alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Dituduh Jadi Aktor di Balik Demo Besar, Jawaban Gatot Nurmantyo Mengejutkan

RADARPAPUA.ID–Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo angkat bicara soal beredarnya selebaran atau meme yang menyudutkan dirinya sebagai dalang atau otak di balik aksi mahasiswa 11 April 2022.

 

Gatot dengan santai mengatakan bahwa tudingan bahwa dirinya jadi aktor di balik demo itu sudah biasa. Perihal sikap politiknya yang berbeda dengan rezim pemerintahan Jokowi, ia mengaku hanya menyuarakan suara batin rakyat.

 

“Di alam demokrasi dicurigai itu biasa,” kata Gatot dikutip dari Hersubeno Point.

 

Sementara itu, terkait penangkapan perwakilan KAMI di Jambi Muhammad Usman yang diamankan aparat TNI dan Paspampres saat membentangkan kain kafan dengan tulisan “Pak Jokowi, tolong turunkan harga minyak goreng” di depan rombongan Presiden Joko Widodo selesai meninjau Pasar Bedug di Kota Jambi, Kamis (7/4/2022).

 

Mantan Panglima TNI itu menilai tak ada yang salah atas aksi Usman tersebut.

Baca Juga :  Agar PDB Tidak Turun, Airlangga Minta Jaga Kesadaran Terhadap Perubahan Iklim

 

“Kalau masalah ditangkap dan sebagainya itu adalah resiko perjuangan. Tapi yang perlu kita lihat sebenarnya KAMI ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk setiap bangsa dan negara kan kami ini untuk menyelamatkan Indonesia. KAMI ini ini adalah organisasi yang menjunjung tinggi moral politik moral politik paling tinggi sehingga selalu berpedoman dan bersikap selalu sangat terukur profesional konstruktif dan potensional,” tegasnya.

 

“Menyampaikan pendapat dan secara konstitusional itu dilindungi. Tapi mungkin aparat takut, dan dianggap tak bisa mengamankan,” tegasnya.

 

“Menyampaikan pendapat dan secara konstitusional itu dilindungi. Tapi mungkin aparat takut, dan dianggap tak bisa mengamankan,” tegasnya.

 

Gatot menilai Presiden Jokowi harus mendapatkan informasi teraktual atas kondisi rakyatnya.

 

“Informasi aktual harus diketahui oleh seorang presiden, apa salahnya, jangan seolah-olah presiden ditutupi dengan hal-hal yang yang baik, justru ini akan bisa berbahaya,” tegasnya. (wartaekonomi/fajar)

RADARPAPUA.ID–Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo angkat bicara soal beredarnya selebaran atau meme yang menyudutkan dirinya sebagai dalang atau otak di balik aksi mahasiswa 11 April 2022.

 

Gatot dengan santai mengatakan bahwa tudingan bahwa dirinya jadi aktor di balik demo itu sudah biasa. Perihal sikap politiknya yang berbeda dengan rezim pemerintahan Jokowi, ia mengaku hanya menyuarakan suara batin rakyat.

 

“Di alam demokrasi dicurigai itu biasa,” kata Gatot dikutip dari Hersubeno Point.

 

Sementara itu, terkait penangkapan perwakilan KAMI di Jambi Muhammad Usman yang diamankan aparat TNI dan Paspampres saat membentangkan kain kafan dengan tulisan “Pak Jokowi, tolong turunkan harga minyak goreng” di depan rombongan Presiden Joko Widodo selesai meninjau Pasar Bedug di Kota Jambi, Kamis (7/4/2022).

 

Mantan Panglima TNI itu menilai tak ada yang salah atas aksi Usman tersebut.

Baca Juga :  Emak-emak Paling Depan di Barisan Demo, Tuntut Jokowi - Ma'Ruf Mundur

 

“Kalau masalah ditangkap dan sebagainya itu adalah resiko perjuangan. Tapi yang perlu kita lihat sebenarnya KAMI ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk setiap bangsa dan negara kan kami ini untuk menyelamatkan Indonesia. KAMI ini ini adalah organisasi yang menjunjung tinggi moral politik moral politik paling tinggi sehingga selalu berpedoman dan bersikap selalu sangat terukur profesional konstruktif dan potensional,” tegasnya.

 

“Menyampaikan pendapat dan secara konstitusional itu dilindungi. Tapi mungkin aparat takut, dan dianggap tak bisa mengamankan,” tegasnya.

 

“Menyampaikan pendapat dan secara konstitusional itu dilindungi. Tapi mungkin aparat takut, dan dianggap tak bisa mengamankan,” tegasnya.

 

Gatot menilai Presiden Jokowi harus mendapatkan informasi teraktual atas kondisi rakyatnya.

 

“Informasi aktual harus diketahui oleh seorang presiden, apa salahnya, jangan seolah-olah presiden ditutupi dengan hal-hal yang yang baik, justru ini akan bisa berbahaya,” tegasnya. (wartaekonomi/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/