan • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:40 WIB

Paus sperma kerdil mengeluarkan cairan usus mereka saat terkejut, mirip dengan cumi-cumi yang mengeluarkan tinta.
Paus sperma kerdil mengeluarkan cairan usus mereka saat terkejut, mirip dengan cumi-cumi yang mengeluarkan tinta.

RADARPAPUA -
Tahukah kamu? Ada jenis paus kecil bernama paus sperma kerdil. Kalau merasa terancam atau ketakutan, paus ini punya cara unik untuk melindungi diri. Mereka akan mengeluarkan cairan usus yang warnanya merah kecokelatan ke dalam air. Jadi airnya jadi keruh, dan pemangsa sulit melihat mereka. Mirip seperti cumi-cumi yang menyemprotkan tinta!

Paus sperma kerdil ini panjangnya hanya sekitar 2,7 meter, bahkan lebih kecil dari beberapa lumba-lumba. Mereka sering disangka sama dengan paus sperma kerdil lain yang mirip, namanya pygmy sperm whale. Dulu, sebelum tahun 1966, orang mengira mereka adalah satu spesies yang sama.

Hidup paus ini biasanya santai. Mereka berenang pelan dan kalau mau menyelam lebih dalam, mereka perlahan saja masuk ke air. Mereka jarang muncul dekat kapal, sehingga ilmuwan sulit mempelajari mereka.

Kalau tiba-tiba kaget, paus sperma kerdil akan menyelam cepat sambil mengeluarkan cairan ususnya. Di dalam tubuhnya memang ada kantong khusus yang isinya cairan gelap ini. Paus bisa mengeluarkan sampai 11 liter cairan, yang membuat air sekitarnya jadi gelap. Dengan begitu, mereka bisa kabur dari hiu besar atau orca yang mau menyerang.

Paus sperma kerdil juga terancam oleh jaring ikan, tabrakan dengan kapal, dan sampah di laut. Mereka bisa hidup sampai umur 22 tahun. Biasanya mereka berenang dalam kelompok kecil, paling banyak sekitar 16 ekor. Mereka suka tinggal di laut dalam dekat tepi benua (continental shelf), tempat banyak cumi, gurita, kepiting, dan ikan yang jadi makanan mereka. Untuk mencari makan, paus ini menggunakan ekolokasi, yaitu cara memantulkan suara untuk menemukan benda di sekitarnya. (*)

Editor : Richard Lawongan
#kerdil #paus #Sperma