alexametrics
22.7 C
Jayapura
Tuesday, 28 June 2022

Pengakuan Bos DNA Pro: Saya Minta Maaf, Awalnya Aplikasi Kami Sangat Baik…

RADARPAPUA.ID–Direktur Utama PT DNA Pro Akademi, Daniel Abe akhirnya angkat suara terkait kasus penipuan yang melilitnya. Dia menyampaikan permohonan maaf atas kejahatan yang dilakukannya.

“Saya Daniel Abe selaku Direktur Utama DNA Pro saya meminta maaf sebesar-besarnya untuk para kolega, kepada keluarga, kepada member dan saya sudah bertanggungjawab atas semua itu sampai detik ini,” kata Daniel di Bareskrim Polri, Jakarta.

Daniel mengakui sebagai pembuat DNA Pro. Dia mengklaim DNA Pro dibuat tidak untuk merugikan masyarakat.

“Awalnya aplikasi DNA itu memang sangat baik. Tapi karena berkembang pesatnya member dan ketidaksiapan sistem kami, maka terjadilah skema piramida itu,” jelas Daniel.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyampaikan perkembangan terkini penanganan kasus penipuan robot trading DNA Pro. Sampai saat ini penyidik telah menetapkan 11 tersangka, dan 3 lainnya buron.

“Dalam penanganan ini, Dittipideksus menetapkan 11 tersangka dan ada tiga tersangka lain yang merupakan DPO,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan, para tersangka seluruhnya sudah ditahan. Sedangkan 3 DPO diduga berada di luar negeri.

“Tiga tersangka masih dalam pencarian yang diduga ada di luar negeri,” jelas Whisnu.

Ketiga DPO tersebut antara lain bernama Fauzi alias Daniel Zii yang berperan sebagai Direktur Business Development, Verawati alias Fel sebagai Founder Tim dan terakhir Devin alias Devinata Gunawan yang berperan sebagai Co Founder. Sedangkan 11 tersangka yang sudah ditangkap antara lain DA, RK, RS, DT, YTS, FYT, RL, JG, SR, HAS dan MA.

Atas perbuatanya, para tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 160 junto Pasal 24 dan Pasal 105 junto Pasal 9 UU nomor 7 tahun 2014 dan Pasal 3 atau 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. Para tersangka terancam hukuman hingga 20 tahun penjara.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Direktur Utama PT DNA Pro Akademi, Daniel Abe akhirnya angkat suara terkait kasus penipuan yang melilitnya. Dia menyampaikan permohonan maaf atas kejahatan yang dilakukannya.

“Saya Daniel Abe selaku Direktur Utama DNA Pro saya meminta maaf sebesar-besarnya untuk para kolega, kepada keluarga, kepada member dan saya sudah bertanggungjawab atas semua itu sampai detik ini,” kata Daniel di Bareskrim Polri, Jakarta.

Daniel mengakui sebagai pembuat DNA Pro. Dia mengklaim DNA Pro dibuat tidak untuk merugikan masyarakat.

“Awalnya aplikasi DNA itu memang sangat baik. Tapi karena berkembang pesatnya member dan ketidaksiapan sistem kami, maka terjadilah skema piramida itu,” jelas Daniel.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyampaikan perkembangan terkini penanganan kasus penipuan robot trading DNA Pro. Sampai saat ini penyidik telah menetapkan 11 tersangka, dan 3 lainnya buron.

“Dalam penanganan ini, Dittipideksus menetapkan 11 tersangka dan ada tiga tersangka lain yang merupakan DPO,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan, para tersangka seluruhnya sudah ditahan. Sedangkan 3 DPO diduga berada di luar negeri.

“Tiga tersangka masih dalam pencarian yang diduga ada di luar negeri,” jelas Whisnu.

Ketiga DPO tersebut antara lain bernama Fauzi alias Daniel Zii yang berperan sebagai Direktur Business Development, Verawati alias Fel sebagai Founder Tim dan terakhir Devin alias Devinata Gunawan yang berperan sebagai Co Founder. Sedangkan 11 tersangka yang sudah ditangkap antara lain DA, RK, RS, DT, YTS, FYT, RL, JG, SR, HAS dan MA.

Atas perbuatanya, para tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 160 junto Pasal 24 dan Pasal 105 junto Pasal 9 UU nomor 7 tahun 2014 dan Pasal 3 atau 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. Para tersangka terancam hukuman hingga 20 tahun penjara.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/