alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, 18 August 2022

Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh Tak Hanya Seremonial, Ini Pandangan…

RADARPAPUA.ID–Pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo Subianto disorot banyak kalangan. Teka terkecuali para apakr dan pengamat politik dalam negeri ini. Salah satunya Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) A Khoirul Umam.

Umum menganggap pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo Subianto upaya menghadapi kontestasi Pemilu 2024. Artinya, penjajakan koalisi menuju Pilpres 2024 akan makin intensif.

“Pertemuan kedua hari ini jelas bukan pertemuan seremonial. Besar kemungkinan terkait penjajakan koalisi menuju 2024,” ungkap Umam, Kamis (26).

Meski demikian, Umam menilai potensi koalisi Nasdem dan Gerindra relatif kecil. Kedua pemimpin partai itu memiliki cara pandang dan model pendekatan yang jauh berbeda dalam landasan berpolitik.

Dari awal, lanjut Umam, basis politik kebangsaan oleh Pak Surya Paloh dan Pak Prabowo itu cukup berbeda. Saya pikir pelajaran dari Pilpres 2019, salah satu elemen penggunaan eksploitasi politik identitas yang begitu akut dan menciptakan polarisasi yang demikian luar biasa.

“Sedangkan kita tahu, posisi dari Pak Paloh cukup jelas untuk menentang praktik-praktik politik semacam itu,” ujarnya.

Sementara, peneliti dari Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro memaknai kunjungan Prabowo ke kantor pusat NasDem selain sebagai bentuk safari politik, sekaligus mencari calon wakil presiden yang bisa berkontribusi jelang Pemilu 2024.

Apalagi, lanjut Bawono, NasDem akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang salah satu agendanya menyerap usulan kandidat capres/cawpres dari kader NasDem di daerah.

Pada Rakernas 15-17 Juni mendatang, NasDem akan menyerahkan tiga nama calon presiden ke Surya Paloh. Harapannya, Prabowo bisa mendapat wakil dari situ. Terkait peluang pasangan Prabowo-Puan seperti yang banyak disebut elite PDIP, menurut Umam, masih cukup kompetitif. “Saya pikir Prabowo-Puan menjadi opsi yang cukup baik,” ujarnya.

Sejumlah nama mengemuka disebut-sebut akan berpasangan sebagai Capres dan Cawapres di Pemilu 2024. Gerindra sudah mantap akan mencalonkan lagi Prabowo Subianto. Sementara PDIP masih menunggu perkembangan.

“Tahapan pemilu cukup lama, setelah itu baru kita kristalkan seluruh konsepsi kerja sama untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu.

Ada dua nama yang beredar, yaitu Puan Maharani an Ganjar Pranowo. Berdasarkan data survei Indikator Politik Indonesia, baik Puan maupun Ganjar elektabilitasnya masih di bawah 80 persen(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo Subianto disorot banyak kalangan. Teka terkecuali para apakr dan pengamat politik dalam negeri ini. Salah satunya Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) A Khoirul Umam.

Umum menganggap pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo Subianto upaya menghadapi kontestasi Pemilu 2024. Artinya, penjajakan koalisi menuju Pilpres 2024 akan makin intensif.

“Pertemuan kedua hari ini jelas bukan pertemuan seremonial. Besar kemungkinan terkait penjajakan koalisi menuju 2024,” ungkap Umam, Kamis (26).

Meski demikian, Umam menilai potensi koalisi Nasdem dan Gerindra relatif kecil. Kedua pemimpin partai itu memiliki cara pandang dan model pendekatan yang jauh berbeda dalam landasan berpolitik.

Dari awal, lanjut Umam, basis politik kebangsaan oleh Pak Surya Paloh dan Pak Prabowo itu cukup berbeda. Saya pikir pelajaran dari Pilpres 2019, salah satu elemen penggunaan eksploitasi politik identitas yang begitu akut dan menciptakan polarisasi yang demikian luar biasa.

“Sedangkan kita tahu, posisi dari Pak Paloh cukup jelas untuk menentang praktik-praktik politik semacam itu,” ujarnya.

Sementara, peneliti dari Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro memaknai kunjungan Prabowo ke kantor pusat NasDem selain sebagai bentuk safari politik, sekaligus mencari calon wakil presiden yang bisa berkontribusi jelang Pemilu 2024.

Apalagi, lanjut Bawono, NasDem akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang salah satu agendanya menyerap usulan kandidat capres/cawpres dari kader NasDem di daerah.

Pada Rakernas 15-17 Juni mendatang, NasDem akan menyerahkan tiga nama calon presiden ke Surya Paloh. Harapannya, Prabowo bisa mendapat wakil dari situ. Terkait peluang pasangan Prabowo-Puan seperti yang banyak disebut elite PDIP, menurut Umam, masih cukup kompetitif. “Saya pikir Prabowo-Puan menjadi opsi yang cukup baik,” ujarnya.

Sejumlah nama mengemuka disebut-sebut akan berpasangan sebagai Capres dan Cawapres di Pemilu 2024. Gerindra sudah mantap akan mencalonkan lagi Prabowo Subianto. Sementara PDIP masih menunggu perkembangan.

“Tahapan pemilu cukup lama, setelah itu baru kita kristalkan seluruh konsepsi kerja sama untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu.

Ada dua nama yang beredar, yaitu Puan Maharani an Ganjar Pranowo. Berdasarkan data survei Indikator Politik Indonesia, baik Puan maupun Ganjar elektabilitasnya masih di bawah 80 persen(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/