alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Komnas HAM Temukan Dugaan Kekerasan Aparat di Wadas, Ini Respon Polisi

RADARPAPUA.ID–Polda Jawa Tengah angkat suara terkait temuan Komnas HAM dalam konflik di Wadas, Purworejo. Polisi menghormati temuan Komnas HAM terkait adanya dugaan kekerasan yang dilakukan aparat.

“Kami menghargai apa yang menjadi temuan dan rekomendasi Komnas HAM. Tentunya akan menjadi Bahan anev (analisa dan evaluasi) untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy kepada wartawan, Jumat (25/2).

Iqbal menuturkan, aparat TNI-Polri terus berusaha membangun komunikasi sosial antar masyarakat yang pro dan kontra terhadap pertambangan batu andesit di Wadas. Kegiatan ini untuk mengupayakan kondisi yang kondusif.

“Juga kita melakuakan serangkaian bhakti sosial, psikoedukasi atau psikososial bagi anak-anak dan warga oleh konselor Polda sudah berjalan,” jelasnya.

Baca Juga :  NGERI! LBH Sebut Polisi Masuk Keluar Rumah di Wadas, Sweeping dan Rampas HP

Sebelumnya, Komnas HAM menemukan fakta saat terjadinya bentrok di Wadas pada 8 Februari 2022 lalu. Komnas HAM menemukan adanya polisi berpakaian preman yang diduga melakukan kekerasan kepada warga.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, saat konflik terjadi, polisi mengerahkan 250 personel. “50 personel berpakaian sipil atau preman,” kata dia di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (24/2).

Anam menuturkan, akibat kekerasan dari petugas, beberapa warga mengalami luka-luka. Seperti luka di kening, lutut, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Namun, Komnas HAM memastikan para warga yang terluka tidak ada yang dilarikan ke rumah sakit.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Polda Jawa Tengah angkat suara terkait temuan Komnas HAM dalam konflik di Wadas, Purworejo. Polisi menghormati temuan Komnas HAM terkait adanya dugaan kekerasan yang dilakukan aparat.

“Kami menghargai apa yang menjadi temuan dan rekomendasi Komnas HAM. Tentunya akan menjadi Bahan anev (analisa dan evaluasi) untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy kepada wartawan, Jumat (25/2).

Iqbal menuturkan, aparat TNI-Polri terus berusaha membangun komunikasi sosial antar masyarakat yang pro dan kontra terhadap pertambangan batu andesit di Wadas. Kegiatan ini untuk mengupayakan kondisi yang kondusif.

“Juga kita melakuakan serangkaian bhakti sosial, psikoedukasi atau psikososial bagi anak-anak dan warga oleh konselor Polda sudah berjalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Video Call Pesepeda Peraih Medali Sea Games, Kapolri: Indonesia Sangat Bangga

Sebelumnya, Komnas HAM menemukan fakta saat terjadinya bentrok di Wadas pada 8 Februari 2022 lalu. Komnas HAM menemukan adanya polisi berpakaian preman yang diduga melakukan kekerasan kepada warga.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, saat konflik terjadi, polisi mengerahkan 250 personel. “50 personel berpakaian sipil atau preman,” kata dia di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (24/2).

Anam menuturkan, akibat kekerasan dari petugas, beberapa warga mengalami luka-luka. Seperti luka di kening, lutut, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Namun, Komnas HAM memastikan para warga yang terluka tidak ada yang dilarikan ke rumah sakit.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/