alexametrics
31.7 C
Jayapura
Wednesday, 10 August 2022

Partai India Hina Nabi Muhammad, PKS Jengkel, Bawa-bawa Jokowi

RADARPAPUA.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu meminta Presiden Jokowi mengambil tindakan terkait juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) India, Nupur Sharma, yang menghina Nabi Muhammad SAW.

 

“Presiden harus responsif bertindak tegas karena umat Islam Indonesia terluka dengan penghinaan ini,” kata Ahmad dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

 

Ia meminta Presiden Jokowi memanggil Kedutaan Besar (Kedubes) India terkait penghinaan Nabi Muhammad SAW itu.

 

“Memanggil Duta Besar India. Presiden Joko Widodo harus ajukan protes keras kepada pemerintah India,” tegasnya.

 

Ahmad Syaikhu mengatakan, pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan tegas agar hal serupa tidak terulang lagi.

 

“Sikap ini perlu diketengahkan karena umat Islam Indonesia juga termasuk yang terluka dengan penghinaan ini,” ujarnya.

 

Menurutnya, tidak alasan yang bisa dipakai untuk menutupi penghinaan kepada Nabi Muhammad.

 

“Dengan alasan kebebasan bicara atau memang justru tindakan Islamophobia yang disuburkan,” tuturnya.

 

Ahmad Syaikhu menilai pernyataan jubir dari partai Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi itu telah menyakiti umat muslim di dunia.

 

“Para pejabat politik di India harus sadar hinaan ini telah melukai seluruh umat Islam di dunia, seluruhnya tanpa kecuali,” tandasnya.

 

Ia mengatakan, PBB sudah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai Hari Anti Islamobia Internasional, tapi kenapa orang Indonesia masih menghina Nabi Muhammad.

 

“Tindakan tersebut jelas-jelas merupakan ujaran dan tindakan kebencian kepada umat Islam atau islamophobia,” tegas Ahmad Syaikhu.(muf/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu meminta Presiden Jokowi mengambil tindakan terkait juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) India, Nupur Sharma, yang menghina Nabi Muhammad SAW.

 

“Presiden harus responsif bertindak tegas karena umat Islam Indonesia terluka dengan penghinaan ini,” kata Ahmad dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

 

Ia meminta Presiden Jokowi memanggil Kedutaan Besar (Kedubes) India terkait penghinaan Nabi Muhammad SAW itu.

 

“Memanggil Duta Besar India. Presiden Joko Widodo harus ajukan protes keras kepada pemerintah India,” tegasnya.

 

Ahmad Syaikhu mengatakan, pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan tegas agar hal serupa tidak terulang lagi.

 

“Sikap ini perlu diketengahkan karena umat Islam Indonesia juga termasuk yang terluka dengan penghinaan ini,” ujarnya.

 

Menurutnya, tidak alasan yang bisa dipakai untuk menutupi penghinaan kepada Nabi Muhammad.

 

“Dengan alasan kebebasan bicara atau memang justru tindakan Islamophobia yang disuburkan,” tuturnya.

 

Ahmad Syaikhu menilai pernyataan jubir dari partai Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi itu telah menyakiti umat muslim di dunia.

 

“Para pejabat politik di India harus sadar hinaan ini telah melukai seluruh umat Islam di dunia, seluruhnya tanpa kecuali,” tandasnya.

 

Ia mengatakan, PBB sudah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai Hari Anti Islamobia Internasional, tapi kenapa orang Indonesia masih menghina Nabi Muhammad.

 

“Tindakan tersebut jelas-jelas merupakan ujaran dan tindakan kebencian kepada umat Islam atau islamophobia,” tegas Ahmad Syaikhu.(muf/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/