alexametrics
29.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Partai Ummat Sebut Karena Terlalu Semangat Bully Formula E Anies

RADARPAPUA.ID–Partai Ummat menyebut pemerintah dan pengelola Sirkuit Mandalika tidak siap menggelar event balapan internasional.

Pasalnya, Indonesia harus impor puluhan marshal profesional dari Malaysia untuk membantu jalannya WorldSBK Indonesia 2021 dan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021. Terlebih adanya aksi mogok massal yang dilakukan marshal lokal dari NTB dan sekitarnya.

Dia lantas menyindir para pendukung pemerintah yang selama ini justru sibuk mengurus dan mencelah balapan Formula E di DKI Jakarta.

“Akibat terlalu semangat membully Formula E nya @aniesbaswe dan @Relawananies, bikin kita jadi ikut malu di mata dunia internasional,” tulis Mustofa di akun Twitter @TofaTofa_id, Jumat (19/11/2021).

Impor marshal dari negara tetangga itu terungkap lewat unggahan akun Instagram @twowheels20.

Di mana sebanyak 15 marshal dari sirkuit Sepang, Malaysia, akan terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk menyukseskan gelaran dua ajang balap kelas dunia tersebut.

Baca Juga :  Survei Terbaru, Prabowo Subianto Ternyata Paling Diminati Digital Natives

“Menyusul permasalahan marshal saat berlangsungnya putaran ketiga IATC pekan lalu, balapan terpaksa ditunda bersamaan dengan seri keempat akhir pekan ini, sebagai balapan pendukung WorldSBK,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

“Marshal balap dari Malaysia tidak asing dengan ajang internasional, karena sebelumnya juga pernah membantu Thailand dan Singapura dalam kejuaraan MotoGP dan F1,” lanjutnya.

“Semoga tenaga kerja dari serumpun Asia ini dapat melancarkan kejuaraan balap internasional akhir pekan ini,” tutup pernyataan dari akun Instagram Two Wheels Media.

Sebelumnya diberitakan, Dorna Sports dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjadwal ulang dua balapan IATC 2021 yang seharusnya berlangsung 14 November lalu, menjadi berbarengan di akhir pekan yang sama dengan WSBK Indonesia 2021 pada 19-21 November nanti. (msn/fajar)

RADARPAPUA.ID–Partai Ummat menyebut pemerintah dan pengelola Sirkuit Mandalika tidak siap menggelar event balapan internasional.

Pasalnya, Indonesia harus impor puluhan marshal profesional dari Malaysia untuk membantu jalannya WorldSBK Indonesia 2021 dan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021. Terlebih adanya aksi mogok massal yang dilakukan marshal lokal dari NTB dan sekitarnya.

Dia lantas menyindir para pendukung pemerintah yang selama ini justru sibuk mengurus dan mencelah balapan Formula E di DKI Jakarta.

“Akibat terlalu semangat membully Formula E nya @aniesbaswe dan @Relawananies, bikin kita jadi ikut malu di mata dunia internasional,” tulis Mustofa di akun Twitter @TofaTofa_id, Jumat (19/11/2021).

Impor marshal dari negara tetangga itu terungkap lewat unggahan akun Instagram @twowheels20.

Di mana sebanyak 15 marshal dari sirkuit Sepang, Malaysia, akan terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk menyukseskan gelaran dua ajang balap kelas dunia tersebut.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Penguatan Struktur Ekonomi Harus Berbasis Inovasi

“Menyusul permasalahan marshal saat berlangsungnya putaran ketiga IATC pekan lalu, balapan terpaksa ditunda bersamaan dengan seri keempat akhir pekan ini, sebagai balapan pendukung WorldSBK,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

“Marshal balap dari Malaysia tidak asing dengan ajang internasional, karena sebelumnya juga pernah membantu Thailand dan Singapura dalam kejuaraan MotoGP dan F1,” lanjutnya.

“Semoga tenaga kerja dari serumpun Asia ini dapat melancarkan kejuaraan balap internasional akhir pekan ini,” tutup pernyataan dari akun Instagram Two Wheels Media.

Sebelumnya diberitakan, Dorna Sports dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjadwal ulang dua balapan IATC 2021 yang seharusnya berlangsung 14 November lalu, menjadi berbarengan di akhir pekan yang sama dengan WSBK Indonesia 2021 pada 19-21 November nanti. (msn/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/