alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, 18 August 2022

PANAS! Minta Luhut Jangan Baperan, PKS: Pejabat Publik Tidak Boleh Tipis Telinga

RADARPAPUA.ID–Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk tidak terlalu sensitif dengan kritik dari para anggota legislatif. Menurutnya, hal wajar jika pejabat publik mendapat kritik.

“Pak Luhut Binsar Pandjaitan ini jangan baperan (bawa perasaan) terkait soal-soal publik dengan membawanya ke ranah privat, apalagi kalau melibatkan emosi,” kata Mulyanto, Jumat (10/6).

Dia mengungkapkan, perlu dibedakan antara masalah pribadi yang subyektif dan masalah publik yang obyektif. Selain itu, juga perlu pemilahan antara kritik terhadap tata-kelola pemerintahan dan hujatan yang menyerang pribadi.

“Menurut hemat saya, jadi pejabat publik, tidak boleh tipis telinga atas kritik publik, termasuk dari legislatif,” ucap Mulyanto.

“Apalagi seorang menteri, harus siap menerima, menghadapi dan mengelola kritik. Sehingga terjadi dialektika – konstruktif rasional bukan ditanggapi secara emosional baperan,” sambungnya.

Ia menilai, kritik dalam alam demokrasi adalah saluran pengawasan publik yang positif untuk mewujudkan kontrol yang baik terhadap pemerintah.

“Karenanya perlu disikapi secara dingin dan direspon secara rasional substantif, sehingga terjadi konvergensi bagi perbaikan kebijakan publik,” ujarnya.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau kepada seluruh anggota DPR agar lebih bijak dalam melontarkan kritik. Bila hanya ingin mencari popularitas, lebih baik tak perlu mengkritik dirinya.

“Jangan cari, mohon maaf Bapak Ibu, cari popularitas dengan nyerang saya, Pak, saya hanya pelaksana saja Pak,” kata Luhut, dalam rapat Badan Anggaran DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/6).

Ia menjelaskan, dirinya hanya seorang pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga hanya melaksanakan tugas yang diintruksikan oleh pimpinan.

“Saya enggak lakukan di luar anu, yang semau-mau saya, tidak. Semua yang saya kerjakan, basisnya data. Jadi jangan saya dipikir ngurusi semua, tidak, Pak. Saya mengurusi semua yang di bidang saya dan diperintahkan Presiden, saya ulangi, diperintahkan Presiden,” pungkas Luhut.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk tidak terlalu sensitif dengan kritik dari para anggota legislatif. Menurutnya, hal wajar jika pejabat publik mendapat kritik.

“Pak Luhut Binsar Pandjaitan ini jangan baperan (bawa perasaan) terkait soal-soal publik dengan membawanya ke ranah privat, apalagi kalau melibatkan emosi,” kata Mulyanto, Jumat (10/6).

Dia mengungkapkan, perlu dibedakan antara masalah pribadi yang subyektif dan masalah publik yang obyektif. Selain itu, juga perlu pemilahan antara kritik terhadap tata-kelola pemerintahan dan hujatan yang menyerang pribadi.

“Menurut hemat saya, jadi pejabat publik, tidak boleh tipis telinga atas kritik publik, termasuk dari legislatif,” ucap Mulyanto.

“Apalagi seorang menteri, harus siap menerima, menghadapi dan mengelola kritik. Sehingga terjadi dialektika – konstruktif rasional bukan ditanggapi secara emosional baperan,” sambungnya.

Ia menilai, kritik dalam alam demokrasi adalah saluran pengawasan publik yang positif untuk mewujudkan kontrol yang baik terhadap pemerintah.

“Karenanya perlu disikapi secara dingin dan direspon secara rasional substantif, sehingga terjadi konvergensi bagi perbaikan kebijakan publik,” ujarnya.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau kepada seluruh anggota DPR agar lebih bijak dalam melontarkan kritik. Bila hanya ingin mencari popularitas, lebih baik tak perlu mengkritik dirinya.

“Jangan cari, mohon maaf Bapak Ibu, cari popularitas dengan nyerang saya, Pak, saya hanya pelaksana saja Pak,” kata Luhut, dalam rapat Badan Anggaran DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/6).

Ia menjelaskan, dirinya hanya seorang pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga hanya melaksanakan tugas yang diintruksikan oleh pimpinan.

“Saya enggak lakukan di luar anu, yang semau-mau saya, tidak. Semua yang saya kerjakan, basisnya data. Jadi jangan saya dipikir ngurusi semua, tidak, Pak. Saya mengurusi semua yang di bidang saya dan diperintahkan Presiden, saya ulangi, diperintahkan Presiden,” pungkas Luhut.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/