alexametrics
27.7 C
Jayapura
Thursday, 19 May 2022

Terungkap, Yayasan Az Zikra Ternyata Tolak Reuni 212 Digelar di Masjid

RADARPAPUA.ID–Reuni 212 di Masjid Az Zikra, Bogor ternyata ditolak Yayasan Az Zikra.  Hal tersebut disampaikan melalui surat Nomor 112/YAZ/SK/XII/2021 yang dikeluarkan langsung oleh Ketua Yayasan Az Zikra, H Khotib Kholil pada, Rabu (1/12).

Surat tersebut ditujukan kepada ketua panitia penyelenggara reuni Akbar 212, H Eka Jaya, sebagai surat balasan atas permohonan izin tempat kepada Az Zikra pada 29 November 2021.

“Atas permintaan dari keluarga (Ummi Yuni Al Waly) ibunda dari almarhum Muhammad Ameer Azzikra, serta hasil musyawarah bersama antara Dewan Syariah, Dewan Pembina dan Dewan Pengawas Yayasan Az Zikra, maka diputuskan untuk sementara waktu Majelis Az Zikra tidak menerima kegiatan apapun yang diadakan oleh pihak eksternal,” kata Khotib Kholil.

Dia juga mengatakan, pihak panitia 212 menerima dengan keputusan Yayasan Az Zikra tersebut.

“Kita bukan tidak ingin, tapi menghargai murobbi yang berduka. Kita juga sudah bicara dengan panitianya, mereka menerima dan mencari alternatif tempat lain,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Reuni Alumni 212, Eka Jaya menjelaskan kegiatan dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat dan Masjid Az-zikra, Sentul, Bogor.

Baca Juga :  Bila Reuni 212 Kacau, Tentara Turun Tangan, Jenderal Dudung: Yang Serang Saya

Hal tersebut ditetapkan berdasarkan saran dan masukan dari tokoh agama dan ulama. Aksi reuni 212 yang bertajuk “Aksi Superdamai” di Patung Kuda rencananya dilakukan pada pagi hari, mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Sementara untuk di Masjid Az-zikra, Sentul, Bogor akan dilaksanakan acara “Silaturahmi dan Dialog 100 Tokoh,” mulai pukul 12.30-15.30 WIB.

Seperti diketahui aksi 212 merupakan aksi unjuk rasa dari umat Islam yang digerakkan oleh Habib Rizieq Shihab pada 2 Desember 2016 untuk menegakkan hukum terhadap penista agama.

Kala itu massa aksi 212 menuntut agar Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar dipenjarakan karena menistakan Alquran yang merupakan kitab suci umat Islam.

Setelah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi dipenjarakan, aksi 212 akhirnya rutin diselenggarakan setiap tanggal 2 Desember. Alasannya sebagai momen untuk mengingat persatuan umat islam di Indonesia. (cek/pojokbogor)

RADARPAPUA.ID–Reuni 212 di Masjid Az Zikra, Bogor ternyata ditolak Yayasan Az Zikra.  Hal tersebut disampaikan melalui surat Nomor 112/YAZ/SK/XII/2021 yang dikeluarkan langsung oleh Ketua Yayasan Az Zikra, H Khotib Kholil pada, Rabu (1/12).

Surat tersebut ditujukan kepada ketua panitia penyelenggara reuni Akbar 212, H Eka Jaya, sebagai surat balasan atas permohonan izin tempat kepada Az Zikra pada 29 November 2021.

“Atas permintaan dari keluarga (Ummi Yuni Al Waly) ibunda dari almarhum Muhammad Ameer Azzikra, serta hasil musyawarah bersama antara Dewan Syariah, Dewan Pembina dan Dewan Pengawas Yayasan Az Zikra, maka diputuskan untuk sementara waktu Majelis Az Zikra tidak menerima kegiatan apapun yang diadakan oleh pihak eksternal,” kata Khotib Kholil.

Dia juga mengatakan, pihak panitia 212 menerima dengan keputusan Yayasan Az Zikra tersebut.

“Kita bukan tidak ingin, tapi menghargai murobbi yang berduka. Kita juga sudah bicara dengan panitianya, mereka menerima dan mencari alternatif tempat lain,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Reuni Alumni 212, Eka Jaya menjelaskan kegiatan dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat dan Masjid Az-zikra, Sentul, Bogor.

Baca Juga :  Bursa Calon Pangkostrad, Ada Nama Menantu Luhut Binsar Panjaitan, Ini Sosoknya

Hal tersebut ditetapkan berdasarkan saran dan masukan dari tokoh agama dan ulama. Aksi reuni 212 yang bertajuk “Aksi Superdamai” di Patung Kuda rencananya dilakukan pada pagi hari, mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Sementara untuk di Masjid Az-zikra, Sentul, Bogor akan dilaksanakan acara “Silaturahmi dan Dialog 100 Tokoh,” mulai pukul 12.30-15.30 WIB.

Seperti diketahui aksi 212 merupakan aksi unjuk rasa dari umat Islam yang digerakkan oleh Habib Rizieq Shihab pada 2 Desember 2016 untuk menegakkan hukum terhadap penista agama.

Kala itu massa aksi 212 menuntut agar Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar dipenjarakan karena menistakan Alquran yang merupakan kitab suci umat Islam.

Setelah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi dipenjarakan, aksi 212 akhirnya rutin diselenggarakan setiap tanggal 2 Desember. Alasannya sebagai momen untuk mengingat persatuan umat islam di Indonesia. (cek/pojokbogor)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/