alexametrics
25.7 C
Jayapura
Monday, 16 May 2022

Incar Rumah Terintegrasi Layanan Transportasi Umum, Generasi Milenial Dominasi

RADARPAPUA.ID- Pemulihan properti mulai terlihat di awal tahun ini. Tercermin dari penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan yang positif di kuartal I 2022. Permintaan dari kalangan milenial turut meningkat.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi AS Aturridha menuturkan, sepanjang kuartal I 2022, pihaknya mencatatkan kontribusi pertumbuhan KPR menyumbang 48 persen dari total kredit konsumer. Penyaluran tersebut didominasi nasabah yang berstatus sebagai employee (pegawai). “Rata-rata ticket size Mandiri KPR berada pada kisaran di bawah Rp 600 juta,” terang Rudi kepada Jawa Pos.

Pandemi Covid-19, lanjut dia, menarik minat pegawai/pekerja milenial berusia 21-35 tahun untuk membeli properti. Tercatat, pencairan kredit pemilikan rumah kelompok tersebut mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Untuk prospek ke depan, program KPR milenial diharapkan akan semakin populer. Target di 2022 mencapai Rp 4 triliun.

Angka tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat, secara demografi masyarakat milenial merupakan komposisi terbesar penduduk Indonesia. “Untuk memastikan kualitas kredit dari kalangan ini tetap bagus, maka dilakukan mitigasi berupa pemilihan target market khususnya untuk milenial yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah wholesale Bank Mandiri beserta value chain-nya,” jelas Rudi.

Baca Juga :  Jenderal Dudung: Jangan Berpikir Membunuh, KKB Tak Harus Diperangi

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 248,57 triliun di tiga bulan pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, KPR subsidi mendominasi dengan nilai Rp 134,04 triliun. Angka itu terkerek 9,01 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp 122,96 triliun. Sedangkan, KPR non subsidi tumbuh 5,16 persen menjadi Rp 84,28 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menyebutkan, segmen milenial menjadi salah satu pendorong laju pertumbuhan kredit perseroan. “Dari total pencairan kredit perumahan, 90,19 persen penyaluran mengalir ke milenial,” ujarnya.

Menurut dia, milenial menginginkan rumah yang dekat atau terintegrasi dengan layanan transportasi umum. Memiliki fasilitas olah raga jogging track, dan kolam renang. Memiliki ketersediaan klinik, apotek, pusat perbelanjaan, dan taman.

Lokasi perumahan mayoritas di pinggir atau batas kota. “Harga rumahnya berkisar dari Rp 200 juta hingga Rp 400 juta. Untuk kriteria umur debitur KPR milenial BTN mulai dari 21 tahun hingga 40 tahun,” tuturnya.(han/bil/dio/jawapos)

RADARPAPUA.ID- Pemulihan properti mulai terlihat di awal tahun ini. Tercermin dari penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan yang positif di kuartal I 2022. Permintaan dari kalangan milenial turut meningkat.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi AS Aturridha menuturkan, sepanjang kuartal I 2022, pihaknya mencatatkan kontribusi pertumbuhan KPR menyumbang 48 persen dari total kredit konsumer. Penyaluran tersebut didominasi nasabah yang berstatus sebagai employee (pegawai). “Rata-rata ticket size Mandiri KPR berada pada kisaran di bawah Rp 600 juta,” terang Rudi kepada Jawa Pos.

Pandemi Covid-19, lanjut dia, menarik minat pegawai/pekerja milenial berusia 21-35 tahun untuk membeli properti. Tercatat, pencairan kredit pemilikan rumah kelompok tersebut mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Untuk prospek ke depan, program KPR milenial diharapkan akan semakin populer. Target di 2022 mencapai Rp 4 triliun.

Angka tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat, secara demografi masyarakat milenial merupakan komposisi terbesar penduduk Indonesia. “Untuk memastikan kualitas kredit dari kalangan ini tetap bagus, maka dilakukan mitigasi berupa pemilihan target market khususnya untuk milenial yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah wholesale Bank Mandiri beserta value chain-nya,” jelas Rudi.

Baca Juga :  Pak Ahok Tahu Gak Yah? Data BPK, Pertamina Belum Setor Pajak BBM, Nilainya...

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 248,57 triliun di tiga bulan pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, KPR subsidi mendominasi dengan nilai Rp 134,04 triliun. Angka itu terkerek 9,01 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp 122,96 triliun. Sedangkan, KPR non subsidi tumbuh 5,16 persen menjadi Rp 84,28 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menyebutkan, segmen milenial menjadi salah satu pendorong laju pertumbuhan kredit perseroan. “Dari total pencairan kredit perumahan, 90,19 persen penyaluran mengalir ke milenial,” ujarnya.

Menurut dia, milenial menginginkan rumah yang dekat atau terintegrasi dengan layanan transportasi umum. Memiliki fasilitas olah raga jogging track, dan kolam renang. Memiliki ketersediaan klinik, apotek, pusat perbelanjaan, dan taman.

Lokasi perumahan mayoritas di pinggir atau batas kota. “Harga rumahnya berkisar dari Rp 200 juta hingga Rp 400 juta. Untuk kriteria umur debitur KPR milenial BTN mulai dari 21 tahun hingga 40 tahun,” tuturnya.(han/bil/dio/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/