alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Presiden Jokowi Akhirnya Buka Suara Terkait Bencana Banjir di Sintang Kalbar

RADARPAPUA.ID–Presiden Jokowi mengatakan, adanya banjir Bencana banjir terjadi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat karena air tidak terserap akibat karusakan daerah tangkapan hujan.

“Ya itu memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun,” ujar Jokowi setelah meresmikan jal tol Serang-Banten, Selasa (16/11).

Karena itu, Jokowi memerintahkan untuk segera memperbaiki daerah tangkapan hujan tersebut. Rencananya perbaikan tangkapan hujan tersebut dilakukan pada 2022 mendatang.

“Ya itu yang harus kita hentikan. Karena memang masalah utamanya ada di situ. Sungai Kapuas meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak. Itu yang nanti kita perbaiki. Nanti akan mulai mungkin tahun depan kita bangun nursery, persemaian,” katanya.

“Sehingga ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di catchment area. Kita perbaiki. Karena memang kerusakannya ada di situ,” tambahnya.

Baca Juga :  Kompetisi Liga 2 Diperbolehkan Digelar di luar Jawa, Airlangga: Prokes Ketat

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan bencana banjir di Sintang tersebut lantaran curah hujan yang ekstrim. “Memang ada hujan yang lebih ekstrim dari biasanya,” ungkapnya.

Diketahui, sebanyak 12 kecamatan masih terdampak banjir karena meluapnya air Sungai Kapuas, dan Sungai Melawi. Setidaknya 12 kecamatan, antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian, dan Kelam Permai.

Sebanyak 10.381 KK atau 33.221 jiwa masih mengungsi. Mereka berasal dari sembilan kecamatan yang terdampak banjir sejak 21 Oktober 2021 lalu. Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian yang dioperasikan BPBD setempat.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Presiden Jokowi mengatakan, adanya banjir Bencana banjir terjadi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat karena air tidak terserap akibat karusakan daerah tangkapan hujan.

“Ya itu memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun,” ujar Jokowi setelah meresmikan jal tol Serang-Banten, Selasa (16/11).

Karena itu, Jokowi memerintahkan untuk segera memperbaiki daerah tangkapan hujan tersebut. Rencananya perbaikan tangkapan hujan tersebut dilakukan pada 2022 mendatang.

“Ya itu yang harus kita hentikan. Karena memang masalah utamanya ada di situ. Sungai Kapuas meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak. Itu yang nanti kita perbaiki. Nanti akan mulai mungkin tahun depan kita bangun nursery, persemaian,” katanya.

“Sehingga ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di catchment area. Kita perbaiki. Karena memang kerusakannya ada di situ,” tambahnya.

Baca Juga :  DENGERIN NIH! Pakar Dukung Pemindahan IKN, Singgung Jawa Sentris dan Nusantara

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan bencana banjir di Sintang tersebut lantaran curah hujan yang ekstrim. “Memang ada hujan yang lebih ekstrim dari biasanya,” ungkapnya.

Diketahui, sebanyak 12 kecamatan masih terdampak banjir karena meluapnya air Sungai Kapuas, dan Sungai Melawi. Setidaknya 12 kecamatan, antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian, dan Kelam Permai.

Sebanyak 10.381 KK atau 33.221 jiwa masih mengungsi. Mereka berasal dari sembilan kecamatan yang terdampak banjir sejak 21 Oktober 2021 lalu. Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian yang dioperasikan BPBD setempat.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/