alexametrics
25.7 C
Jayapura
Monday, 4 July 2022

SINGGUNG JOKOWI KAH? FPI Sebut Rezim Berkuasa Ternak Buzzer untuk Serang Ulama

RADARPAPUA.ID – Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI) meminta rezim ini menghentikan ternak buzzer yang sengaja menebar narasi Islamopobia terhadap ulama-ulama istiqomah di jalan dakwah.

Salah satunya yang baru-baru ini dialamatkan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) sehingga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di Kantor Imigrasi Singapura.

“Kami minta kepada rezim berkuasa untuk tidak lagi ternak buzzer penebar narasi islamopobia,” kata Ketua Umum FPI, Muhammad Al Attas dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022).

Para buzzer ini, kata Al Attas, memang kerap sekali menadi ancaman terhadap persatuan Islam di Indonesia.

Namun sayangnya, pemerintah malah memanfaatkan para buzzer ini untuk menyerang ulama-ulama istiqomah.

“Buzzer ini juga menjadi ancaman bagi persatuan bangsa,” tegasnya.

Seperti diketahui, Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di Kantor Imigrasi Singapura.

UAS dideportasi dan ditahan dalam ruangan berukuran 1×2 meter.

RADARPAPUA.ID – Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI) meminta rezim ini menghentikan ternak buzzer yang sengaja menebar narasi Islamopobia terhadap ulama-ulama istiqomah di jalan dakwah.

Salah satunya yang baru-baru ini dialamatkan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) sehingga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di Kantor Imigrasi Singapura.

“Kami minta kepada rezim berkuasa untuk tidak lagi ternak buzzer penebar narasi islamopobia,” kata Ketua Umum FPI, Muhammad Al Attas dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022).

Para buzzer ini, kata Al Attas, memang kerap sekali menadi ancaman terhadap persatuan Islam di Indonesia.

Namun sayangnya, pemerintah malah memanfaatkan para buzzer ini untuk menyerang ulama-ulama istiqomah.

“Buzzer ini juga menjadi ancaman bagi persatuan bangsa,” tegasnya.

Seperti diketahui, Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di Kantor Imigrasi Singapura.

UAS dideportasi dan ditahan dalam ruangan berukuran 1×2 meter.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/