alexametrics
25.7 C
Jayapura
Wednesday, 25 May 2022

Pesan Jenderal Dudung Bagi Habib Bahar dan Rizieq Shihab, Berbuat Baik

RADARPAPUA.ID–KSAD Jenderal Dudung Abdurachman  melakukan pertemuan dengan beberapa Pemimpin Redaksi Media, Senin (7/2).

Dilansir dari Pojoksatu.id, salah satu yang dibahas adalah Habib Bahar Smith dan Habib Rizieq (HRS)

“Coba kalau Habib Smith itu nggak usah ngomong macam-macam, sudah lah. Rizieq juga, pulang dari sana, sudah nggak usah macam-macam. Berbuat yang baik, nggak usah ngata-ngatain,” kata Jenderal Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat.

Jenderal Dudung juga menyinggung persoalan baliho Habib Rizieq yang pernah dia turunkan saat menjabat Pangdam Jaya beberapa tahun lalu. Jenderal Dudung melihat ada ujaran-ujaran kebencian dari Habib Rizieq Shihab.

“Tidak serta merta baliho itu kita turunkan. Saya sudah melihat latar belakang, sejarahnya bagaimana Rizieq Shihab itu meberikan ujaran-ujaran kebencian, bahkan mengatakan pimpinan negara kita yang tidak bagus,” katanya.

“Saya lihat kok kenapa nggak ada yang berani ya?” ujar Dudung.

Menurut Jenderal Dudung, apa yang terjadi pada diri kita identik dengan apa yang kita perbuat pada orang lain.

“Sudah, jadi apa yang terjadi dalam diri kita itu sebenarnya identik dengan apa yang kita perbuat ke orang lain,” katanya.

Baca Juga :  Tokoh Zakat Nasional, Menko Airlangga Raih Penghargaan di BAZNAS Award 2022

“Kalau kita baik, kalau kita jelek pada orang, tinggal tunggu aja, pasti akan ada balasan,” katanya lagi.

Jenderal Dudung juga mengatakan TNI tak mungkin berdiam diri melihat ada radikalisme. Menurutnya, radikalisme sudah sampai ke semua kalangan. Jenderal Dudung mengatakan radikalisme sudah semakin marak terjadi. Dia menyebut kondisi ini memprihatinkan.

“Kalau misalnya TNI terdiam, terus tugas TNI ngapain? Sehingga langkah-langkah yang kita lakukan, maka saat itu saya harus berbuat karena radikalisme ini sekarang sudah sampai ke semua kalangan,” ucapnya.

“Kemudian radikalisme sudah semakin marak, betul. Saya mendasari dari Rapim Kemhan sudah begitu memprihatinkan,” jelasnya.

“Oleh karenanya saya harus menyampaikan ke seluruh jajaran, kalian harus deteksi dini, temu cepat, lapor cepat,” jelas Dudung.

“Begitu juga sekarang Babinsa sudah harus tahu bagaimana perkembangan mereka dan bekerja sama dengan Kepolisian karena hitungannya bukan hitungan detik lagi, menit, karena media sosial itu marak,”  jelasnya disitat detikcom.(ral/int/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID–KSAD Jenderal Dudung Abdurachman  melakukan pertemuan dengan beberapa Pemimpin Redaksi Media, Senin (7/2).

Dilansir dari Pojoksatu.id, salah satu yang dibahas adalah Habib Bahar Smith dan Habib Rizieq (HRS)

“Coba kalau Habib Smith itu nggak usah ngomong macam-macam, sudah lah. Rizieq juga, pulang dari sana, sudah nggak usah macam-macam. Berbuat yang baik, nggak usah ngata-ngatain,” kata Jenderal Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat.

Jenderal Dudung juga menyinggung persoalan baliho Habib Rizieq yang pernah dia turunkan saat menjabat Pangdam Jaya beberapa tahun lalu. Jenderal Dudung melihat ada ujaran-ujaran kebencian dari Habib Rizieq Shihab.

“Tidak serta merta baliho itu kita turunkan. Saya sudah melihat latar belakang, sejarahnya bagaimana Rizieq Shihab itu meberikan ujaran-ujaran kebencian, bahkan mengatakan pimpinan negara kita yang tidak bagus,” katanya.

“Saya lihat kok kenapa nggak ada yang berani ya?” ujar Dudung.

Menurut Jenderal Dudung, apa yang terjadi pada diri kita identik dengan apa yang kita perbuat pada orang lain.

“Sudah, jadi apa yang terjadi dalam diri kita itu sebenarnya identik dengan apa yang kita perbuat ke orang lain,” katanya.

Baca Juga :  Tokoh Zakat Nasional, Menko Airlangga Raih Penghargaan di BAZNAS Award 2022

“Kalau kita baik, kalau kita jelek pada orang, tinggal tunggu aja, pasti akan ada balasan,” katanya lagi.

Jenderal Dudung juga mengatakan TNI tak mungkin berdiam diri melihat ada radikalisme. Menurutnya, radikalisme sudah sampai ke semua kalangan. Jenderal Dudung mengatakan radikalisme sudah semakin marak terjadi. Dia menyebut kondisi ini memprihatinkan.

“Kalau misalnya TNI terdiam, terus tugas TNI ngapain? Sehingga langkah-langkah yang kita lakukan, maka saat itu saya harus berbuat karena radikalisme ini sekarang sudah sampai ke semua kalangan,” ucapnya.

“Kemudian radikalisme sudah semakin marak, betul. Saya mendasari dari Rapim Kemhan sudah begitu memprihatinkan,” jelasnya.

“Oleh karenanya saya harus menyampaikan ke seluruh jajaran, kalian harus deteksi dini, temu cepat, lapor cepat,” jelas Dudung.

“Begitu juga sekarang Babinsa sudah harus tahu bagaimana perkembangan mereka dan bekerja sama dengan Kepolisian karena hitungannya bukan hitungan detik lagi, menit, karena media sosial itu marak,”  jelasnya disitat detikcom.(ral/int/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/