alexametrics
25.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Polri Berduka, Ipda Imam Agus Husain Meninggal Dunia, Polisi: Bukan Karena Demo

RADARPAPUA.ID–Polri berduka. Ipda Imam Agus Husain meninggal dunia saat pengamanan Demo, Senin (11/4) di DPRD Kendari. Tubuhknya terbentur kendaraan taktis.

Perwira Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WITA.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan menuturkan, bahwa perwira Brimob Polda Sultra meninggal karena kecelakaan, bukan karena bentrokan demonstrasi.

“Bukan karena demo, tapi karena kecelakaan. Tidak ada hubungannya dengan demo,” kata Kombes Pol Ferry Walintukan seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Selasa (12/4).

Ferry menerangkan, saat pengamanan unjuk rasa 11 April di Kendari, Ipda Imam ditugaskan sementara membawa kendaraan taktis.

Kemudian mengalami benturan di dalam mobil sehingga dirinya tidak sadarkan diri. “Dia lagi di atas mobil kemudian terbentur di pintunya. Mobil Brimob itu berat,” ujarnya.

Baca Juga :  Audiensi BP2MI, Kapolri Tekankan Pentingnya Perlindungan dan Pencegahan

Meski demikian, Ferry mengaku belum mengetahui penyebab pastinya Ipda Imam meninggal dunia.“Sementara ini masih dicek dulu. Terbenturnya pada saat demo sudah berangsur-angsur pulih tadi. Meninggalnya setelah di Rumah Sakit Bhayangkara setengah 6 tadi,” katanya.

Peristiwa itu terjadi di area DPRD Sultra, Kendari. Benturan itu mengakibatkan Ipda Imam sesak napas dan muntah darah. Perwira pertama Polda Sulsel itu pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan perawatan.

Namun, ajal menjemput Ipda Imam. “Meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WITA,” pungkas Kombes Ferry.(jpc/fajar)

RADARPAPUA.ID–Polri berduka. Ipda Imam Agus Husain meninggal dunia saat pengamanan Demo, Senin (11/4) di DPRD Kendari. Tubuhknya terbentur kendaraan taktis.

Perwira Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WITA.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan menuturkan, bahwa perwira Brimob Polda Sultra meninggal karena kecelakaan, bukan karena bentrokan demonstrasi.

“Bukan karena demo, tapi karena kecelakaan. Tidak ada hubungannya dengan demo,” kata Kombes Pol Ferry Walintukan seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Selasa (12/4).

Ferry menerangkan, saat pengamanan unjuk rasa 11 April di Kendari, Ipda Imam ditugaskan sementara membawa kendaraan taktis.

Kemudian mengalami benturan di dalam mobil sehingga dirinya tidak sadarkan diri. “Dia lagi di atas mobil kemudian terbentur di pintunya. Mobil Brimob itu berat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Daftar Unit Kerja Polri Raih WBK/WBBM, Polri: Wujud Nyata Birokrasi Bersih

Meski demikian, Ferry mengaku belum mengetahui penyebab pastinya Ipda Imam meninggal dunia.“Sementara ini masih dicek dulu. Terbenturnya pada saat demo sudah berangsur-angsur pulih tadi. Meninggalnya setelah di Rumah Sakit Bhayangkara setengah 6 tadi,” katanya.

Peristiwa itu terjadi di area DPRD Sultra, Kendari. Benturan itu mengakibatkan Ipda Imam sesak napas dan muntah darah. Perwira pertama Polda Sulsel itu pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan perawatan.

Namun, ajal menjemput Ipda Imam. “Meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WITA,” pungkas Kombes Ferry.(jpc/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/