alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, 18 August 2022

Berkelakuan Baik, Polisi Eks Napi Korupsi Raden Brotoseno tak Dipecat, tapi…

RADARPAPUA.ID – Mabes Polri memastikan, AKBP Raden Brotoseno tidak dipecat dari Polri kendati berstatus mantan narapidana korupsi.

 

Sebaliknya, AKBP Raden Brotoseno yang mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu malah diamanati tugas baru.

 

Saat ini, AKBP Raden Brotoseno bertugas di Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Polri.

 

Hal itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (2/5/2022).

 

“Dia sekarang diperbantukan di DivTIK Polri,” ungkap Ramadhan.

 

Akan tetapi, Ramadhan memastikan bahwa AKBP Raden Brotoseno tidak lagi menjadi penyidik tapi hanya bertugas sebagai staf biasa.

 

Kendati demikian, Ramadhan juga tak menjelaskan secara detail sejak kapan Brotoseno resmi kembali ke Polri.

 

Ramadhan hanya mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai eks penyidik KPK.

 

“Sejak kapan? Belum tahu. Nanti saja,” kata Ramadhan.

 

Sementara, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menyatakan, AKBP Raden Brotoseno hanya dikenai sanksi demosi dengan dipindatugaskan jabatan.

 

Hal itu seseuai dengan hasil sidang kode etik profesi.

 

Ferdy Sambo mengatakan, sidang Komisi Kode Etik Profesi mempertimbangkan beberapa hal terkait sanksi ‘ringan’ itu.

 

Di antaranya, Brotoseno telah menjalani masa hukuman tiga tahun tiga bulan.

 

Adapun putusan Pengadilan Negeri Tipikor memvonis Brotoseno lima tahun karena berkelakuan baik selama menjalani hukuman di Lapas.

 

Selain itu, AKBP Raden Brotoseno juga menerima keputusan Sidang KKEP dimaksud dan tidak mengajukan banding.

 

“Adanya pernyataan atasan AKBP R. Brotoseno dapat dipertahankan menjadi anggota Polri dengan berbagai pertimbangan prestasi dan perilaku selama berdinas di kepolisian,” kata Ferdy Sambo.

 

Untuk diketahui, AKBP Raden Brotoseno dinyatakan bersalah dan divonis lima tahun penjara dan denda Rp300 juta atas kasus korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat.

 

Raden Brotoseno pun menjalani masa penahanan sejak 2017 lalu dan bebas bersyarat sejak Februari 2020 serta bebas murni pada akhir September 2020.

 

AKBP Raden Brotoseno bebas lebih cepat karena mendapat program pembebasan bersyarat dan menerima remisi 13 bulan 25 hari.

 

Di tempat lain, oknum anggota kepolisian Polres Pulau Buru, Maluku berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Evan Tuharea, dipecat dari kepolisian, lantaran mengawini dua wanita.

 

Bripka Evan Tuharea dipecat dengan tidak hormat dari jabatan Bintara Sat Sabhara.

 

Dia diduga menjalin hubungan dengan wanita lain dan telah menikah sejak 3 Mei 2019.

 

Pemecatan tersebut sesuai dengan keputusan Kapolda Maluku Nomor: KEP/170/V/2022, tanggal 12 Mei 2022 tentang pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas Polri atas Nama Evan Tuharea, Bripka NRP 83101222 jabatan Bintara Sat Sabhara Polres P. Buru TMT 02 JUNI 2022.

 

Bripka Evan melanggar Pasal 11 huruf C Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

 

Kapolresta Pulau Buru AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja menegaskan, semua anggota Polri tetap harus menjaga etika dan tetap berada pada jalur sesuai koridor hukum yang berlaku.

 

“Kita harus sadar dan bersyukur bahwasanya banyak orang di luar sana yang menginginkan masuk menjadi anggota Polri,” katanya saat upacara pemecatan, Rabu, 1 Juni 2022.

 

Ia berharap, kejadian ini sebagai pelajaran buat semua anggota Polri, dan semoga tidak ada lagi pelaksanaan upacara seperti ini.

 

“Semoga upacara PTDH ini tidak ada lagi terhadap anggota Polres Pulau Buru,” ujarnya pula.

 

Hal itu disampaikan Kapolresta saat menyampaikan amanatnya dalam pelaksanaan upacara PTDH dari dinas Polri kepada satu personel Polres Pulau Buru itu, di Lapangan Mapolres Pulau Buru, sejak Selasa.

 

Bripka Evan Tuharea NRP 83101222 jabatan BA Sat Samapta Polres Pulau Buru telah menikah secara agama Islam pada sejak 31 Juli 2006 dan kedinasan Polri pada 16 Juli 2010 dan telah dikaruniai satu anak laki-laki.(jpnn/ruh/dhe/fin/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID – Mabes Polri memastikan, AKBP Raden Brotoseno tidak dipecat dari Polri kendati berstatus mantan narapidana korupsi.

 

Sebaliknya, AKBP Raden Brotoseno yang mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu malah diamanati tugas baru.

 

Saat ini, AKBP Raden Brotoseno bertugas di Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Polri.

 

Hal itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (2/5/2022).

 

“Dia sekarang diperbantukan di DivTIK Polri,” ungkap Ramadhan.

 

Akan tetapi, Ramadhan memastikan bahwa AKBP Raden Brotoseno tidak lagi menjadi penyidik tapi hanya bertugas sebagai staf biasa.

 

Kendati demikian, Ramadhan juga tak menjelaskan secara detail sejak kapan Brotoseno resmi kembali ke Polri.

 

Ramadhan hanya mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai eks penyidik KPK.

 

“Sejak kapan? Belum tahu. Nanti saja,” kata Ramadhan.

 

Sementara, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menyatakan, AKBP Raden Brotoseno hanya dikenai sanksi demosi dengan dipindatugaskan jabatan.

 

Hal itu seseuai dengan hasil sidang kode etik profesi.

 

Ferdy Sambo mengatakan, sidang Komisi Kode Etik Profesi mempertimbangkan beberapa hal terkait sanksi ‘ringan’ itu.

 

Di antaranya, Brotoseno telah menjalani masa hukuman tiga tahun tiga bulan.

 

Adapun putusan Pengadilan Negeri Tipikor memvonis Brotoseno lima tahun karena berkelakuan baik selama menjalani hukuman di Lapas.

 

Selain itu, AKBP Raden Brotoseno juga menerima keputusan Sidang KKEP dimaksud dan tidak mengajukan banding.

 

“Adanya pernyataan atasan AKBP R. Brotoseno dapat dipertahankan menjadi anggota Polri dengan berbagai pertimbangan prestasi dan perilaku selama berdinas di kepolisian,” kata Ferdy Sambo.

 

Untuk diketahui, AKBP Raden Brotoseno dinyatakan bersalah dan divonis lima tahun penjara dan denda Rp300 juta atas kasus korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat.

 

Raden Brotoseno pun menjalani masa penahanan sejak 2017 lalu dan bebas bersyarat sejak Februari 2020 serta bebas murni pada akhir September 2020.

 

AKBP Raden Brotoseno bebas lebih cepat karena mendapat program pembebasan bersyarat dan menerima remisi 13 bulan 25 hari.

 

Di tempat lain, oknum anggota kepolisian Polres Pulau Buru, Maluku berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Evan Tuharea, dipecat dari kepolisian, lantaran mengawini dua wanita.

 

Bripka Evan Tuharea dipecat dengan tidak hormat dari jabatan Bintara Sat Sabhara.

 

Dia diduga menjalin hubungan dengan wanita lain dan telah menikah sejak 3 Mei 2019.

 

Pemecatan tersebut sesuai dengan keputusan Kapolda Maluku Nomor: KEP/170/V/2022, tanggal 12 Mei 2022 tentang pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas Polri atas Nama Evan Tuharea, Bripka NRP 83101222 jabatan Bintara Sat Sabhara Polres P. Buru TMT 02 JUNI 2022.

 

Bripka Evan melanggar Pasal 11 huruf C Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

 

Kapolresta Pulau Buru AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja menegaskan, semua anggota Polri tetap harus menjaga etika dan tetap berada pada jalur sesuai koridor hukum yang berlaku.

 

“Kita harus sadar dan bersyukur bahwasanya banyak orang di luar sana yang menginginkan masuk menjadi anggota Polri,” katanya saat upacara pemecatan, Rabu, 1 Juni 2022.

 

Ia berharap, kejadian ini sebagai pelajaran buat semua anggota Polri, dan semoga tidak ada lagi pelaksanaan upacara seperti ini.

 

“Semoga upacara PTDH ini tidak ada lagi terhadap anggota Polres Pulau Buru,” ujarnya pula.

 

Hal itu disampaikan Kapolresta saat menyampaikan amanatnya dalam pelaksanaan upacara PTDH dari dinas Polri kepada satu personel Polres Pulau Buru itu, di Lapangan Mapolres Pulau Buru, sejak Selasa.

 

Bripka Evan Tuharea NRP 83101222 jabatan BA Sat Samapta Polres Pulau Buru telah menikah secara agama Islam pada sejak 31 Juli 2006 dan kedinasan Polri pada 16 Juli 2010 dan telah dikaruniai satu anak laki-laki.(jpnn/ruh/dhe/fin/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/