alexametrics
26.7 C
Jayapura
Wednesday, 18 May 2022

Ketum PSI Diduga Sindir Anies Baswedan Sosok Pembohong, PKS Langsung Bereaksi

RADARPAPUA.ID–Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyinggung sosok pembohong yang pernah dipecat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Banyak pihak menilai Giring menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Ahmad Yani menyebut Giring Ganesha hanya mencari popularitas.

“Giring ingin cari panggung saja biar supaya dapat berita,” kata Ahmad Yani, Kamis (23/12).

Ia meyakini, pernyataan kontroversial itu memang sengaja dilontarkan Giring. Tujuannya, tidak lain agar publik kemudian membicarakan eks frontman grup band Nidji itu.

“Biar supaya orang membicarakan dia. Makanya, selama ini saya enggak mau tanggapi,” kata dia.

Karena itu, Ahmad Yani mengaku tak perlu menanggapi atau mengomentari pidato Giring Ganesha.

Untuk diketahui, sosok pembohong dan pernah dipecat Presiden Jokowi itu disampaikan Giring Ganesha dalam pidato di puncak HUT ke-7 PSI, Rabu (22/12/2021) malam.

Awalnya, Giring menyinggung soal ancaman generasi bangsa yang terancam bahaya intoleransi.

Baca Juga :  Gempa Sering Terjadi, Ustaz Abdul Somad: Tanda Kiamat Kian Dekat

Menurut Giring, Indonesia akan semakin terancam jika pengganti Jokowi nantinya adalah sosok pembohong yang pernah dipecat Presiden Jokowi.

Sosok yang disinggung Giring itu, jelas tidak pantas menggantikan Jokowi sebagai presiden.

Giring Ganesha pun mewanti-wanti agar jangan sampai pengganti Jokowi adalah sosok yang memiliki rekam jejak menggunakan isu SARA.

“Dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada,” pekik Giring dengan suara meninggi.

Selain pembohong, sosok itu juga disebut Giring tidak becus bekerja dan hanya akan membawa Indonesia menjadi lebih suram.

“Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi, karena tidak becus bekerja,” pekiknya lagi disambut tepuk tangan hadirin.

Giring menyatakan, ingin menarik garis tegas tidak akan berkompromi dengan sosok tersebut.

“Termasuk dengan memperalat agama. Main mata, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran. Menggunakan ayat (Alquran) untuk menjatuhkan lawan politik,” tegas Giring. (ruh/int/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID–Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyinggung sosok pembohong yang pernah dipecat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Banyak pihak menilai Giring menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Ahmad Yani menyebut Giring Ganesha hanya mencari popularitas.

“Giring ingin cari panggung saja biar supaya dapat berita,” kata Ahmad Yani, Kamis (23/12).

Ia meyakini, pernyataan kontroversial itu memang sengaja dilontarkan Giring. Tujuannya, tidak lain agar publik kemudian membicarakan eks frontman grup band Nidji itu.

“Biar supaya orang membicarakan dia. Makanya, selama ini saya enggak mau tanggapi,” kata dia.

Karena itu, Ahmad Yani mengaku tak perlu menanggapi atau mengomentari pidato Giring Ganesha.

Untuk diketahui, sosok pembohong dan pernah dipecat Presiden Jokowi itu disampaikan Giring Ganesha dalam pidato di puncak HUT ke-7 PSI, Rabu (22/12/2021) malam.

Awalnya, Giring menyinggung soal ancaman generasi bangsa yang terancam bahaya intoleransi.

Baca Juga :  Koar-koar Ahok Disebut Karena Incar Kursi Erick Thohir, Pengamat Sarankan...

Menurut Giring, Indonesia akan semakin terancam jika pengganti Jokowi nantinya adalah sosok pembohong yang pernah dipecat Presiden Jokowi.

Sosok yang disinggung Giring itu, jelas tidak pantas menggantikan Jokowi sebagai presiden.

Giring Ganesha pun mewanti-wanti agar jangan sampai pengganti Jokowi adalah sosok yang memiliki rekam jejak menggunakan isu SARA.

“Dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada,” pekik Giring dengan suara meninggi.

Selain pembohong, sosok itu juga disebut Giring tidak becus bekerja dan hanya akan membawa Indonesia menjadi lebih suram.

“Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi, karena tidak becus bekerja,” pekiknya lagi disambut tepuk tangan hadirin.

Giring menyatakan, ingin menarik garis tegas tidak akan berkompromi dengan sosok tersebut.

“Termasuk dengan memperalat agama. Main mata, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran. Menggunakan ayat (Alquran) untuk menjatuhkan lawan politik,” tegas Giring. (ruh/int/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/