alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, 26 May 2022

BAHAYA! RS Mulai Penuh, Anak-anak Paling Rentan Terhadap Varian Omicron

RADARPAPUA.ID–Keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Ocupancy Rate) naik menjadi hampir 14 persen pasca libur Natal dan Tahun Baru menurut data Satgas Covid-19. Jika dibandingkan dengan gelombang varian Delta saat kasus aktif hingga 650 ribu kasus sudah membuat rumah sakit kewalahan, lalu bagaimana dengan gelombang Omicron?

Saat kasus aktif sudah hampir mencapai 150 ribu orang pada Jumat (4/2), namun kapasitas RS masih memadai atau terkendali. Apa alasannya? Ternyata kuncinya pada cakupan vaksinasi yang sudah semakin tinggi saat ini. Beda kondisinya saat Delta menyerang dan cakupan vaksin masih rendah.

“Kenapa BOR tetap terkendali di saat kasus aktif sudah 100 ribuan? BOR cenderung masih stabil saat gelombang Omicron, berbeda dengan Delta. Sekali lagi, ini bukan karena varian Omicron lemah atau ringan, tetapi karena imunitas masyarakat sudah vaksin. Ya, kita jangan tunggu BOR sampai tinggi. Kasus aktif itu banyak sekali tak bisa dihindari ya,” kata epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman kepada JawaPos.com, Jumat (5/2).

Berdasar itu, Dicky meminta pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat akselerasi vaksin booster. Terutama pada lansia dan komorbid. Selain itu, segera melengkapi vaksin pada anak hingga 2 dosis. “Itu karena mereka dominan menjadi penghuni dari RS itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Ada Transaksi Mencurigakan Dalam Penanganan Covid-19, Sedang Didalami KPK

“Dan ada hal harus dipahami. Kalau RS kita belum penuh atau di bawah BOR standar, bukan berarti situasi masih terkendali, bukan berarti tak serius di masyarakat. Itu akan bergantung karakter masyarakat Indonesia,” katanya.

Anak-Anak Paling Terancam

Dicky menjelaskan sekalipun BOR tampak terkendali, namun pada gelombang Omicron kali ini justru kelompok paling rentan adalah anak-anak. Mengapa? Sebab anak di bawah 6 tahun belum bisa mendapatkan vaksin. Anak usia 6-11 tahun juga sebagian besar belum vaksin atau baru 1 dosis. Dan anak di atas usia 12-18 tahun bisa jadi vaksinnya sudah kedaluarsa.

“Maka, meski BOR untuk orang dewasa cenderung stabil, tetapi kalau anak-anak sudah sakit, itu sudah cukup membuat BOR kewalahan. Pasalnya, fasilitas ruang rawat inap anak itu sangat terbatas. Ruang NICU PICU itu sedikit. BOR untuk anak sudah cukup mengancam,” kata Dicky.

RADARPAPUA.ID–Keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Ocupancy Rate) naik menjadi hampir 14 persen pasca libur Natal dan Tahun Baru menurut data Satgas Covid-19. Jika dibandingkan dengan gelombang varian Delta saat kasus aktif hingga 650 ribu kasus sudah membuat rumah sakit kewalahan, lalu bagaimana dengan gelombang Omicron?

Saat kasus aktif sudah hampir mencapai 150 ribu orang pada Jumat (4/2), namun kapasitas RS masih memadai atau terkendali. Apa alasannya? Ternyata kuncinya pada cakupan vaksinasi yang sudah semakin tinggi saat ini. Beda kondisinya saat Delta menyerang dan cakupan vaksin masih rendah.

“Kenapa BOR tetap terkendali di saat kasus aktif sudah 100 ribuan? BOR cenderung masih stabil saat gelombang Omicron, berbeda dengan Delta. Sekali lagi, ini bukan karena varian Omicron lemah atau ringan, tetapi karena imunitas masyarakat sudah vaksin. Ya, kita jangan tunggu BOR sampai tinggi. Kasus aktif itu banyak sekali tak bisa dihindari ya,” kata epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman kepada JawaPos.com, Jumat (5/2).

Berdasar itu, Dicky meminta pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat akselerasi vaksin booster. Terutama pada lansia dan komorbid. Selain itu, segera melengkapi vaksin pada anak hingga 2 dosis. “Itu karena mereka dominan menjadi penghuni dari RS itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Kembali Umumkan Dua Varian Covid Terbaru, WHO: Lanjutkan Pakai Masker

“Dan ada hal harus dipahami. Kalau RS kita belum penuh atau di bawah BOR standar, bukan berarti situasi masih terkendali, bukan berarti tak serius di masyarakat. Itu akan bergantung karakter masyarakat Indonesia,” katanya.

Anak-Anak Paling Terancam

Dicky menjelaskan sekalipun BOR tampak terkendali, namun pada gelombang Omicron kali ini justru kelompok paling rentan adalah anak-anak. Mengapa? Sebab anak di bawah 6 tahun belum bisa mendapatkan vaksin. Anak usia 6-11 tahun juga sebagian besar belum vaksin atau baru 1 dosis. Dan anak di atas usia 12-18 tahun bisa jadi vaksinnya sudah kedaluarsa.

“Maka, meski BOR untuk orang dewasa cenderung stabil, tetapi kalau anak-anak sudah sakit, itu sudah cukup membuat BOR kewalahan. Pasalnya, fasilitas ruang rawat inap anak itu sangat terbatas. Ruang NICU PICU itu sedikit. BOR untuk anak sudah cukup mengancam,” kata Dicky.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/