Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Makam Perempuan Bangsawan Berusia 5.000 Tahun Ditemukan di Peru, Ada Paruh Burung Tukan dan Ubi

Richard Lawongan • Kamis, 17 Juli 2025 | 23:18 WIB

Kuil berusia 5.000 tahun ini memiliki dinding yang dihiasi dengan hiasan sulur-sulur.
Kuil berusia 5.000 tahun ini memiliki dinding yang dihiasi dengan hiasan sulur-sulur.

RADARPAPUA -
Para arkeolog di Peru menemukan makam seorang perempuan bangsawan yang sudah berusia 5.000 tahun. Ia dikuburkan bersama barang-barang mewah seperti hiasan dari paruh burung tukan, bulu burung makaw, kerang besar dari hutan Amazon, sekitar 30 buah ubi manis, dan jaring ikan.

Perempuan ini ditemukan di kota kuno bernama Áspero, dekat laut Pasifik. Tubuhnya terbungkus kain kapas, serat tumbuhan, dan tikar. Yang mengejutkan, kulit, rambut, dan kukunya masih utuh, padahal biasanya hanya tulang yang tersisa di daerah itu.

Usianya saat meninggal antara 20 sampai 35 tahun. Meski namanya tidak diketahui, para ahli yakin dia berasal dari kelompok orang penting karena benda-benda yang dikubur bersamanya.

Ia hidup pada masa peradaban Caral, salah satu peradaban tertua di Amerika. Saat itu, kota-kota besar mulai muncul dengan piramida dan kuil. Masyarakat Caral dikenal sebagai pemancing dan pedagang.

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa perempuan pada zaman itu bisa menjadi orang penting. Sebelumnya, pada tahun 2016, para arkeolog juga menemukan makam seorang perempuan bangsawan lainnya yang diberi nama “Wanita Empat Tupus,” berdasarkan hiasan berbentuk burung dan monyet yang dikubur bersamanya.

Para ahli kini masih mempelajari sisa tubuh perempuan bangsawan ini untuk mengetahui makanan, kesehatan, dan cara kematiannya. Penggalian di Áspero sudah dilakukan selama 20 tahun dan masih berlanjut. (*)

Editor : Richard Lawongan
#bangsawan #Perempuan #penemuan #peru #makam