alexametrics
31.7 C
Jayapura
Wednesday, 18 May 2022

Ungkap Strategi Kendalikan Banjir di Jakarta, Pemprov DKI: Kendalanya Cuma…

RADARPAPUA.ID–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mengendalikan banjir yang saat ini masih menjadi persoalan Ibu Kota saat hujan dengan intensitas tinggi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, Pemprov aja merevitalisasi sejumlah sungai, waduk, dan polder. “Terkait waduk kami ada program 942 ya, 9 waduk, 4 folder, 2 sungai yang kami akan revitalisasi dan perbaiki,” kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/3).

Adapun program 942-DV ditujukan untuk mengendalikan banjir yang dimulai dari pembangunan sejumlah infrastruktur. Pertama, pembangunan dan rehabilitasi sembilan polder di Kelapa Gading, Pulomas, Muara Angke, Teluk Gong, Mangga Dua, Green Garden, Marunda JGC, Pompa Tipala-Adhyaksa, dan Kamal.

Selanjutnya, untuk sistem polder merupakan mekanisme penanganan banjir atau rob dengan melengkapi sarana fisik seperti sistem drainase kawasan, kolam resistensi, tanggul keliling kawasan, pompa dan pintu air, sebagai satu kesatuan.

Sementara waduk, akan dilakukan pembangunan 4 titik, yakni Waduk Brigif, Waduk Lebak Bulus, Waduk Pondok Rangon dan Waduk Wirajasa. Untuk kali, Dinas SDA DKI Jakarta akan merevitalisasi kali sodetan Muara Bahari-Kali Besar dan Kali Ciliwung Pasar Baru.

Baca Juga :  Novel Bamukmin Peringatkan Denny Siregar, Abu Janda dan Gus Yaqut Siap-siap...

Riza mengaku, saat ini memang ada kendala dari berbagai faktor. Mulai dari penyebaran Covid-19 hingga keterbatasan dana. Namun, pihaknya memastikan akan melakukan berbagai strategi yang lebih baik terkait pengendalian banjir.

“Memang ada keterbatasan karena Covid-19, keterbatasan danau jadi belum semua bisa dilakukan revitalisasi. Tapi tahun ini cukup besar ya perhatian kita,” tuturnya.

Riza menyebut, APBD DKI dan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak dapat hanya digunakan untuk penanganan banjir saja, tetapi juga untuk menjalankan program lainnya.

“Kendalanya cuma masalah pendanaan aja. Semua anggaran kita pusatkan untuk banjir kan tidak bisa. Kan ada program transportasi, pendidikan, dan lainnya,” ucapnya.

Sebagai informadi, Pemprov DKI Jakarta mendapat suntikan dana PEN dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 12,5 triliun pada 2020 lalu. Sebanyak Rp 5,297 triliun dialokasikan untuk penanggulangan banjir yang dikerjakan selama tiga tahun dari 2020-2022.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mengendalikan banjir yang saat ini masih menjadi persoalan Ibu Kota saat hujan dengan intensitas tinggi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, Pemprov aja merevitalisasi sejumlah sungai, waduk, dan polder. “Terkait waduk kami ada program 942 ya, 9 waduk, 4 folder, 2 sungai yang kami akan revitalisasi dan perbaiki,” kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/3).

Adapun program 942-DV ditujukan untuk mengendalikan banjir yang dimulai dari pembangunan sejumlah infrastruktur. Pertama, pembangunan dan rehabilitasi sembilan polder di Kelapa Gading, Pulomas, Muara Angke, Teluk Gong, Mangga Dua, Green Garden, Marunda JGC, Pompa Tipala-Adhyaksa, dan Kamal.

Selanjutnya, untuk sistem polder merupakan mekanisme penanganan banjir atau rob dengan melengkapi sarana fisik seperti sistem drainase kawasan, kolam resistensi, tanggul keliling kawasan, pompa dan pintu air, sebagai satu kesatuan.

Sementara waduk, akan dilakukan pembangunan 4 titik, yakni Waduk Brigif, Waduk Lebak Bulus, Waduk Pondok Rangon dan Waduk Wirajasa. Untuk kali, Dinas SDA DKI Jakarta akan merevitalisasi kali sodetan Muara Bahari-Kali Besar dan Kali Ciliwung Pasar Baru.

Baca Juga :  Habib Bahar Diproses Kilat, Kasus Denny Siregar Ikut Disindir, Ketua IPW: Copot

Riza mengaku, saat ini memang ada kendala dari berbagai faktor. Mulai dari penyebaran Covid-19 hingga keterbatasan dana. Namun, pihaknya memastikan akan melakukan berbagai strategi yang lebih baik terkait pengendalian banjir.

“Memang ada keterbatasan karena Covid-19, keterbatasan danau jadi belum semua bisa dilakukan revitalisasi. Tapi tahun ini cukup besar ya perhatian kita,” tuturnya.

Riza menyebut, APBD DKI dan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak dapat hanya digunakan untuk penanganan banjir saja, tetapi juga untuk menjalankan program lainnya.

“Kendalanya cuma masalah pendanaan aja. Semua anggaran kita pusatkan untuk banjir kan tidak bisa. Kan ada program transportasi, pendidikan, dan lainnya,” ucapnya.

Sebagai informadi, Pemprov DKI Jakarta mendapat suntikan dana PEN dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 12,5 triliun pada 2020 lalu. Sebanyak Rp 5,297 triliun dialokasikan untuk penanggulangan banjir yang dikerjakan selama tiga tahun dari 2020-2022.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/