alexametrics
28.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Ketum IPHI Minta Calon Jama’ah Fokus Persiapan Keberangkatan Haji

RADARPAPUA.ID – Dengan telah ditetapkannya biaya ONH tahun 2022 oleh pemerintah bersama DPR-RI, maka calon jama’ah haji keberangkatan 1443 H telah memiliki separuh kepastian. Khususnya terkait biaya ONH.

Apalagi sudah ada jaminan dari pemerintah bahwa calon jama’ah haji Indonesia yang akan diberangkatkan dan telah melunasi setoran Hajinya. Meskipun ada kenaikan tidak dikenakan biaya tambahan. Karena sudah ditanggung pemerintah bersama BPKH.

Kabar ini tentu sangat menggembirakan dan melegakan bagi para calon jama’ah haji yang sudah menanti sejak jauh waktu, akan keberangkatannya ke Tanah Suci.

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) , H. Ismed Hasan Putro mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi atas respons positif pemerintah terkait tanpa ada biaya tambahan bagi calon jama’ah haji meskipun hitungan rasionalnya ada kenaikan biaya ONH.

“Masalah lain yang masih menjadi penantian para calon jama’ah haji Tahun 2022, kepastian keberangkatan. Mengapa masih menjadi penantian. Karena sampai saat ini KSA belum menyampaikan kuota untuk calon jama’ah haji dari Indonesia. Yang sudah diumumkan Kementerian Urusan Haji Kerajaan Saudi Arabia, baru kuota untuk semua negara di dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  IPHI Ingatkan Calon Jemaah Bersiap Sambut Musim Haji 1443 Hijriah

Namun secara paralel Ismed Hasan Putro berharap agar para calon jama’ah haji tetap fokus pada persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.

Saatnya calon jama’ah haji untuk secara komprehensif mempertebal basis kesiapan ilmu dan pemahaman sebagai bekal dalam proses menunaikan ibadah haji.

“Calon jama’ah haji sebaiknya pada tahap persiapan melalui KBIH masing-masing. Khususnya saat manasik Haji, bisa mengeksplorasi secara komprehensif bekal pengetahuan dan pemahaman yang mendalam terkait proses haji. Jama’ah perlu bekal ilmu dan pemahaman yang memadai dan mendalam agar setiap melaksanakan proses dalam rukun Haji. Calon jama’ah haji benar-benar meresapi dan menanamkan dalam sanubarinya,” katanya.

Dia juga meminta sebaiknya calon jama’ah haji memiliki pengetahuan yang cukup dan pemahaman yang baik.

“Mengapa harus Tawaf, mengapa harus Sa’i, mengapa harus melempar jumroh, mengapa harus ada di Padang Arafah mengapa juga harus ada di Mina. Itu semua harus dipelajari dan dipahami dengan baik dan kaffah oleh setiap calon jama’ah haji,” pungkas Ismed Hasan Putro. (*)

RADARPAPUA.ID – Dengan telah ditetapkannya biaya ONH tahun 2022 oleh pemerintah bersama DPR-RI, maka calon jama’ah haji keberangkatan 1443 H telah memiliki separuh kepastian. Khususnya terkait biaya ONH.

Apalagi sudah ada jaminan dari pemerintah bahwa calon jama’ah haji Indonesia yang akan diberangkatkan dan telah melunasi setoran Hajinya. Meskipun ada kenaikan tidak dikenakan biaya tambahan. Karena sudah ditanggung pemerintah bersama BPKH.

Kabar ini tentu sangat menggembirakan dan melegakan bagi para calon jama’ah haji yang sudah menanti sejak jauh waktu, akan keberangkatannya ke Tanah Suci.

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) , H. Ismed Hasan Putro mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi atas respons positif pemerintah terkait tanpa ada biaya tambahan bagi calon jama’ah haji meskipun hitungan rasionalnya ada kenaikan biaya ONH.

“Masalah lain yang masih menjadi penantian para calon jama’ah haji Tahun 2022, kepastian keberangkatan. Mengapa masih menjadi penantian. Karena sampai saat ini KSA belum menyampaikan kuota untuk calon jama’ah haji dari Indonesia. Yang sudah diumumkan Kementerian Urusan Haji Kerajaan Saudi Arabia, baru kuota untuk semua negara di dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  PANAS! Gus Umar Tantang Arteria Dahlan: Kalau Pak Jokowi Bahasa Jawa sama...

Namun secara paralel Ismed Hasan Putro berharap agar para calon jama’ah haji tetap fokus pada persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.

Saatnya calon jama’ah haji untuk secara komprehensif mempertebal basis kesiapan ilmu dan pemahaman sebagai bekal dalam proses menunaikan ibadah haji.

“Calon jama’ah haji sebaiknya pada tahap persiapan melalui KBIH masing-masing. Khususnya saat manasik Haji, bisa mengeksplorasi secara komprehensif bekal pengetahuan dan pemahaman yang mendalam terkait proses haji. Jama’ah perlu bekal ilmu dan pemahaman yang memadai dan mendalam agar setiap melaksanakan proses dalam rukun Haji. Calon jama’ah haji benar-benar meresapi dan menanamkan dalam sanubarinya,” katanya.

Dia juga meminta sebaiknya calon jama’ah haji memiliki pengetahuan yang cukup dan pemahaman yang baik.

“Mengapa harus Tawaf, mengapa harus Sa’i, mengapa harus melempar jumroh, mengapa harus ada di Padang Arafah mengapa juga harus ada di Mina. Itu semua harus dipelajari dan dipahami dengan baik dan kaffah oleh setiap calon jama’ah haji,” pungkas Ismed Hasan Putro. (*)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/