RADARPAPUA - Samsung resmi menghentikan dukungan pembaruan perangkat lunak untuk lini Galaxy S21 Series setelah lima tahun masa layanan. Artinya, Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra tidak lagi menerima patch keamanan maupun pembaruan sistem operasi Android mulai tahun ini.
Ketiga perangkat tersebut pertama kali diluncurkan pada Januari 2021 sebagai jajaran flagship andalan Samsung. Saat peluncuran, perusahaan menjanjikan empat kali pembaruan Android utama serta lima tahun pembaruan keamanan. Kini, komitmen tersebut telah dipenuhi sepenuhnya.
Seorang perwakilan Samsung yang dihubungi media menjelaskan bahwa penghentian dukungan ini sudah sesuai dengan siklus produk. “Setiap perangkat memiliki periode dukungan tertentu. Galaxy S21 Series telah menyelesaikan seluruh jadwal update yang dijanjikan, baik Android maupun patch keamanan,” ujarnya.
Keputusan ini membuat pengguna perlu lebih waspada. Tanpa pembaruan keamanan, ponsel berpotensi lebih rentan terhadap ancaman siber, malware, hingga kebocoran data pribadi. Pakar teknologi mobile, Andika Pratama, menilai risiko keamanan menjadi alasan utama pengguna mempertimbangkan upgrade.
“Patch keamanan itu penting untuk menutup celah sistem. Kalau sudah tidak ada update, perangkat lama akan makin mudah disusupi. Untuk penggunaan harian seperti mobile banking atau transaksi digital, sebaiknya memakai ponsel yang masih didukung,” jelas Andika.
Meski demikian, Galaxy S21 Series masih dapat digunakan secara normal. Namun, tidak ada lagi jaminan perlindungan jangka panjang. Beberapa aplikasi baru di masa depan juga berpotensi tidak kompatibel dengan sistem operasi lama.
Samsung sendiri kini menerapkan kebijakan dukungan software yang lebih panjang pada generasi terbaru. Untuk lini flagship terkini, perusahaan menjanjikan hingga tujuh tahun pembaruan Android dan keamanan. Kebijakan ini mulai diterapkan pada seri Galaxy S24 dan berlanjut ke Galaxy S25 Series.
Menurut pengamat gadget, seri Galaxy S25, Galaxy S25 Plus, dan Galaxy S25 Ultra menjadi opsi paling logis bagi pengguna lama yang ingin tetap berada di ekosistem Samsung. Selain performa lebih tinggi, perangkat terbaru tersebut membawa peningkatan kamera, baterai, serta jaminan update yang jauh lebih lama.
“Kalau melihat siklusnya, sekarang momentum tepat untuk upgrade. Biasanya harga flagship lama akan turun saat generasi baru datang. Jadi konsumen bisa dapat spesifikasi tinggi dengan harga lebih hemat,” tambahnya.
Dengan berakhirnya dukungan ini, Galaxy S21 resmi memasuki masa pensiun sebagai perangkat utama. Bagi pengguna yang mengutamakan keamanan data dan performa, beralih ke ponsel generasi baru menjadi langkah yang semakin relevan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan