alexametrics
27.7 C
Jayapura
Thursday, 19 May 2022

Jenderal yang Minta FPI Dibuarkan jadi KSAD, PA 212 Langsung Keluarkan Warning

RADARPAPUA.ID – Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin angkat bicara terkait pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Jenderal Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkata Darat (KSAD).

Dilansir dari Pojoksatu (jaringan Manado Post), Jenderal Dudung Abdurachman menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang dilantik menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Novel Bamukmin mengingatkan Jenderal Dudung agar selalu memiliki hubungan yang baik dengan ulama.

Pasalnya, para ulama juga memiliki peran besar dalam perjuangan dan Kemerdekaan RI dari penjajahan.

“Para petinggi TNI dan Polri harus ingat jas merah, apalagi jas hijau, jangan sekali sekali hilangkan jasa ulama, tentunya ulama yang istikamah,” kata Novel Bamukmin kepada JPNN, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga :  GEGER! Mohamad Guntur Romli Bongkar Habib Rizieq Shihab Terlibat Terorisme

Sebaliknya, Jenderal Dudung juga harus bisa menjadi pengayom para umat dan melindungi ulama.

“Karena garda terdepan pertahanan negara adalah mereka (ulama),” sambung Novel.

Novel juga mengingatkan bahwa jauh sebelum ada TNI dan Polri, para ulama sudah lebih dulu berjuang melawan penjajahan.

RADARPAPUA.ID – Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin angkat bicara terkait pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Jenderal Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkata Darat (KSAD).

Dilansir dari Pojoksatu (jaringan Manado Post), Jenderal Dudung Abdurachman menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang dilantik menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Novel Bamukmin mengingatkan Jenderal Dudung agar selalu memiliki hubungan yang baik dengan ulama.

Pasalnya, para ulama juga memiliki peran besar dalam perjuangan dan Kemerdekaan RI dari penjajahan.

“Para petinggi TNI dan Polri harus ingat jas merah, apalagi jas hijau, jangan sekali sekali hilangkan jasa ulama, tentunya ulama yang istikamah,” kata Novel Bamukmin kepada JPNN, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga :  47 Personel TNI AD Dapat Penghargaan KSAD Jenderal Dudung, Karena Lumpuhkan KKB

Sebaliknya, Jenderal Dudung juga harus bisa menjadi pengayom para umat dan melindungi ulama.

“Karena garda terdepan pertahanan negara adalah mereka (ulama),” sambung Novel.

Novel juga mengingatkan bahwa jauh sebelum ada TNI dan Polri, para ulama sudah lebih dulu berjuang melawan penjajahan.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/