RADARPAPUA - Samsung dikabarkan akan segera menghentikan produksi ponsel lipat terbarunya, Galaxy Z TriFold, hanya dalam waktu sekitar tiga bulan sejak pertama kali diluncurkan.
Informasi ini muncul dari laporan terbaru di Korea Selatan yang menyebutkan bahwa penjualan perangkat tersebut di pasar domestik akan berakhir pada 17 Maret.
Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Galaxy Z TriFold digadang-gadang sebagai inovasi besar Samsung dalam dunia smartphone lipat dengan desain tiga layar atau lipatan ganda.
Namun, berdasarkan keterangan sumber industri, produksi perangkat ini memang sejak awal dilakukan dalam jumlah yang sangat terbatas.
“Unit yang diproduksi sangat sedikit dan lebih bersifat eksperimental,” ungkap salah satu sumber yang mengetahui strategi internal Samsung.
Ia menambahkan bahwa setiap kali stok tersedia, perangkat tersebut langsung habis terjual dalam waktu singkat, bukan karena permintaan yang sangat tinggi, tetapi lebih karena jumlahnya yang minim di pasar.
Untuk pasar Korea Selatan, Samsung disebut telah menetapkan tanggal penghentian penjualan secara resmi. Sementara itu, di Amerika Serikat, penjualan Galaxy Z TriFold masih akan terus berlangsung, namun hanya sampai seluruh stok yang ada habis terjual.
Dengan volume produksi yang rendah, para analis memperkirakan perangkat ini tidak akan bertahan lama di pasar global.
Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi terkait strategi Samsung. Sejumlah pengamat teknologi menilai bahwa Galaxy Z TriFold lebih menyerupai produk uji coba atau prototipe yang dipasarkan secara terbatas untuk menguji respons pasar dan kesiapan teknologi.
“Langkah ini menunjukkan bahwa Samsung masih dalam tahap eksplorasi untuk desain ponsel lipat multi-engsel. Ini belum benar-benar produk massal,” ujar seorang analis industri gadget.
Meski demikian, kehadiran Galaxy Z TriFold tetap dianggap sebagai langkah penting dalam evolusi teknologi smartphone, khususnya dalam kategori ponsel lipat.
Banyak pihak berharap Samsung akan menghadirkan versi lanjutan yang lebih matang, baik dari sisi desain, daya tahan, maupun ketersediaan di pasar.
Kemungkinan hadirnya generasi berikutnya, yang sementara disebut sebagai Galaxy Z TriFold 2, juga mulai ramai diperbincangkan.
Versi terbaru ini diharapkan tidak lagi sekadar menjadi eksperimen, melainkan benar-benar siap bersaing sebagai produk unggulan di pasar global.
Dengan penghentian produksi yang relatif cepat, Galaxy Z TriFold kini lebih dikenang sebagai simbol inovasi awal daripada produk komersial yang matang. Namun, langkah ini bisa menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi ponsel lipat di masa depan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan