Kurgan Sang Prajurit: Penemuan Makam Pejuang Zaman Perunggu di Azerbaijan
Prisilia Rumengan• Selasa, 22 Juli 2025 | 13:01 WIB
Gundukan Makam Prajurit Zaman Perunggu Ditemukan di Azerbaijan
RADARPAPUA - Proyek arkeologi “Excavation and Summer School-5 at Keshikchidagh” baru saja mencatat temuan luar biasa: sebuah kurgan atau gundukan pemakaman kuno dari Zaman Perunggu Tengah, berusia 3.800 tahun. Situs ini ditemukan di wilayah Yovşanlıdere, Ceyranchol, Azerbaijan, dan diduga merupakan makam seorang prajurit penting.
Kurgan—gundukan pemakaman khas budaya nomaden Eurasia—tidak hanya berfungsi sebagai kuburan, tapi juga sebagai ruang ritual yang mencerminkan kepercayaan terhadap kehidupan setelah mati, struktur sosial, dan simbolisme spiritual.
Dipimpin oleh Dr. Shamil Najafov dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Azerbaijan (ANAS), tim menggali makam berdiameter 28 meter dan tinggi 2 meter. Di dalamnya, ruang pemakaman sepanjang 6 meter dibagi menjadi tiga bagian: tempat jenazah dan senjata, tempat keramik upacara, dan ruang kosong yang diyakini memiliki makna spiritual.
Sosok yang dimakamkan diyakini sebagai prajurit elite setinggi lebih dari dua meter, dikuburkan dengan posisi setengah meringkuk. Di tangannya, ditemukan tombak perunggu bermata empat—jenis senjata yang sangat langka bahkan di seluruh wilayah Kaukasus Selatan.
Barang-barang lain yang ditemukan meliputi gelang perunggu, alat obsidian, manik-manik pasta kaca, serta 12 kendi keramik berhias inlay putih. Tulang-tulang hewan seperti kambing, kuda, sapi, dan babi hutan juga ditemukan, diduga sebagai persembahan makanan dalam ritus penguburan.
Di atas makam, 14 batu kapur raksasa (masing-masing seberat 1 ton), patung batu berbentuk banteng, dan segel melingkar dari batu kapur mengindikasikan keberadaan sistem simbolik dan administratif yang kompleks di masa itu.
Penemuan ini tak hanya mengubah peta arkeologi Azerbaijan, tapi juga memperkuat posisi wilayah ini dalam kajian peradaban kuno Eurasia. Kajian ilmiah lanjutan—termasuk uji karbon, isotop, dan metalurgi—sedang dipersiapkan untuk publikasi internasional, bersamaan dengan monograf lengkap tentang "Kurgan Keshikchidagh".(aj)