Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Kota Terkubur 6.000 Tahun di Bawah Laut Cuba: Rahasia Bawah Samudra Yang Masih Jadi Misteri

Prisilia Rumengan • Minggu, 10 Agustus 2025 | 16:06 WIB
Images showing remnants of an ancient civilization.
Images showing remnants of an ancient civilization.

RADARPAPUA - Penemuan sonar dari ekspedisi Kanada–Cuba mengungkap struktur batu masif di dasar laut dekat Semenanjung Guanahacabibes yang menyerupai formasi piramida dan bangunan geometris lainnya. 

Menurut laporan, struktur-struktur tersebut bisa jadi lebih tua dari Piramida Mesir, diperkirakan berumur lebih dari 6.000 tahun.

Ukuran beberapa blok batu ini sangat besar, mencapai panjang sekitar 10 kaki, dan tampak disusun dengan presisi secara teratur. 

Paulina Zelitsky, salah satu penemu, menyebut struktur itu “mudah terlihat seperti pusat kota besar”, meski menekankan bahwa mereka belum punya bukti definitif apa pun. 

Namun, kedalaman situs—sekitar 650–750 meter—menimbulkan skeptisisme, karena butuh antara 50.000 tahun untuk tenggelam sedalam itu menurut analisis tektonik.  EnhancedThe Sun

Geolog Manuel Iturralde menyatakan struktur itu “sangat aneh” dan mungkin merupakan fenomena alam, meski bentuknya memicu banyak spekulasi manusia. 

Baca Juga: Mengintip Kehidupan Aardvark yang Menyendiri dan Rajin Menggali

Michael Faught, ahli arkeologi bawah laut, menganggap bahwa jika benar buatan manusia, ini akan jadi penemuan yang sangat maju untuk zamannya—“out of time and out of place.” 

Setelah deteksi awal menggunakan sonar, ekspedisi dan penelitian lanjutan tidak pernah berjalan karena kendala pendanaan dan regulasi oleh pemerintah Cuba. 

Situs ini sering dibandingkan dengan monumen bawah air seperti Yonaguni di Jepang yang juga kontroversial antara alami atau buatan manusia.

Sementara banyak yang membayangkan ini sebagai Atlantis versi karibia, penemu sendiri menolak klaim tersebut dan menyebut koneksi itu sebagai “mitos”. 

Baca Juga: Dari Kejayaan Justinian ke Derita Batu: Keabadian Gereja Triconch Tertua di Montenegro

(AR)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#LostCity #StrukturBawahLaut #ArkeologiBawahLaut #CubaTersembunyi #MisteriArkeologi