alexametrics
27.7 C
Jayapura
Thursday, 19 May 2022

JANGAN TERPANCING! Pemerintah Tegaskan Tak Pernah Rilis Daftar Penceramah…

RADARPAPUA.ID–Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penceramah radikal yang disampaikan saat rapat pimpinan TNI-Polri beberapa waktu lalu tak dipungkiri memunculkan pro dan kontra. Terlebih setelah daftar nama penceramah yang dinilai radikal beredar di sosial media.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad menyayangkan terjadinya polemik tersebut. Sebab, apa yang disampaikan Presiden faktual dan bukan mengada-ada.

“Pernyataan Presiden sangat jelas. Tidak ada yang simpang siur, karena masalah radikalisme ini hal yang faktual, bukan mengada-ada,” kata Rumadi kepada wartawan, Rabu (9/3).

Rumadi juga memastikan, pemerintah tidak pernah merilis daftar nama penceramah yang dianggap radikal. Untuk itu, Ia minta masyarakat tidak terpancing dengan informasi yang belum jelas sumbernya.

Baca Juga :  PESAN PRESIDEN! Keluarga TNI-Polri Jangan Sembarangan Undang Penceramah...

“Saya tidak tahu dari mana asalnya, yang jelas pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama,” tegas Rumadi.

Menurutnya, yang terpenting saat ini bagaimana masyarakat bisa lebih hati-hati dan selektif dalam mengundang penceramah, dan tidak lagi memperdebatkan soal ciri apalagi nama.

“Apa yang disampaikan bapak Presiden adalah pesan untuk semua kelompok, agar lebih hati-hati dalam mengundang penceramah. Bukan memperdebatkan soal ciri atau nama,” pungkas Rumadi.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penceramah radikal yang disampaikan saat rapat pimpinan TNI-Polri beberapa waktu lalu tak dipungkiri memunculkan pro dan kontra. Terlebih setelah daftar nama penceramah yang dinilai radikal beredar di sosial media.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad menyayangkan terjadinya polemik tersebut. Sebab, apa yang disampaikan Presiden faktual dan bukan mengada-ada.

“Pernyataan Presiden sangat jelas. Tidak ada yang simpang siur, karena masalah radikalisme ini hal yang faktual, bukan mengada-ada,” kata Rumadi kepada wartawan, Rabu (9/3).

Rumadi juga memastikan, pemerintah tidak pernah merilis daftar nama penceramah yang dianggap radikal. Untuk itu, Ia minta masyarakat tidak terpancing dengan informasi yang belum jelas sumbernya.

Baca Juga :  Kepala BNPT Ingatkan Warga Waspada Konten Digital Intoleran dan Radikal

“Saya tidak tahu dari mana asalnya, yang jelas pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama,” tegas Rumadi.

Menurutnya, yang terpenting saat ini bagaimana masyarakat bisa lebih hati-hati dan selektif dalam mengundang penceramah, dan tidak lagi memperdebatkan soal ciri apalagi nama.

“Apa yang disampaikan bapak Presiden adalah pesan untuk semua kelompok, agar lebih hati-hati dalam mengundang penceramah. Bukan memperdebatkan soal ciri atau nama,” pungkas Rumadi.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/