alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Polda Metro Minta Maaf Ada Anggota Tolak Laporan Warga, Sebut Oknum Polisi…

RADARPAPUA.ID–Polda Metro Jaya masih mengawasi kasus anggota Polsek Pulo Gadung, Aipda Rudi Panjaitan yang menolak laporan dari warga berinisial KM yang menjadi korban perampokan. Saat ini, Rudi tengah menjalani pemeriksaan kode etik di Polres Metro Jakarta Timur.

“Anggota yang bersangkutan atas nama Aipda Rudi Panjaitan sudah dimutasi ke Polres Metro Jakarta Timur dalam rangka pembinaan dan diperiksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi, Senin (13/12).

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mehyampaikan permintaan maaf atas pelayanan yang tidak baik kepada KM. Proses hukum akan dikenakan kepada Aipda Rudi.

“Kami menghaturkan maaf atas pelayanan dan perilaku anggota kami yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Saat ini kami sudah melakukan langkah-langkah mengklarifikasi kepada anggota SPK dan Reskrim yang piket saat itu untuk dimintai keterangan,” jelas Zulpan.

Sebelumnya, beredar video seorang perempuan diduga menjadi korban perampokan setelah mengambil uang di mesin ATM. Dalam video yang viral, disebutkan jika laporan polisi korban ditolak oleh Polsek Pulo Gadung.

Baca Juga :  Penjelasan Polda Metro Jaya Setelah Tolak Laporan Roy Suryo Terhadap Menteri...

Korban menjelaskan, dirinya menjadu korban perampokan di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur, pada Selasa (7/12). Peristiwa perampokan ini bahkan terekam oleh CCTV.

Korban saat itu diikuti 2 sepeda motor, lalu salah satu pelaku mendekati korban dan mengetuk kaca mobilnya sambil menyampaikan sesuatu hal. Saat itu, korban turun melihat kondisi mobilnya di bagian belakang. Pelaku pun berhasil mengambil tas korban di jok belakang.

Atas peristiwa ini, korban membuat laporan polisi ke Polsek Pulo Gadung, namun mendapat jawaban yang tidak mengenakan dari petugas.

Saat saya ditanya-tanya oleh polisi, dia justru menyarankan saya pulang untuk menenangkan diri, dan percuma kalau mau dicari juga,” tulis KM di akun Instagramnya.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Polda Metro Jaya masih mengawasi kasus anggota Polsek Pulo Gadung, Aipda Rudi Panjaitan yang menolak laporan dari warga berinisial KM yang menjadi korban perampokan. Saat ini, Rudi tengah menjalani pemeriksaan kode etik di Polres Metro Jakarta Timur.

“Anggota yang bersangkutan atas nama Aipda Rudi Panjaitan sudah dimutasi ke Polres Metro Jakarta Timur dalam rangka pembinaan dan diperiksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi, Senin (13/12).

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mehyampaikan permintaan maaf atas pelayanan yang tidak baik kepada KM. Proses hukum akan dikenakan kepada Aipda Rudi.

“Kami menghaturkan maaf atas pelayanan dan perilaku anggota kami yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Saat ini kami sudah melakukan langkah-langkah mengklarifikasi kepada anggota SPK dan Reskrim yang piket saat itu untuk dimintai keterangan,” jelas Zulpan.

Sebelumnya, beredar video seorang perempuan diduga menjadi korban perampokan setelah mengambil uang di mesin ATM. Dalam video yang viral, disebutkan jika laporan polisi korban ditolak oleh Polsek Pulo Gadung.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Karantina Umrah dan PPLN Dikurangi Jadi 1 Hari

Korban menjelaskan, dirinya menjadu korban perampokan di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur, pada Selasa (7/12). Peristiwa perampokan ini bahkan terekam oleh CCTV.

Korban saat itu diikuti 2 sepeda motor, lalu salah satu pelaku mendekati korban dan mengetuk kaca mobilnya sambil menyampaikan sesuatu hal. Saat itu, korban turun melihat kondisi mobilnya di bagian belakang. Pelaku pun berhasil mengambil tas korban di jok belakang.

Atas peristiwa ini, korban membuat laporan polisi ke Polsek Pulo Gadung, namun mendapat jawaban yang tidak mengenakan dari petugas.

Saat saya ditanya-tanya oleh polisi, dia justru menyarankan saya pulang untuk menenangkan diri, dan percuma kalau mau dicari juga,” tulis KM di akun Instagramnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/