alexametrics
30.7 C
Jayapura
Thursday, 18 August 2022

Wacana Koalisi Dengan PKS, Elite PKB: Wajar-wajar Saja, Kita Gak Ingin Jomblo

RADARPAPUA.ID–Wacana koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belakangan ini menjadi perbincangan. Bahkan bergabungnya dua gerbong parpol berbasis umat Islam ini dianggap sebagai salah satu kekuatan penentu di Pilpres 2024.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, koalisi PKB dengan PKS dilakukan dengan niat yang tulus dan positif untuk memberikan solusi alternatif bagi Indonesia.

“Misalnya, menghentikan polarisasi yang selama ini terjadi ketika menjelang dan sesudah pemilu. Selain itu, koalisi ini juga bisa memberikan harapan baru atas kondisi yang ada di Indonesia saat ini. Ini kan penting,” kata Jazilul di Jakarta, Selasa (14/6).

Gus Jazil juga menjelaskan, komunikasi yang dibangun dengan PKS bisa berjalan dengan baik. Meskipun, Gus Jazil juga mengakui bahwa kedua parpol ini memiliki konstituen yang berbeda.

“Koalisi PKB dan PKS ibarat pribahasa asam di gunung, garam di laut, di dalam periuk kita bertemu,” ungkapnya.

Ia juga juga mengajak partai lain seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga memiliki basis pemilih kelompok Islam, meski memang saat ini PPP tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Menurutnya, hal ini terbuka bagi semua partai politik.

”PKB punya tata krama. Kalau orang sedang lamaran jangan ikut melamar, kecuali nanti begitu lamarannya batal, mau balik, ya kita terima. Misalkan sekarang KIB lagi pacaran, kan kita enggak ganggu. Kalau nggak jadi, namanya orang patah hati ya kita terima,” tuturnya.

Menurutnya, hal seperti itu sangat wajar terjadi. Termasuk wajar ketika PKB saat ini menggagas koalisi dengan PKS. ”Gitu kan wajar-wajar saja. Kami juga nggak ingin jomblo, wajar-wajar saja. Mau dibilang test water, silakan. Mau dibilang pacaran dini, silakan,” paparnya.

Lebih lanjut Gus Jazil menegaskan, koalisi yang hendak dibangun dengan PKS memiliki arah, cita-cita dan visi yang jelas untuk memperbaiki kondisi bangsa kedepan.

”Jadi bukan hanya ketemu di jalan, say hello terus pacaran. Kita juga hitung nasabnya dari nasab yang sama, asal usulnya kalau ke depan membangun rumah tangga kayak apa. Bahkan terus terang di kita sendiri ada yang keberatan, dianggap beda asal-asulnya usulnya. Ya kan biasa itu, nanti PKS saya yakin juga ada begitu,” pungkasnya.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Wacana koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belakangan ini menjadi perbincangan. Bahkan bergabungnya dua gerbong parpol berbasis umat Islam ini dianggap sebagai salah satu kekuatan penentu di Pilpres 2024.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, koalisi PKB dengan PKS dilakukan dengan niat yang tulus dan positif untuk memberikan solusi alternatif bagi Indonesia.

“Misalnya, menghentikan polarisasi yang selama ini terjadi ketika menjelang dan sesudah pemilu. Selain itu, koalisi ini juga bisa memberikan harapan baru atas kondisi yang ada di Indonesia saat ini. Ini kan penting,” kata Jazilul di Jakarta, Selasa (14/6).

Gus Jazil juga menjelaskan, komunikasi yang dibangun dengan PKS bisa berjalan dengan baik. Meskipun, Gus Jazil juga mengakui bahwa kedua parpol ini memiliki konstituen yang berbeda.

“Koalisi PKB dan PKS ibarat pribahasa asam di gunung, garam di laut, di dalam periuk kita bertemu,” ungkapnya.

Ia juga juga mengajak partai lain seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga memiliki basis pemilih kelompok Islam, meski memang saat ini PPP tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Menurutnya, hal ini terbuka bagi semua partai politik.

”PKB punya tata krama. Kalau orang sedang lamaran jangan ikut melamar, kecuali nanti begitu lamarannya batal, mau balik, ya kita terima. Misalkan sekarang KIB lagi pacaran, kan kita enggak ganggu. Kalau nggak jadi, namanya orang patah hati ya kita terima,” tuturnya.

Menurutnya, hal seperti itu sangat wajar terjadi. Termasuk wajar ketika PKB saat ini menggagas koalisi dengan PKS. ”Gitu kan wajar-wajar saja. Kami juga nggak ingin jomblo, wajar-wajar saja. Mau dibilang test water, silakan. Mau dibilang pacaran dini, silakan,” paparnya.

Lebih lanjut Gus Jazil menegaskan, koalisi yang hendak dibangun dengan PKS memiliki arah, cita-cita dan visi yang jelas untuk memperbaiki kondisi bangsa kedepan.

”Jadi bukan hanya ketemu di jalan, say hello terus pacaran. Kita juga hitung nasabnya dari nasab yang sama, asal usulnya kalau ke depan membangun rumah tangga kayak apa. Bahkan terus terang di kita sendiri ada yang keberatan, dianggap beda asal-asulnya usulnya. Ya kan biasa itu, nanti PKS saya yakin juga ada begitu,” pungkasnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/