RADARPAPUA - Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, diperkirakan akan menaikkan harga ponsel terbarunya, Galaxy S26. Jika benar, ini akan menjadi kenaikan harga pertama sejak tahun 2023.
Kenaikan harga ini diduga terjadi karena harga chip memori di seluruh dunia sedang naik. Hal ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang membutuhkan chip lebih canggih dan mahal.
Samsung berencana mengadakan acara besar bernama Galaxy Unpacked 2026 pada 25 Februari 2026 di San Francisco, Amerika Serikat. Dalam acara itu, Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Galaxy S26 sebagai ponsel andalan (flagship) terbarunya.
Sejak Galaxy S23 dirilis, Samsung tidak menaikkan harga model utamanya. Namun sekarang, karena biaya pembuatan komponen semakin mahal, harga Galaxy S26 kemungkinan akan ikut naik.
Menurut sumber industri, model Galaxy S26 dengan penyimpanan 256 GB bisa naik sekitar 99.000 won (sekitar Rp1,1 juta) dari harga awal 1,15 juta won (sekitar Rp13,4 juta).
Seorang pejabat industri mengatakan bahwa ponsel dengan kemampuan AI membutuhkan chip yang lebih kuat. Karena itulah, kenaikan harga mungkin tidak bisa dihindari.
Meski begitu, Samsung masih akan mempertimbangkan harga yang dirasa wajar oleh pembeli dan juga melihat harga dari merek pesaing sebelum menentukan harga akhirnya. (*)
Editor : Richard Lawongan