alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

GERAM! Sekjen PBNU Ultimatum Admin Twitter Nahdlatululama, Tak Serahkan Akun

RADARPAPUA.ID–Cuitan dalam Akun Twitter @nahdlatululama menuai sorotan. Pasalnya, cuitannya yang dianggap tidak pantas.

Dilansir dari Pojoksatu.id, salah satunya seperti saat akun @dpp_pkb mengucapkan selamat harlah dan mendoakan proses pengukuhan PBNU.

Akun Twitter @nahdlatululama malah bercuit dengan menyebut ‘besok-besok jangan telat ngucapinnya’.

Cuitan nyeleneh itu juga ditanggapi pemilik akun @naufilist. Akun tersebut menilai, cuitan akun Twitter bercentang biru itu jauh dari biasanya.

“Diksi admin @nahdlatululama periode sebelumnya resmi & serius. Sekarang kok kocak? Pasti admin baru hasil bursa transfer dari @NUgarislucu nih.” tulisnya.

Cuitan itu lantas dibalas akun @nahdlatululama dengan cukup nyeleneh juga. “Karena pengurus periode sekarang serius-serius. Jadi kami harus mengimbangi,” balas akun @nahdlatululama.

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf pun geram dengan ulah akun Twitter @nahdlatululama itu.

Sosok yang akrab disapa Gus Ipul ini menyatakan, sudah mencari admin akun tersebut namun tak ada yang mengaku. Karena itu, Gus Ipul langsung mengeluarkan ultimatum.

Baca Juga :  Tuai Dukungan, Puan Maharani Trending di Twitter

“Saya minta dalam waktu 1×24 jam, admin harus ke PBNU dan menemui pengurus baru untuk segera menyerahkan akun ini,” tegasnya, Selasa (1/2/2022).

Ia mengungkap, pengurus baru PBNU sebelumnya masih menoleransi. Tapi akun dimaksud masih terus bercuit-cuit nyeleneh.

Bahkan, Gus Ipul menyebut cuitan akun Twitter @nahdlatululama cenderung mengadu domba.

“Belakangan cuitan-cuitannya tidak mencerminkan kaidah yang benar. Bahkan cenderung mengadudomba. Guyonannya tidak tepat cenderung menyakiti,” kecamnya.

Dia juga mengungkap bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari netizen dan lembaga-lembaga yang tak nyaman dengan cuitan akun Twitter @nahdlatululama.

“Karenanya saya minta kepada admin akun @nahdlatululama untuk segera menyerahkan ke kami. Jika dalam waktu 1×24 jam tidak diserahkan maka kami akan lapor polisi,” tegasnya. (ruh/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID–Cuitan dalam Akun Twitter @nahdlatululama menuai sorotan. Pasalnya, cuitannya yang dianggap tidak pantas.

Dilansir dari Pojoksatu.id, salah satunya seperti saat akun @dpp_pkb mengucapkan selamat harlah dan mendoakan proses pengukuhan PBNU.

Akun Twitter @nahdlatululama malah bercuit dengan menyebut ‘besok-besok jangan telat ngucapinnya’.

Cuitan nyeleneh itu juga ditanggapi pemilik akun @naufilist. Akun tersebut menilai, cuitan akun Twitter bercentang biru itu jauh dari biasanya.

“Diksi admin @nahdlatululama periode sebelumnya resmi & serius. Sekarang kok kocak? Pasti admin baru hasil bursa transfer dari @NUgarislucu nih.” tulisnya.

Cuitan itu lantas dibalas akun @nahdlatululama dengan cukup nyeleneh juga. “Karena pengurus periode sekarang serius-serius. Jadi kami harus mengimbangi,” balas akun @nahdlatululama.

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf pun geram dengan ulah akun Twitter @nahdlatululama itu.

Sosok yang akrab disapa Gus Ipul ini menyatakan, sudah mencari admin akun tersebut namun tak ada yang mengaku. Karena itu, Gus Ipul langsung mengeluarkan ultimatum.

Baca Juga :  Mendag: Acara Side Event G20 Harus Tingkatkan Citra Positif Indonesia

“Saya minta dalam waktu 1×24 jam, admin harus ke PBNU dan menemui pengurus baru untuk segera menyerahkan akun ini,” tegasnya, Selasa (1/2/2022).

Ia mengungkap, pengurus baru PBNU sebelumnya masih menoleransi. Tapi akun dimaksud masih terus bercuit-cuit nyeleneh.

Bahkan, Gus Ipul menyebut cuitan akun Twitter @nahdlatululama cenderung mengadu domba.

“Belakangan cuitan-cuitannya tidak mencerminkan kaidah yang benar. Bahkan cenderung mengadudomba. Guyonannya tidak tepat cenderung menyakiti,” kecamnya.

Dia juga mengungkap bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari netizen dan lembaga-lembaga yang tak nyaman dengan cuitan akun Twitter @nahdlatululama.

“Karenanya saya minta kepada admin akun @nahdlatululama untuk segera menyerahkan ke kami. Jika dalam waktu 1×24 jam tidak diserahkan maka kami akan lapor polisi,” tegasnya. (ruh/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/