alexametrics
31.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Susah Dapat Pekerjaan, Pria Ini Malah Pilih Jadi Joki Vaksin

RADARPAPUA.ID–Kasus joki vaksin di Semarang bukanlah yang pertama. Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Pelakunya Abdul Rahim, warga Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat diperiksa polisi, Abdul mengaku sudah tiga bulan menjadi joki vaksin. Selama rentang waktu tersebut, ada 15 orang yang memanfaatkan jasa Abdul. Bayaran yang diterima bervariasi, mulai Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu per orang.

“Dia jadi joki untuk memenuhi kebutuhan karena tak ada pekerjaan,” terang Kasatreskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi, seperti dilansir FAJAR.

Abdul mengaku sudah 17 kali menerima suntikan vaksin. Ada dosis pertama dan kedua, ada juga yang dosis pertama saja. Namun, Deki tidak menjelaskan mengapa petugas vaksinasi tidak mengetahui jika Abdul bukanlah orang yang wajahnya terdapat dalam KTP.

Baca Juga :  Anak Dokter di AS Tetap Tertular Covid Omicron, Padahal Sudah Terima Tiga Dosis

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pinrang Dyah Puspita Dewi menjelaskan, Dinkes Sulsel telah mengambil sampel darah dan urine Abdul Rahim. Namun, menurut Dewi, hasil pemeriksaan hanya bisa dibaca atau diketahui oleh tim pemeriksa yang ditugaskan.

Yang pasti, Abdul kini terancam dibui setahun. Karena ancamannya hanya satu tahun, Abdul tidak ditahan. Dia hanya dikenai wajib lapor.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Kasus joki vaksin di Semarang bukanlah yang pertama. Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Pelakunya Abdul Rahim, warga Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat diperiksa polisi, Abdul mengaku sudah tiga bulan menjadi joki vaksin. Selama rentang waktu tersebut, ada 15 orang yang memanfaatkan jasa Abdul. Bayaran yang diterima bervariasi, mulai Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu per orang.

“Dia jadi joki untuk memenuhi kebutuhan karena tak ada pekerjaan,” terang Kasatreskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi, seperti dilansir FAJAR.

Abdul mengaku sudah 17 kali menerima suntikan vaksin. Ada dosis pertama dan kedua, ada juga yang dosis pertama saja. Namun, Deki tidak menjelaskan mengapa petugas vaksinasi tidak mengetahui jika Abdul bukanlah orang yang wajahnya terdapat dalam KTP.

Baca Juga :  BIKIN MALU KAPOLRI! Polisi Diciduk Pesta Terlarang Bersama Lima Teman

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pinrang Dyah Puspita Dewi menjelaskan, Dinkes Sulsel telah mengambil sampel darah dan urine Abdul Rahim. Namun, menurut Dewi, hasil pemeriksaan hanya bisa dibaca atau diketahui oleh tim pemeriksa yang ditugaskan.

Yang pasti, Abdul kini terancam dibui setahun. Karena ancamannya hanya satu tahun, Abdul tidak ditahan. Dia hanya dikenai wajib lapor.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/