alexametrics
26.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

SINDIR SIAPA? Mantan Ketum Muhammadiyah Din Syamsudin Minta Jokowi Pecat Menko

RADARPAPUA.ID – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta Presiden Jokowi memecat menteri sumber malapetaka yang juga merupakan pangkal kegaduhan. Sindir siapa?

Meski tidak secara gamblang menyebut nama langsung, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu sempat menyebut salah satu menko di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jangan ada pejabat pemerintah, menteri ya, Menko Investasi secara bebas. Ini kan pangkalnya kegaduhan ini,” kata Din Syamsuddin saat ditemui wartawan usai mengisi ceramah di Masjid Kampus UGM, Selasa (12/4/2022).

Din Syamsuddin mengatakan, kegaduhan yang terjadi saat ini salah satunya berawal dari adanya pernyataan soal penundaan pemilu maupun perpanjangan periode jabatan presiden.

“Seperti penundaan pemilu dan tiga periode itu jelas melanggar konstitusi. Seharusnya mata airnya, pangkalnya itu dihentikan,” kata dia.

Baca Juga :  Nelayan Kini Terima Bantuan Tunai, Airlangga Harap Kemiskinan Ekstrem Berkurang

Din juga mempertanyakan mengapa akar masalah itu tidak dipotong.

“Kenapa nggak itu yang dipotong, akar tunjang. Maka jangan bermain-main dengan konstitusi dan jangan bermain-main dengan aspirasi rakyat,” ujar Din dengan nada tegas.

Saat wartawan menanyakan maksud pernyataannya dipotong itu, Din Syamsuddin menjelaskan dipecat atau diganti.

RADARPAPUA.ID – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta Presiden Jokowi memecat menteri sumber malapetaka yang juga merupakan pangkal kegaduhan. Sindir siapa?

Meski tidak secara gamblang menyebut nama langsung, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu sempat menyebut salah satu menko di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jangan ada pejabat pemerintah, menteri ya, Menko Investasi secara bebas. Ini kan pangkalnya kegaduhan ini,” kata Din Syamsuddin saat ditemui wartawan usai mengisi ceramah di Masjid Kampus UGM, Selasa (12/4/2022).

Din Syamsuddin mengatakan, kegaduhan yang terjadi saat ini salah satunya berawal dari adanya pernyataan soal penundaan pemilu maupun perpanjangan periode jabatan presiden.

“Seperti penundaan pemilu dan tiga periode itu jelas melanggar konstitusi. Seharusnya mata airnya, pangkalnya itu dihentikan,” kata dia.

Baca Juga :  Data Kemenhub, 47 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jabotabek

Din juga mempertanyakan mengapa akar masalah itu tidak dipotong.

“Kenapa nggak itu yang dipotong, akar tunjang. Maka jangan bermain-main dengan konstitusi dan jangan bermain-main dengan aspirasi rakyat,” ujar Din dengan nada tegas.

Saat wartawan menanyakan maksud pernyataannya dipotong itu, Din Syamsuddin menjelaskan dipecat atau diganti.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/