alexametrics
25.7 C
Jayapura
Monday, 4 July 2022

Disanksi Pemotongan Gaji, Harta Wakil Ketua KPK Lili Siregar Malah Naik

RADARPAPUA.ID–Harta kekayaan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar terpantau bertambah hampir Rp 500 juta dalam satu tahun terakhir, pada masa pengenaan sanksi pemotongan gaji 40 persen. Lili sebelumnya dijatuhkan sanksi pemotongan gaji 40 persen selama 12 bulan.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 22 Februari 2022, total harta kekayaan Lili sebesar Rp 2.227.000.000. Terdapat penambahan jumlah harta kekayaan senilai Rp Rp 489.060.000, dari laporan sebelumnya pada 18 Februari 2021, jumlah harta kekayaan Lili senilai Rp 1.737.940.000.

Dalam situs elhkpn.kpk.go.id yang dikutip pada Senin (23/5), Lili memiliki harta berupa tanah dan bangunan bangunan yang tersebar di Tangerang Selatan dan Deli Serdang dengan nilai Rp 2.000.000.000. Dia juga lima unit kendaraan dengan harga keseluruhan mencapai Rp 727.000.000.

Rinciannya, Mobil Honda Brio tahun 2019 seharga Rp 110.000.000; Motor Yamaha NMAX tahun 2015 senilai Rp12.000.000; Motor Yamaha MT25 tahun 2020 senilai Rp 30.000.000; Mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar tahun 2020 seharga Rp 460.000.000; dan Motor BMW G 310 GS tahun 2019 senilai Rp 115.000.000.

Selain itu, mantan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ini juga tercatat mempunyai harta bergerak lainnya senilai Rp 40.000.000, kas dan setara kas Rp 200.000.000, harta lainnya Rp 110.000.000. Namun, Lili terpantau memiliki utang senilai Rp 850.000.000. Total seluruh harta kekayaan Lili Pintauli Siregar mencapai
Rp 2.227.000.000.

Sebelumnya pada Senin, 30 Agustus 2021, Dewan Pengawas KPK menghukum Lili dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji 40 persen selama 12 bulan.

Gaji pokok Wakil Ketua KPK sebesar Rp 4.620.000, gaji pokok Lili selama satu bulan hanya dipotong sebesar Rp 1.848.000. Jika dihitung selama 12 bulan, gaji pokok Lili secara total dipotong senilai Rp 22.176.000.

Lili terbukti melanggar kode etik terkait dengan penyalahgunaan pengaruh sebagai pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak berperkara yakni Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial.

Sebab, setiap insan KPK sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK yang berbunyi dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka, terdakwa, terpidana, atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang diketahui perkaranya sedang ditangani oleh KPK.

Lili terbukti melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Harta kekayaan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar terpantau bertambah hampir Rp 500 juta dalam satu tahun terakhir, pada masa pengenaan sanksi pemotongan gaji 40 persen. Lili sebelumnya dijatuhkan sanksi pemotongan gaji 40 persen selama 12 bulan.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 22 Februari 2022, total harta kekayaan Lili sebesar Rp 2.227.000.000. Terdapat penambahan jumlah harta kekayaan senilai Rp Rp 489.060.000, dari laporan sebelumnya pada 18 Februari 2021, jumlah harta kekayaan Lili senilai Rp 1.737.940.000.

Dalam situs elhkpn.kpk.go.id yang dikutip pada Senin (23/5), Lili memiliki harta berupa tanah dan bangunan bangunan yang tersebar di Tangerang Selatan dan Deli Serdang dengan nilai Rp 2.000.000.000. Dia juga lima unit kendaraan dengan harga keseluruhan mencapai Rp 727.000.000.

Rinciannya, Mobil Honda Brio tahun 2019 seharga Rp 110.000.000; Motor Yamaha NMAX tahun 2015 senilai Rp12.000.000; Motor Yamaha MT25 tahun 2020 senilai Rp 30.000.000; Mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar tahun 2020 seharga Rp 460.000.000; dan Motor BMW G 310 GS tahun 2019 senilai Rp 115.000.000.

Selain itu, mantan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ini juga tercatat mempunyai harta bergerak lainnya senilai Rp 40.000.000, kas dan setara kas Rp 200.000.000, harta lainnya Rp 110.000.000. Namun, Lili terpantau memiliki utang senilai Rp 850.000.000. Total seluruh harta kekayaan Lili Pintauli Siregar mencapai
Rp 2.227.000.000.

Sebelumnya pada Senin, 30 Agustus 2021, Dewan Pengawas KPK menghukum Lili dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji 40 persen selama 12 bulan.

Gaji pokok Wakil Ketua KPK sebesar Rp 4.620.000, gaji pokok Lili selama satu bulan hanya dipotong sebesar Rp 1.848.000. Jika dihitung selama 12 bulan, gaji pokok Lili secara total dipotong senilai Rp 22.176.000.

Lili terbukti melanggar kode etik terkait dengan penyalahgunaan pengaruh sebagai pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak berperkara yakni Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial.

Sebab, setiap insan KPK sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK yang berbunyi dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka, terdakwa, terpidana, atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang diketahui perkaranya sedang ditangani oleh KPK.

Lili terbukti melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/