alexametrics
25.7 C
Jayapura
Monday, 4 July 2022

Ratusan Gratifikasi Idul Fitri Dilaporkan ke KPK

RADARPAPUA.ID– Laporan gratifikasi selama momen Idul Fitri mencapai ratusan. Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat ada 395 laporan gratifikasi.

Nilai gratifikasi Lebaran ditaksir mencapai Rp 274,1 juta. Laporan gratifikasi yang paling banyak meliputi karangan bunga serta makanan dan minuman. Totalnya 268 objek laporan dengan nilai Rp 153,7 juta.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding mengatakan, gratifikasi lain yang dilaporkan berupa uang, voucher, dan logam mulia senilai Rp 32,29 juta. Selain itu, ada cenderamata atau plakat senilai Rp 4,35 juta. ’’Serta ada 111 objek dalam bentuk lain dengan nilai yang ditaksir mencapai Rp 83,74 juta,’’ kata Ipi kemarin (15/5).

Mayoritas dari 395 laporan itu merupakan laporan penerimaan. Totalnya 367 laporan. Sisanya, yakni 28, adalah laporan penolakan gratifikasi. ’’Sebagian barang yang dilaporkan itu telah diterima KPK. Sebagian lain sedang proses dikirim oleh pihak pelapor,’’ ujarnya.

Ipi menambahkan, pihaknya terus menerima laporan gratifikasi. Dia pun mengapresiasi pihak-pihak yang melaporkan penerimaan dan penolakan hadiah tersebut. ’’Pelaporan itu menjadi langkah awal untuk mencegah tindak pidana korupsi,’’ terang perempuan berjilbab itu.

Sebelumnya, KPK menyampaikan imbauan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 9/2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya. Dalam SE tersebut, KPK mengajak masyarakat menghindari praktik gratifikasi. Baik sebagai pemberi maupun penerima. ’’Sebab, gratifikasi bisa termasuk dalam tindak pidana korupsi,’’ tuturnya. (tyo/c18/bay/jawapos)

RADARPAPUA.ID– Laporan gratifikasi selama momen Idul Fitri mencapai ratusan. Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat ada 395 laporan gratifikasi.

Nilai gratifikasi Lebaran ditaksir mencapai Rp 274,1 juta. Laporan gratifikasi yang paling banyak meliputi karangan bunga serta makanan dan minuman. Totalnya 268 objek laporan dengan nilai Rp 153,7 juta.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding mengatakan, gratifikasi lain yang dilaporkan berupa uang, voucher, dan logam mulia senilai Rp 32,29 juta. Selain itu, ada cenderamata atau plakat senilai Rp 4,35 juta. ’’Serta ada 111 objek dalam bentuk lain dengan nilai yang ditaksir mencapai Rp 83,74 juta,’’ kata Ipi kemarin (15/5).

Mayoritas dari 395 laporan itu merupakan laporan penerimaan. Totalnya 367 laporan. Sisanya, yakni 28, adalah laporan penolakan gratifikasi. ’’Sebagian barang yang dilaporkan itu telah diterima KPK. Sebagian lain sedang proses dikirim oleh pihak pelapor,’’ ujarnya.

Ipi menambahkan, pihaknya terus menerima laporan gratifikasi. Dia pun mengapresiasi pihak-pihak yang melaporkan penerimaan dan penolakan hadiah tersebut. ’’Pelaporan itu menjadi langkah awal untuk mencegah tindak pidana korupsi,’’ terang perempuan berjilbab itu.

Sebelumnya, KPK menyampaikan imbauan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 9/2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya. Dalam SE tersebut, KPK mengajak masyarakat menghindari praktik gratifikasi. Baik sebagai pemberi maupun penerima. ’’Sebab, gratifikasi bisa termasuk dalam tindak pidana korupsi,’’ tuturnya. (tyo/c18/bay/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/