alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Sekjen PKS: Ada Penunggang Gelap Manfaatkan Isu Terorisme untuk Bubarkan MUI

RADARPAPUA.ID–Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi menduga ada penunggang gelap dalam isu pemberantasan terorisme. Hal ini dia sampaikan setelah banyaknya pihak yang meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibubarkan.

Sebagaimana diketahui, Ahmad Zain An Najah yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror atas dugaan terlibat jaringan teroris adalah anggota Komisi Fatwa MUI.

“Ada penunggang gelap yang memanfaatkan isu pemberantasan terorisme. Mereka ini menunggangi isu pemberantasan terorisme untuk membubarkan MUI. Jelas kita harus berhati-hati menyikapi penunggang gelap seperti ini,” ujar Aboe kepada wartawan, Rabu (24/11).

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan logika kebablasan. Dia mengatakan, ika ada salah satu anggota MUI yang terpapar paham radikalisme, bukan berarti MUI harus dibubarkan.

Baca Juga :  Heboh Nama di KTP Minimal Dua kata, Dirjen Dukcapil: Jika Pemohon Bersikeras...

“Ini adalah pemikiran yang kebablasan. Sama halnya jika ada oknum kepolisian yang terpapar seperti Sofyan Tsauri atau Bripda Nesti, lantas berpikir akan membubarkan Kepolisian. Tentu ini sangat tidak tepat, logikanya sesat dan menyesatkan,” katanya.

Aboe juga menyakini tidak ada satu institusi pun yang bisa menjamin jajarannya steril dari pengaruh radikalisme. Oleh karenanya, yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan membentengi mental personel dengan baik.

RADARPAPUA.ID–Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi menduga ada penunggang gelap dalam isu pemberantasan terorisme. Hal ini dia sampaikan setelah banyaknya pihak yang meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibubarkan.

Sebagaimana diketahui, Ahmad Zain An Najah yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror atas dugaan terlibat jaringan teroris adalah anggota Komisi Fatwa MUI.

“Ada penunggang gelap yang memanfaatkan isu pemberantasan terorisme. Mereka ini menunggangi isu pemberantasan terorisme untuk membubarkan MUI. Jelas kita harus berhati-hati menyikapi penunggang gelap seperti ini,” ujar Aboe kepada wartawan, Rabu (24/11).

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan logika kebablasan. Dia mengatakan, ika ada salah satu anggota MUI yang terpapar paham radikalisme, bukan berarti MUI harus dibubarkan.

Baca Juga :  Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Pelaku LGBT, Politisi PKS: Mestinya Public Figure..

“Ini adalah pemikiran yang kebablasan. Sama halnya jika ada oknum kepolisian yang terpapar seperti Sofyan Tsauri atau Bripda Nesti, lantas berpikir akan membubarkan Kepolisian. Tentu ini sangat tidak tepat, logikanya sesat dan menyesatkan,” katanya.

Aboe juga menyakini tidak ada satu institusi pun yang bisa menjamin jajarannya steril dari pengaruh radikalisme. Oleh karenanya, yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan membentengi mental personel dengan baik.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/