alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Viral Diadukan ke Jokowi, Kapolres: Silahkan, di Sini Ada Dua Korban, Tak Ada..

RADARPAPUA.ID–Polresta Bogor Kota menghadirkan dua korban pengeroyokan secara bersama-sama oleh tersangka Ujang Sarjana dan diduga kawan-kawannya, untuk menjelaskan aduan kerabatnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penahanan, karena menolak pungutan liar padahal kasus pengeroyokan.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat jumpa pers di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Timur, Jumat (22/4), menyebutkan kedua korban adalah Andriansyah dan Agus Susanto yang berprofesi sebagai penjual air mineral dan rokok.

“Silakan di sini ada dua korban. Tidak ada kriminalisasi karena ada korbannya. Jadi aduan sama sekali tidak terkait dengan kasus ini,” kata Susatyo.

Dia mengatakan, dengan jumpa pers yang menghadirkan korban pengeroyokan Ujang terkait aduan tersebut, membuktikan komitmen forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) memberantas kekerasan. “Ini salah satu bukti bahwa kami memang berkomitmen untuk tidak ada kekerasan di area public, gitu ya,” kata dia.

Susatyo menyampaikan, kepolisian bersama forkopimda fokus terhadap pungli, premanisme, termasuk untuk menyetop aksi-aksi kekerasan di area publik Kota Bogor. Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan duduk perkara aduan masyarakat kepada Presiden Jokowi di Pasar Baru Bogor mengenai penolakan pungutan liar (pungli) berujung tersangka.

Kasus tersebut berawal pada Jumat (26/11/2021) pada pukul 2.30 WIB, saat itu ada dua orang bernama Andriansyah dan Agus Santoso yang sedang berjualan, kemudian ditegur oleh Ujang Sarjana, lalu Ujang dan teman-temannya mengeroyok kobran Ardiansyah dan Agus.  Ujang kemudian dilaporkan kedua korban hingga menjadi tersangka dan kasusnya telah diproses dalam persidangan.

Baca Juga :  Yahya Waloni Didakwa Ujaran Kebencian, Ikut Diancam Tiga Pasal Pidana

Korban pengeroyokan tersebut, Andriansyah, mengungkapkan dia bersama Agus saat berjualan air mineral dan rokok awalnya didatangi Ujang Sarjana pada hari kejadian, dengan mengatakan tidak memberinya izin berjualan di salah satu gang di Pasar Baru, Bogor.

Selanjutnya Andriansyah, Agus, dan Ujang sempat cekcok mulut. Kedua pedagang air mineral ini kemudian membagi-bagikan dagangannya sesuai yang biasa dilakukan sebagai mata pencahariannya. “Tiba-tiba ada yang memukul teman saya (Agus), saudara Ade Komeng dan saya ingin membantu dia,” kata Andriansyah.

Sebelum pengeroyokan, kata dia, Ujang sempat menyeru untuk menyerang dirinya dan Agus hingga akhirnya Andriansyah ikut dikeroyok enam sampai tujuh orang tidak dikenal, sementara Agus dikeroyok para pedagang lain.

“Kata dia, hayu dak harudang (ayo teman-teman bangun). Bejakeun (bilang) (ke kakak kamu yang memberi modal dengan sistem bagi hasil) urang teu ngizinan maneh jualan didieu, artinya saya Ujang dan kakak saya Ade tidak mengizinkan kamu jualan di sini,” kata Andriansyah.

Korban lain, Agus Susanto menuturkan ketika dirinya dikeroyok, tidak tahu persis satu-satu orang yang melakukannya. “Kalau masalah pemukulan memang saya tidak ada yang kenal, cuma di belakang saya saudara Ujang Sarjana. Tetapi yang lebih jelas melihat saya saudara saya (Andriansyah),” ujarnya pula. (Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Polresta Bogor Kota menghadirkan dua korban pengeroyokan secara bersama-sama oleh tersangka Ujang Sarjana dan diduga kawan-kawannya, untuk menjelaskan aduan kerabatnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penahanan, karena menolak pungutan liar padahal kasus pengeroyokan.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat jumpa pers di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Timur, Jumat (22/4), menyebutkan kedua korban adalah Andriansyah dan Agus Susanto yang berprofesi sebagai penjual air mineral dan rokok.

“Silakan di sini ada dua korban. Tidak ada kriminalisasi karena ada korbannya. Jadi aduan sama sekali tidak terkait dengan kasus ini,” kata Susatyo.

Dia mengatakan, dengan jumpa pers yang menghadirkan korban pengeroyokan Ujang terkait aduan tersebut, membuktikan komitmen forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) memberantas kekerasan. “Ini salah satu bukti bahwa kami memang berkomitmen untuk tidak ada kekerasan di area public, gitu ya,” kata dia.

Susatyo menyampaikan, kepolisian bersama forkopimda fokus terhadap pungli, premanisme, termasuk untuk menyetop aksi-aksi kekerasan di area publik Kota Bogor. Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan duduk perkara aduan masyarakat kepada Presiden Jokowi di Pasar Baru Bogor mengenai penolakan pungutan liar (pungli) berujung tersangka.

Kasus tersebut berawal pada Jumat (26/11/2021) pada pukul 2.30 WIB, saat itu ada dua orang bernama Andriansyah dan Agus Santoso yang sedang berjualan, kemudian ditegur oleh Ujang Sarjana, lalu Ujang dan teman-temannya mengeroyok kobran Ardiansyah dan Agus.  Ujang kemudian dilaporkan kedua korban hingga menjadi tersangka dan kasusnya telah diproses dalam persidangan.

Baca Juga :  JADI PERHATIAN DUNIA! Banyak Media Asing Soroti Keputusan Jokowi, Nusantara...

Korban pengeroyokan tersebut, Andriansyah, mengungkapkan dia bersama Agus saat berjualan air mineral dan rokok awalnya didatangi Ujang Sarjana pada hari kejadian, dengan mengatakan tidak memberinya izin berjualan di salah satu gang di Pasar Baru, Bogor.

Selanjutnya Andriansyah, Agus, dan Ujang sempat cekcok mulut. Kedua pedagang air mineral ini kemudian membagi-bagikan dagangannya sesuai yang biasa dilakukan sebagai mata pencahariannya. “Tiba-tiba ada yang memukul teman saya (Agus), saudara Ade Komeng dan saya ingin membantu dia,” kata Andriansyah.

Sebelum pengeroyokan, kata dia, Ujang sempat menyeru untuk menyerang dirinya dan Agus hingga akhirnya Andriansyah ikut dikeroyok enam sampai tujuh orang tidak dikenal, sementara Agus dikeroyok para pedagang lain.

“Kata dia, hayu dak harudang (ayo teman-teman bangun). Bejakeun (bilang) (ke kakak kamu yang memberi modal dengan sistem bagi hasil) urang teu ngizinan maneh jualan didieu, artinya saya Ujang dan kakak saya Ade tidak mengizinkan kamu jualan di sini,” kata Andriansyah.

Korban lain, Agus Susanto menuturkan ketika dirinya dikeroyok, tidak tahu persis satu-satu orang yang melakukannya. “Kalau masalah pemukulan memang saya tidak ada yang kenal, cuma di belakang saya saudara Ujang Sarjana. Tetapi yang lebih jelas melihat saya saudara saya (Andriansyah),” ujarnya pula. (Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/