alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Koar-koar Ahok Disebut Karena Incar Kursi Erick Thohir, Pengamat Sarankan…

RADARPAPUA.ID–Basuki Tjahja  Purnama alias Ahok disarankan sebaiknya mundur dari kursi Komisaris Utama Pertamina daripada terus-terusan koar-koar.

Menurut pengamat politik Satyo Purwanto, koar-koar Ahok di You Tube adalah tindakan overlapping dan patut dicurigai memiliki agenda tersembunyi. Ahok lebih baik ‘lempar handuk’.

Semua statement Ahok yang disampaikan di luar mekanisme kewenangan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, adalah tindakan overlapping dan patut dicurigai memiliki agenda tersembunyi.

Muncul juga spekulasi bahwa Ahok sedang mengincar kursi yang lebih tinggi dari jabatan sekarang yaitu Menteri BUMN.

Satyo Purwanto mengatakan, semua statement Ahok yang disampaikan di luar mekanisme kewenangan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina adalah tindakan overlaping dan patut dicurigai memiliki agenda tersembunyi.

“Jika Ahok tidak setuju dengan kebijakan pemerintah sebagai pemegang saham di Pertamina persero dan aksi korporasi tidak sesuai dengan keinginannya, maka daripada memberikan manfaat yang kontraproduktif dengan pemerintah, Ahok lebih baik lempar handuk dari Komut,” ujar Satyo, Jumat (3/12).

Baca Juga :  YAKIN? Kader PDIP, Ahok Disebut Tak Bisa jadi Kepala Otorita IKN karena...

Satyo menganggap, pernyataan Ahok melampaui kewenangan yang dimiliki. Sebagai seorang komisaris, semestinya Ahok juga bertindak layaknya orang pemerintah di Pertamina.

Tidak malah mereduksi rencana yang sudah dibuat ke khalayak umum. Satyo menduga, ada dua kemungkinan dari manuver Ahok melalui pernyataannya.

Pertama, kemungkinan adanya rivalitas terkait opsi aksi korporasi dalam menentukan akuisisi perusahaan mobil listrik dan baterai mobil listrik.

“Kemungkinan yang kedua adalah mungkin saja dia (Ahok) sedang mengincar posisi Menteri BUMN, sebab pernyataannya bertujuan mengubah kebijakan terkesan posisinya sebagai regulator bukan operator,” pungkas Satyo. (ral/rmol/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID–Basuki Tjahja  Purnama alias Ahok disarankan sebaiknya mundur dari kursi Komisaris Utama Pertamina daripada terus-terusan koar-koar.

Menurut pengamat politik Satyo Purwanto, koar-koar Ahok di You Tube adalah tindakan overlapping dan patut dicurigai memiliki agenda tersembunyi. Ahok lebih baik ‘lempar handuk’.

Semua statement Ahok yang disampaikan di luar mekanisme kewenangan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, adalah tindakan overlapping dan patut dicurigai memiliki agenda tersembunyi.

Muncul juga spekulasi bahwa Ahok sedang mengincar kursi yang lebih tinggi dari jabatan sekarang yaitu Menteri BUMN.

Satyo Purwanto mengatakan, semua statement Ahok yang disampaikan di luar mekanisme kewenangan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina adalah tindakan overlaping dan patut dicurigai memiliki agenda tersembunyi.

“Jika Ahok tidak setuju dengan kebijakan pemerintah sebagai pemegang saham di Pertamina persero dan aksi korporasi tidak sesuai dengan keinginannya, maka daripada memberikan manfaat yang kontraproduktif dengan pemerintah, Ahok lebih baik lempar handuk dari Komut,” ujar Satyo, Jumat (3/12).

Baca Juga :  Menko Airlangga: Kopi Salah Satu Komoditas Penting Perkebunan Indonesia

Satyo menganggap, pernyataan Ahok melampaui kewenangan yang dimiliki. Sebagai seorang komisaris, semestinya Ahok juga bertindak layaknya orang pemerintah di Pertamina.

Tidak malah mereduksi rencana yang sudah dibuat ke khalayak umum. Satyo menduga, ada dua kemungkinan dari manuver Ahok melalui pernyataannya.

Pertama, kemungkinan adanya rivalitas terkait opsi aksi korporasi dalam menentukan akuisisi perusahaan mobil listrik dan baterai mobil listrik.

“Kemungkinan yang kedua adalah mungkin saja dia (Ahok) sedang mengincar posisi Menteri BUMN, sebab pernyataannya bertujuan mengubah kebijakan terkesan posisinya sebagai regulator bukan operator,” pungkas Satyo. (ral/rmol/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/