alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Akan Buka Muktamar NU, Presiden Jokowi Berangkat ke Lampung Kenakan Sarung…

RADARPAPUA.ID–Presiden Joko Widodo akan membuka Muktamar NU ke-34. Jokowi berangkat ke Lampung bersama Ibu negara Iriana, Rabu (22/12).

Rombongan Presiden Jokowi berangkat sekitar pukul 07.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Presiden Jokowi yang tampak mengenakan setelan jas dengan bawahan sarung warna hijau itu dijadwalkan akan membuka gelaran Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lapangan Pondok Pesantren Darussaadah, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Setelah pembukaan acara, Jokowi akan langsung kembali ke Jakarta melalui Bandara Internasional Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan.

Turut mendampingi dalam rombongan itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Seperti diketahui, NU dianggap memiliki bargain (posisi tawar) politik yang tinggi di berbagai level. Menurut pengamat politik, hal itu menjadikan muktamar NU lebih meriah dari muktamar PKB.

Dinamika dan benturan argumen dalam perjalanan menuju Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan hajatan lima tahunan warga NU ini lebih semarak dari gelaran sebelum-sebelumnya.

Baca Juga :  ADA APA? Irjen Fadil Imran Gelar Mutasi Besar-besaran di Polda Metro Jaya

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, berani menyebut kesemarakan Muktamar NU lebih meriah dibandingkan dengan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

PKB merupakan wadah politik dari warga Nahdliyin atau kader-kader Nahdlatul Ulama. “Kecenderungan Muktamar NU sekarang ini kok lebih ramai, lebih semarak, dan lebih seru dibandingkan pemilihan Ketua Umum PKB sekalipun,” ujar Adi Prayitno, Selasa (21/12).

Bagi Adi, dinamika itu terjadi alamiah sebagai media pengurus PBNU saat ini yang berkepentingan untuk mempertahankan posisinya dengan mendukung calon ketua umum yang tepat.

NU memang organisasi masyarakat. Tetapi, NU juga punya nilai tawar politik yang tidak kecil dengan posisi kader yang merata di seluruh Indonesia.

“Karena apapun judulnya, suka atau tidak suka, NU ini punya bargain politik yang kuat di berbagai level,” kata akademisi Universitas Islam Syarief Hidayatullah Jakarta ini. (ral/rmol/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID–Presiden Joko Widodo akan membuka Muktamar NU ke-34. Jokowi berangkat ke Lampung bersama Ibu negara Iriana, Rabu (22/12).

Rombongan Presiden Jokowi berangkat sekitar pukul 07.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Presiden Jokowi yang tampak mengenakan setelan jas dengan bawahan sarung warna hijau itu dijadwalkan akan membuka gelaran Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lapangan Pondok Pesantren Darussaadah, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Setelah pembukaan acara, Jokowi akan langsung kembali ke Jakarta melalui Bandara Internasional Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan.

Turut mendampingi dalam rombongan itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Seperti diketahui, NU dianggap memiliki bargain (posisi tawar) politik yang tinggi di berbagai level. Menurut pengamat politik, hal itu menjadikan muktamar NU lebih meriah dari muktamar PKB.

Dinamika dan benturan argumen dalam perjalanan menuju Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan hajatan lima tahunan warga NU ini lebih semarak dari gelaran sebelum-sebelumnya.

Baca Juga :  Bikin Sejuk, Ketua PKS Minta Umat Islam Harus Dewasa Sikapi Cuitan Ferdinand

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, berani menyebut kesemarakan Muktamar NU lebih meriah dibandingkan dengan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

PKB merupakan wadah politik dari warga Nahdliyin atau kader-kader Nahdlatul Ulama. “Kecenderungan Muktamar NU sekarang ini kok lebih ramai, lebih semarak, dan lebih seru dibandingkan pemilihan Ketua Umum PKB sekalipun,” ujar Adi Prayitno, Selasa (21/12).

Bagi Adi, dinamika itu terjadi alamiah sebagai media pengurus PBNU saat ini yang berkepentingan untuk mempertahankan posisinya dengan mendukung calon ketua umum yang tepat.

NU memang organisasi masyarakat. Tetapi, NU juga punya nilai tawar politik yang tidak kecil dengan posisi kader yang merata di seluruh Indonesia.

“Karena apapun judulnya, suka atau tidak suka, NU ini punya bargain politik yang kuat di berbagai level,” kata akademisi Universitas Islam Syarief Hidayatullah Jakarta ini. (ral/rmol/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/