alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Penyelidikan Polisi, Tak Ditemukan Unsur Lalai dan Sabotase Kebakaran Tangki

RADARPAPUA.ID–Polda Jawa Tengah ikut mengusut penyebab kebakaran tangki milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap pada Sabtu (13/11) malam. Hingga kemarin enam saksi telah diperiksa.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan di lapangan. Tim polda dibantu oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Hasil penyelidikan, kebakaran tangki berawal dari munculnya api setelah datangnya petir. Hal tersebut sesuai dengan keterangan saksi dari BMKG yang menyebutkan bahwa pada hari kejadian, ada dua titik petir. Petir pertama berjarak 45 kilometer (km) dari lokasi kejadian. Sedangkan petir kedua berjarak 12 km.

’’Ini akan kita perkuat dengan keterangan ahli agar jelas bagaimana petir dengan jarak jauh dapat menimbulkan induksi sehingga menyebabkan adanya gerakan bahaya (kebakaran),’’ ungkapnya pada konferensi pers di Gedung Patra Graha Pertamina RU IV Cilacap, Senin (15/11).

Baca Juga :  Dipolisikan Atas Dugaan Ujaran Kebencian ke NU, Faizal Assegaf: Saya Akan Terus

Polda Jawa Tengah telah memeriksa tujuh CCTV yang terdapat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, rekaman dua CCTV menunjukkan adanya kilatan cahaya seperti petir pada pukul 19.10.

Beberapa menit setelah kilatan tersebut, terjadilah kebakaran pada tangki Pertamina. Karena itu, penyidik Polda Jawa Tengah menduga, kebakaran dipicu oleh induksi sambaran petir.

”Hasil penyelidikan, untuk sementara ini masalah lalai dan sabotase belum ada,” ungkap Luthfi seperti dilansir Radar Banyumas. Demikian juga untuk korban jiwa, baik dari karyawan maupun masyarakat, dia memastikan tidak ada. ”Hanya kerugian materiil,’’ kata dia.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap Cecep Supriyatna mengatakan, Pertamina secara terbuka mendukung dan menghormati proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan aparat hukum.

”Kami tentu siap membantu memberikan keterangan maupun data yang diperlukan. Untuk memastikan penyebab insiden, kami akan menunggu hasil investigasi,” kata Cecep.

RADARPAPUA.ID–Polda Jawa Tengah ikut mengusut penyebab kebakaran tangki milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap pada Sabtu (13/11) malam. Hingga kemarin enam saksi telah diperiksa.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan di lapangan. Tim polda dibantu oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Hasil penyelidikan, kebakaran tangki berawal dari munculnya api setelah datangnya petir. Hal tersebut sesuai dengan keterangan saksi dari BMKG yang menyebutkan bahwa pada hari kejadian, ada dua titik petir. Petir pertama berjarak 45 kilometer (km) dari lokasi kejadian. Sedangkan petir kedua berjarak 12 km.

’’Ini akan kita perkuat dengan keterangan ahli agar jelas bagaimana petir dengan jarak jauh dapat menimbulkan induksi sehingga menyebabkan adanya gerakan bahaya (kebakaran),’’ ungkapnya pada konferensi pers di Gedung Patra Graha Pertamina RU IV Cilacap, Senin (15/11).

Baca Juga :  Menteri Jokowi: Erick Thohir Didesak Copot Jabatan Ahok Sebagai Komut Pertamina

Polda Jawa Tengah telah memeriksa tujuh CCTV yang terdapat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, rekaman dua CCTV menunjukkan adanya kilatan cahaya seperti petir pada pukul 19.10.

Beberapa menit setelah kilatan tersebut, terjadilah kebakaran pada tangki Pertamina. Karena itu, penyidik Polda Jawa Tengah menduga, kebakaran dipicu oleh induksi sambaran petir.

”Hasil penyelidikan, untuk sementara ini masalah lalai dan sabotase belum ada,” ungkap Luthfi seperti dilansir Radar Banyumas. Demikian juga untuk korban jiwa, baik dari karyawan maupun masyarakat, dia memastikan tidak ada. ”Hanya kerugian materiil,’’ kata dia.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap Cecep Supriyatna mengatakan, Pertamina secara terbuka mendukung dan menghormati proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan aparat hukum.

”Kami tentu siap membantu memberikan keterangan maupun data yang diperlukan. Untuk memastikan penyebab insiden, kami akan menunggu hasil investigasi,” kata Cecep.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/