alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Dua Sosok Penting Jika Pasangan Anies-AHY Terwujud, Kemenangan Sudah di Depan

RADARPAPUA.ID – Pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diyakini bisa mengulangi kemenangan SBY-JK.

Dilansir dari Pojoksatu.id, ada sederet keuntungan jika Anies Baswedan berduet dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024 mendatang.

Itu tidak lain adalah duet Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Wapres Jusuf Kalla. Sebab, SBY-JK adalah dua sosok yang berada di belakang AHY dan Anies.

Nah, SBY-JK ini pula yang bisa menjadi kekuatan besar yang tentu saja memberikan keuntungan bagi duet Anies-AHY.

“Dibalik duet Anies-AHY, ada dua tokoh politik besar yang bisa menjadi joined forces, yakni SBY-JK,” ungkap Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam, Jumat (4/2/2022).

Bukan tanpa alasan Khoirul meyakini sosok SBY-JK akan turun langsung menopang duet Anies-AHY.

“AHY adalah anak biologis dan ideologis SBY sedangkan JK adalah mentor politik Anies Baswedan,” ujar dia.

Khoirul juga menyingung sikap Anies Baswedan yang dinilainya cukup tegas terhadap politik. Sebab sampai saat ini, Anies tidak memutuskan bergabung dengan parpol manapun.

Baca Juga :  Habib Bahar Ditahan Polisi, Pengacara: Luar Biasa Ya

Jika terus demikian, maka besa kemungkinan deklarasi dukungan dari parpol akan membanjiri pasangan Anies-AHY.

“Selama Anies tidak mendeklarasikan diri masuk ke partai politik, maka Anies bisa menjadi pemersatu bagi partai-partai pengusungnya,” ulasnya.

Partai Demokrat, kata Khoirul, juga bisa menjadi magnet bagi parpol lain untuk menarik dukungan di garis ideologi nasionalis dan ideologi politik Islam. “Mereka akan merapat untuk mendapatkan efek ekor jas (coattail effect),” yakin Khoirul.

Efek ekor jas itu, sambungnya, akan terbentuk jika partai politik pengusung capres-cawapres memiliki chemistry dan paradigma yang sama. “Sehingga tidak ada kegamangan yang menjadi sumber split ticket voting,” jelasnya.

Karena itu, jika duet Anies-AHY benar-benar digarap serius, bukan tidak mungkin kemenangan Pilpres 2024 ada di tangan.

“Jika duet ini digarap dengan baik, bisa saja duet Anies-AHY mengulang kemenangan SBY-JK sebagaimana terjadi di Pemilu 2004 lalu,” tandasnya. (ruh/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID – Pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diyakini bisa mengulangi kemenangan SBY-JK.

Dilansir dari Pojoksatu.id, ada sederet keuntungan jika Anies Baswedan berduet dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024 mendatang.

Itu tidak lain adalah duet Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Wapres Jusuf Kalla. Sebab, SBY-JK adalah dua sosok yang berada di belakang AHY dan Anies.

Nah, SBY-JK ini pula yang bisa menjadi kekuatan besar yang tentu saja memberikan keuntungan bagi duet Anies-AHY.

“Dibalik duet Anies-AHY, ada dua tokoh politik besar yang bisa menjadi joined forces, yakni SBY-JK,” ungkap Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam, Jumat (4/2/2022).

Bukan tanpa alasan Khoirul meyakini sosok SBY-JK akan turun langsung menopang duet Anies-AHY.

“AHY adalah anak biologis dan ideologis SBY sedangkan JK adalah mentor politik Anies Baswedan,” ujar dia.

Khoirul juga menyingung sikap Anies Baswedan yang dinilainya cukup tegas terhadap politik. Sebab sampai saat ini, Anies tidak memutuskan bergabung dengan parpol manapun.

Baca Juga :  MULAI TERANG-TERANGAN! Jusuf Kalla Kritik Proyek Kebangaan Jokowi IKN

Jika terus demikian, maka besa kemungkinan deklarasi dukungan dari parpol akan membanjiri pasangan Anies-AHY.

“Selama Anies tidak mendeklarasikan diri masuk ke partai politik, maka Anies bisa menjadi pemersatu bagi partai-partai pengusungnya,” ulasnya.

Partai Demokrat, kata Khoirul, juga bisa menjadi magnet bagi parpol lain untuk menarik dukungan di garis ideologi nasionalis dan ideologi politik Islam. “Mereka akan merapat untuk mendapatkan efek ekor jas (coattail effect),” yakin Khoirul.

Efek ekor jas itu, sambungnya, akan terbentuk jika partai politik pengusung capres-cawapres memiliki chemistry dan paradigma yang sama. “Sehingga tidak ada kegamangan yang menjadi sumber split ticket voting,” jelasnya.

Karena itu, jika duet Anies-AHY benar-benar digarap serius, bukan tidak mungkin kemenangan Pilpres 2024 ada di tangan.

“Jika duet ini digarap dengan baik, bisa saja duet Anies-AHY mengulang kemenangan SBY-JK sebagaimana terjadi di Pemilu 2004 lalu,” tandasnya. (ruh/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/