alexametrics
25.7 C
Jayapura
Sunday, 3 July 2022

UAS Akui Dideportasi, Politisi PKS Kritik Singapura: Sesukanya Perlakukan…

RADARPAPUA.ID–Ustaz Abdul Somad (UAS) membenarkan kabar dirinya dideportasi Imigrasi Singapura. Informasi tersebut disampaikan UAS dalam sebuah akun Youtube. “Info saya dideportasi dari Singapura itu sahih, betul, bukan hoaks,” ucap UAS.

Dilansir dari Fajar.co.id, Anggota Fraksi PKS dari Dapil Riau II, Syahrul Aidi Maazat pada Selasa (17/5) pagi menyatakan bahwa perlakuan imigrasi Singapura itu tidak baik. Ulama besar sekaliber UAS tidak sepatutnya diperlakukan seperti itu.

“Negara Singapura ini merasa dirinya besar, Indonesia tidak dianggap sebagai mitra strategisnya. Sesukanya memperlakukan tokoh sekaliber UAS. Jika sekaliber UAS diperlakukan seperti itu, apalagi rakyat kecil!” tegas Dr Syahrul Aidi dikutip dari laman resmi PKS.

Atas kejadian yang tidak mengenakkan hal itu, dia mendesak pemerintah segera memanggil Dubes Singapura untuk mengklarifikasi.

“Kapan perlu Pemerintah Singapura melalui Dubes Singapura minta maaf” tegas alumni Al Azhar Mesir ini.

Dia menambahkan, jasa Indonesia terhadap Singapura sangat besar. Singapura harus pandai menjaga adab dan etika bernegara.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura, Suryopratomo mrnyampaikan Ustad Abdul Somad bukan dideportasi.

Dia menyebut, pihak imigrasi Singapura tidak mengizinkan UAS untuk masuk ke wilayah negara singa tersebut.

“UAS tidak dideportasi. Tetapi tidak mendapatkan approval (persetujuan) untuk masuk Singapura,” beber Suryopratomo.

Dia menjelaskan, perihal izin bukanlah kewenangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Suryopratomo menegaskan, keputusan tersebut merupakan kewenangan resmi dari Pemerintah Singapura. “Itu kewenangan Singapore bukan KBRI,” tegas Suryopratomo menandaskan.(Fajar/JPG)

RADARPAPUA.ID–Ustaz Abdul Somad (UAS) membenarkan kabar dirinya dideportasi Imigrasi Singapura. Informasi tersebut disampaikan UAS dalam sebuah akun Youtube. “Info saya dideportasi dari Singapura itu sahih, betul, bukan hoaks,” ucap UAS.

Dilansir dari Fajar.co.id, Anggota Fraksi PKS dari Dapil Riau II, Syahrul Aidi Maazat pada Selasa (17/5) pagi menyatakan bahwa perlakuan imigrasi Singapura itu tidak baik. Ulama besar sekaliber UAS tidak sepatutnya diperlakukan seperti itu.

“Negara Singapura ini merasa dirinya besar, Indonesia tidak dianggap sebagai mitra strategisnya. Sesukanya memperlakukan tokoh sekaliber UAS. Jika sekaliber UAS diperlakukan seperti itu, apalagi rakyat kecil!” tegas Dr Syahrul Aidi dikutip dari laman resmi PKS.

Atas kejadian yang tidak mengenakkan hal itu, dia mendesak pemerintah segera memanggil Dubes Singapura untuk mengklarifikasi.

“Kapan perlu Pemerintah Singapura melalui Dubes Singapura minta maaf” tegas alumni Al Azhar Mesir ini.

Dia menambahkan, jasa Indonesia terhadap Singapura sangat besar. Singapura harus pandai menjaga adab dan etika bernegara.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura, Suryopratomo mrnyampaikan Ustad Abdul Somad bukan dideportasi.

Dia menyebut, pihak imigrasi Singapura tidak mengizinkan UAS untuk masuk ke wilayah negara singa tersebut.

“UAS tidak dideportasi. Tetapi tidak mendapatkan approval (persetujuan) untuk masuk Singapura,” beber Suryopratomo.

Dia menjelaskan, perihal izin bukanlah kewenangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Suryopratomo menegaskan, keputusan tersebut merupakan kewenangan resmi dari Pemerintah Singapura. “Itu kewenangan Singapore bukan KBRI,” tegas Suryopratomo menandaskan.(Fajar/JPG)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/