alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Rizal Ramli Kritik Keras BBM Naik: Rezim Paling Brutal tidak Mempunyai Hati

RADARPAPUA.ID – Mantan Menteri Kordinator Bidang Martim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengkritik keras kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

 

Ia menyebutkan rezim yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang sangat brutal tidak memiliki hati dan empati.

 

Pasalnya, menaikkan harga BBM dan kebutuhan bahan pokok lainnya tanpa memikirkan kondisi ekonomi masyarakat.

 

“Rezim sekarang ini paling brutal menaikkan harga-harga dan tarif yang memberatkan masyarakat,” tulis Rizal Ramli diakun Twitternya dikutip Pojoksatu.id, Senin (4/4/2022).

 

“Pemerintah tidak mempunyai hati dan rasa empatinya kepasa rakyat,” sambungnya.

 

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite hingga gas LPG 3 kilogram.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui usai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jumat (1/4).

 

“Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik),” ujarnya.

Baca Juga :  TELAK! Mustofa Minta Ferdinand Diproses Nistakan Agama, Eko Kuntadhi Sindir...

 

“Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” sambungnya.

 

Menko Luhut mengatakan pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut.

 

Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

 

Kondisi yang ada pun, lanjut Luhut, akan menyebabkan harga BBM harus dinaikkan.

 

Begitu pula dengan harga LPG 3 kg. Namun, penyesuaian harga akan dilakukan bertahap.

 

Luhut juga memaastikan jatah subsidi untuk rakyat kecil juga dipastikan tidak akan dihilangkan.

 

“Semua akan naik, nggak ada yang nggak akan naik itu. Jadi hanya bertahap kita lakukan,” ucap Luhut.

 

“Tapi untuk disubsidi, masih tetap yang untuk rakyat kecil, seperti misalnya LPG 3 kg dari 2007 tidak naik harganya kan tidak fair,” imbuhnya.(pojoksatu)

RADARPAPUA.ID – Mantan Menteri Kordinator Bidang Martim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengkritik keras kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

 

Ia menyebutkan rezim yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang sangat brutal tidak memiliki hati dan empati.

 

Pasalnya, menaikkan harga BBM dan kebutuhan bahan pokok lainnya tanpa memikirkan kondisi ekonomi masyarakat.

 

“Rezim sekarang ini paling brutal menaikkan harga-harga dan tarif yang memberatkan masyarakat,” tulis Rizal Ramli diakun Twitternya dikutip Pojoksatu.id, Senin (4/4/2022).

 

“Pemerintah tidak mempunyai hati dan rasa empatinya kepasa rakyat,” sambungnya.

 

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite hingga gas LPG 3 kilogram.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui usai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jumat (1/4).

 

“Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik),” ujarnya.

Baca Juga :  SINDIR TERUS! Rizal Ramli: Jokowi Tidak Punya Nyali Pecat Menteri yang KKN

 

“Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” sambungnya.

 

Menko Luhut mengatakan pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut.

 

Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

 

Kondisi yang ada pun, lanjut Luhut, akan menyebabkan harga BBM harus dinaikkan.

 

Begitu pula dengan harga LPG 3 kg. Namun, penyesuaian harga akan dilakukan bertahap.

 

Luhut juga memaastikan jatah subsidi untuk rakyat kecil juga dipastikan tidak akan dihilangkan.

 

“Semua akan naik, nggak ada yang nggak akan naik itu. Jadi hanya bertahap kita lakukan,” ucap Luhut.

 

“Tapi untuk disubsidi, masih tetap yang untuk rakyat kecil, seperti misalnya LPG 3 kg dari 2007 tidak naik harganya kan tidak fair,” imbuhnya.(pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/