Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Situs Pemakaman Manusia Purba Berusia 100.000 Tahun Ditemukan di Israel

Richard Lawongan • Jumat, 25 Juli 2025 | 12:03 WIB

Kelelawar buah mencicit di dalam Gua Tinshemet, tempat para arkeolog sedang menggali salah satu situs pemakaman tertua di dunia yang diketahui, berusia 100.000 tahun, dekat Shoam, Israel
Kelelawar buah mencicit di dalam Gua Tinshemet, tempat para arkeolog sedang menggali salah satu situs pemakaman tertua di dunia yang diketahui, berusia 100.000 tahun, dekat Shoam, Israel

RADARPAPUA - Para arkeolog meyakini bahwa mereka telah menemukan salah satu situs pemakaman manusia tertua di dunia di sebuah gua di Israel tengah, tepatnya di Tinshemet Cave. Di sana, lima kerangka manusia purba yang berusia sekitar 100.000 tahun ditemukan dalam kondisi sangat terawat, terkubur dalam lubang khusus dengan posisi tubuh menyamping menyerupai posisi janin. Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai awal mula praktik pemakaman dan kepercayaan spiritual nenek moyang manusia.

Kerangka-kerangka ini tidak berdiri sendiri. Di sekelilingnya ditemukan batu basal, pecahan hewan, fragmen oker merah, hingga manik-manik dan benda-benda yang tampaknya tidak memiliki kegunaan praktis sehari-hari. Para peneliti menduga benda-benda ini adalah bagian dari ritual penghormatan terhadap orang yang telah wafat. Beberapa benda bahkan berasal dari ratusan kilometer jauhnya, menunjukkan adanya jaringan pertukaran atau mobilitas yang luar biasa pada masa itu.

Menurut Profesor Yossi Zaidner dari Hebrew University, ini adalah bukti pertama dari perilaku simbolik manusia purba yang begitu kompleks. Tindakan pemakaman ini, katanya, adalah “inovasi revolusioner” bagi spesies manusia, sebuah langkah awal menuju pemahaman tentang kematian, spiritualitas, dan kehidupan setelah mati.

Ekskavasi di Tinshemet yang dimulai sejak 2016 dilakukan secara hati-hati dengan alat-alat halus layaknya peralatan gigi. Lokasi ini sangat penting karena iklim lokal serta keberadaan abu dari api purba membantu mengawetkan tulang dan benda-benda dengan luar biasa baik. Salah satu kerangka bahkan ditemukan dengan jari-jari tangan yang masih saling terjalin, menunjukkan betapa cermat pemakamannya dilakukan.

Profesor Christian Tryon dari Smithsonian Institution, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan bahwa temuan ini memperkuat bukti dari dua situs serupa di Israel utara—Skhul dan Qafzeh—namun kali ini dengan dokumentasi yang jauh lebih rinci dan metode ilmiah yang lebih modern. Situs Tinshemet memungkinkan kita melihat pola pemakaman yang mulai menguat selama periode Paleolitik Tengah.

Situs ini juga penting karena terletak di wilayah pertemuan antara Homo sapiens dari Afrika dan Neanderthal dari Eropa. Belum diketahui pasti apakah kerangka-kerangka yang ditemukan termasuk Neanderthal, Homo sapiens, atau bahkan populasi hibrida. Namun kehadiran praktik seperti pemakaman, penggunaan oker sebagai pewarna, dan potensi perhiasan awal menandakan bahwa pada masa ini, manusia mulai mengekspresikan identitas kelompok dan batas sosial.

Bagi Profesor Israel Hershkovitz dari Tel Aviv University, praktik pemakaman di zaman purba juga dapat dimaknai sebagai klaim teritorial. Seperti halnya saat ini, tanah di mana leluhur dimakamkan memiliki makna mendalam dan menjadi bagian dari identitas komunitas.

Ekskavasi di Tinshemet akan terus berlanjut selama bertahun-tahun ke depan, dan para ilmuwan berharap situs ini akan terus membuka jendela menuju pemahaman tentang kehidupan—dan kematian—manusia di masa paling awal sejarah kita.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#Pemakaman purba #Israel #arkeologi #manusia purba