alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Gubernur Olly: Sulut Siap Tuan Rumah W20

MANADO— Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) memastikan bahwa Provinsi Sulut siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Presidensi G20 (Group of Twenty) tahun 2022 dan Women20 (W20).

Gubernur OD juga mengatakan bahwa sebelum dilaksanakan di Bali, Sulut mendapatkan beberapa sesion dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Pemprov Sulut sangat siap untuk melaksanakan kegiatan G20 khususnya W20 di Sulut, bahkan kami diberikan beberapa sesion dalam pelaksanaan kegiatan ini, sebelum nantinya akan di buka di Bali. Tapi rangkaian kegiatan pertama itu ada di Sulut. Kita laksanakan di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut),” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa Kabupaten Minut akan menjadi tempat yang akan dikunjungi para delegasi W20 ini. “Nantinya para peserta W20 akan mengunjungi lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ada di Likupang. Nah anggota G20 khususnya sesion W20, terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, Turki, dan Uni Eropa,” ucap Gubernur OD.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan bahwa Kabupaten Minut, bakal menjadi salah satu lokasi tempat diselenggarakannya iven internasional Women20 (W20). Perhelatan bergensi yang bakal dihadiri beberapa negara, yang akan membahas isu perempuan, akan difokuskan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang.

“Dengan adanya iven internasional W20 akan menjadi promosi besar bagi KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang. Itu justru akan membuat kawasan pariwisata di Semenanjung Jazirah Utara Sulawesi itu, makin dikenal dunia. W20 adalah iven international pertama pada tahun 2022 ini. Jika sukses, maka Sulut, terlebih Likupang akan lebih dikenal dimata dunia,” tuturnya.

Wagub Kandouw juga mengatakan bahwa, dalam pertemuan dengan pihak panitia G20, ada banyak hal yang dibahas terkait sejumlah konsep dan mematangkan kegiatan berskala internasional. “W20 atau Women20 adalah side event dari G20 yang fokus dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Iven ini diikuti negara-negara maju di dunia. Kegiatan ini akan berlangsung pada 14-16 Februari 2022 di Likupang, Minahasa Utara, Provinsi Sulut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Presiden Korea Selatan Sangat Menghormati Megawati

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos yang hadir dalam pertemuan dengan pihak panitia G20 mengatakan bahwa, Group of 20 (G20) adalah grup dari 19 negara dan Uni Eropa. “G20 merupakan forum ekonomi dengan posisi yang sangat strategis karena mempresentasikan 60 persen dari populasi dunia, 75 persen perdagangan global dan 85 persen dari ekonomi dunia. Nah kemudian W20 adalah salah satu Engagement Group (EG) dari G20 yang fokus dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.

Mantan Noni Sulut tersebut juga mengatakan bahwa Indonesia, sebagai presidensi G2O di tahun 2022, juga memiliki komitmen yang kuat dalam mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. W20 menurut dr Devi, merupakan salah satu EG, akan berkolaborasl dengan seluruh EG/WG untuk memastikan adanya pengarusutamaan isu gender dan pemberdayaan perempuan dalam deklarasi pemimpin G20.

“Dan nantinya ada empat isu utama yang akan dibahas. Mulai dari promotion equality, safety and welfare by eradicating discrimination that impairs women’s participation in the economy. Achieving economic Inclusion by supporting MSMEs owned and managed by women. Serta. Addressing vulnerabilities to increase resmenoe, focusing on women with disability and rural women. Juga Gender equitable health responses,” tutupnya. (*)

MANADO— Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) memastikan bahwa Provinsi Sulut siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Presidensi G20 (Group of Twenty) tahun 2022 dan Women20 (W20).

Gubernur OD juga mengatakan bahwa sebelum dilaksanakan di Bali, Sulut mendapatkan beberapa sesion dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Pemprov Sulut sangat siap untuk melaksanakan kegiatan G20 khususnya W20 di Sulut, bahkan kami diberikan beberapa sesion dalam pelaksanaan kegiatan ini, sebelum nantinya akan di buka di Bali. Tapi rangkaian kegiatan pertama itu ada di Sulut. Kita laksanakan di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut),” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa Kabupaten Minut akan menjadi tempat yang akan dikunjungi para delegasi W20 ini. “Nantinya para peserta W20 akan mengunjungi lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ada di Likupang. Nah anggota G20 khususnya sesion W20, terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, Turki, dan Uni Eropa,” ucap Gubernur OD.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan bahwa Kabupaten Minut, bakal menjadi salah satu lokasi tempat diselenggarakannya iven internasional Women20 (W20). Perhelatan bergensi yang bakal dihadiri beberapa negara, yang akan membahas isu perempuan, akan difokuskan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang.

“Dengan adanya iven internasional W20 akan menjadi promosi besar bagi KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang. Itu justru akan membuat kawasan pariwisata di Semenanjung Jazirah Utara Sulawesi itu, makin dikenal dunia. W20 adalah iven international pertama pada tahun 2022 ini. Jika sukses, maka Sulut, terlebih Likupang akan lebih dikenal dimata dunia,” tuturnya.

Wagub Kandouw juga mengatakan bahwa, dalam pertemuan dengan pihak panitia G20, ada banyak hal yang dibahas terkait sejumlah konsep dan mematangkan kegiatan berskala internasional. “W20 atau Women20 adalah side event dari G20 yang fokus dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Iven ini diikuti negara-negara maju di dunia. Kegiatan ini akan berlangsung pada 14-16 Februari 2022 di Likupang, Minahasa Utara, Provinsi Sulut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gubernur OD Ajak Pemuda Sulut Bangkit dan Tumbuh Hadapi Pandemi

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos yang hadir dalam pertemuan dengan pihak panitia G20 mengatakan bahwa, Group of 20 (G20) adalah grup dari 19 negara dan Uni Eropa. “G20 merupakan forum ekonomi dengan posisi yang sangat strategis karena mempresentasikan 60 persen dari populasi dunia, 75 persen perdagangan global dan 85 persen dari ekonomi dunia. Nah kemudian W20 adalah salah satu Engagement Group (EG) dari G20 yang fokus dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.

Mantan Noni Sulut tersebut juga mengatakan bahwa Indonesia, sebagai presidensi G2O di tahun 2022, juga memiliki komitmen yang kuat dalam mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. W20 menurut dr Devi, merupakan salah satu EG, akan berkolaborasl dengan seluruh EG/WG untuk memastikan adanya pengarusutamaan isu gender dan pemberdayaan perempuan dalam deklarasi pemimpin G20.

“Dan nantinya ada empat isu utama yang akan dibahas. Mulai dari promotion equality, safety and welfare by eradicating discrimination that impairs women’s participation in the economy. Achieving economic Inclusion by supporting MSMEs owned and managed by women. Serta. Addressing vulnerabilities to increase resmenoe, focusing on women with disability and rural women. Juga Gender equitable health responses,” tutupnya. (*)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/