alexametrics
29.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

KKB Papua Kembali Serang Pos TNI, Dua Prajurit Tewas Tertembak

RADARPAPUA.ID–Pos TNI kembali diserang Kelompok Kriminal Bersenjata atau teroris Papua, Kamis (27/1). Pos TNI itu terletak di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak.

Dilansir dari Fajar.co.id, Kelompok Kriminal Bersenjata atau teroris Papua kembali menyerang pos TNI. Kali ini pos yang berada di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak diberondong senjata, Kamis (27/1/2022).

Kapendam XVII/Cenderawasih mengungkapkan bahwa gerombolan KKB itu mulai menyerang dengan menembak hingga terjadi kontak senjata dengan prajurit TNI.

“Sampai saat ini masih terjadi kontak tembak di lokasi tersebut. Akibat dari kejadian ini, 2 orang personel dari Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH terkena tembakan,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih.

“Sampai saat ini Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH melaksanakan siaga di Pos Gome dan sedang melaksanakan evakuasi terhadap korban tersebut,” tambah Kapendam XVII/Cenderawasih.

Lebih lanjut Kapendam XVII/Cenderawasih mengatakan kondisi terakhir 2 orang personel Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH yang terkena tembakan 1 orang meninggal dunia di tempat tersebut.

“Dari dua Prajurit TNI yang tertembak, satu orang meninggal dunia di tempat atas nama Serda Rizal. Sedangkan Pratu Baraza yang terkena tembakan di bagian perut, setelah mendapat penanganan di Puskesmas Ilaga Kab. Puncak namun tidak tertolong sehingga meninggal dunia,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih.

Baca Juga :  Baku Tembak di Intan Jaya, Satu Teroris Papua Tewas, Dua Anggota TNI Terluka

Sontak peristiwa itu langsung dikomentari Analis Kebijakan Publik, Said Didu. Menurutnya penyerang prajurit TNI itu jelas-jelas kelompok radikal. “Nih jelas2 radikal,” tulis Said Didu dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (27/1).

Seperti diketahui, belum lama ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengungkapkan, kelompok radikal kini telah memasuki beberapa elemen masyarakat, salah satunya adalah elemen mahasiswa.

Hal itu diketahui Dudung berdasarkan hasil Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan Tahun 2022 beberapa waktu lalu.

“Oleh karena itu, komandan (satuan) sudah menentukan langkah antisipasi, kewaspadaan agar prajurit kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” ujar Dudung saat memimpin apel gelar pasukan yang diikuti 2.655 prajurit TNI AD wilayah Jabodetabek di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022). (msn/fajar)

RADARPAPUA.ID–Pos TNI kembali diserang Kelompok Kriminal Bersenjata atau teroris Papua, Kamis (27/1). Pos TNI itu terletak di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak.

Dilansir dari Fajar.co.id, Kelompok Kriminal Bersenjata atau teroris Papua kembali menyerang pos TNI. Kali ini pos yang berada di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak diberondong senjata, Kamis (27/1/2022).

Kapendam XVII/Cenderawasih mengungkapkan bahwa gerombolan KKB itu mulai menyerang dengan menembak hingga terjadi kontak senjata dengan prajurit TNI.

“Sampai saat ini masih terjadi kontak tembak di lokasi tersebut. Akibat dari kejadian ini, 2 orang personel dari Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH terkena tembakan,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih.

“Sampai saat ini Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH melaksanakan siaga di Pos Gome dan sedang melaksanakan evakuasi terhadap korban tersebut,” tambah Kapendam XVII/Cenderawasih.

Lebih lanjut Kapendam XVII/Cenderawasih mengatakan kondisi terakhir 2 orang personel Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH yang terkena tembakan 1 orang meninggal dunia di tempat tersebut.

“Dari dua Prajurit TNI yang tertembak, satu orang meninggal dunia di tempat atas nama Serda Rizal. Sedangkan Pratu Baraza yang terkena tembakan di bagian perut, setelah mendapat penanganan di Puskesmas Ilaga Kab. Puncak namun tidak tertolong sehingga meninggal dunia,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih.

Baca Juga :  Penembakan Anak di Intan Jaya, Teroris Papua Tuding TNI Pelakunya

Sontak peristiwa itu langsung dikomentari Analis Kebijakan Publik, Said Didu. Menurutnya penyerang prajurit TNI itu jelas-jelas kelompok radikal. “Nih jelas2 radikal,” tulis Said Didu dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (27/1).

Seperti diketahui, belum lama ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengungkapkan, kelompok radikal kini telah memasuki beberapa elemen masyarakat, salah satunya adalah elemen mahasiswa.

Hal itu diketahui Dudung berdasarkan hasil Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan Tahun 2022 beberapa waktu lalu.

“Oleh karena itu, komandan (satuan) sudah menentukan langkah antisipasi, kewaspadaan agar prajurit kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” ujar Dudung saat memimpin apel gelar pasukan yang diikuti 2.655 prajurit TNI AD wilayah Jabodetabek di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022). (msn/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/