alexametrics
26.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

TERUNGKAP! Netizen Beberkan Sosok Dua Pria di Video Eddy Mulyadi, Ternyata…

RADARPAPUA.ID–Edy Mulyadi menyampaikan permintaaan maafnya melalui video klarfikasi di chanel YouTubenya belum lama ini.

Dilansir dari Fajar.co.id, ada sua sosok pria yang berada di samping Edy Mulyadi dalam video tersebut, menjadi sorotan di media sosial.

Dua pria itu mengaku sebagai warga Kalimantan. Keduanya akui tidak tersinggung dengan pernyataan Edy Mulyadi yang menganggap Kalimantan tempat jin buang anak.

Rupanya, keduanya pernah terlibat dalam acara deklarasi Anies Baswedan untuk Pilpres 2024. Hal itu seperti diungkapkan oleh akun twitter @PakkatDayak.

Dia menyebut bahwa kedua pria itu bukan tokoh Kalimantan. Mereka hanya warga biasa yang merupakan pendukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2024.

“Org di video tersebut bkn tokoh kalimantan. Mereka 1 komplotan. Sulaiman Halim dan Muhammad Uhaib As’ad adlh kelompok yg baru² deklarasi Dukung AB Presiden 2024 di Kalimantan selatan, satu gerbong dg Edi Mulyadi yg partainya mengususng AB jadi RI 1,” tulis @PakkatDayak.

Akun ini juga menyertakan foto deklarasi Anies di Banjarmasin Kalimantan Selatan yang diikuti oleh dua orang tersebut. Deklarasi itu digelar pada Desember 2021.

Baca Juga :  KKB Kembali Berulah, Satgas Nemangkawi Ditembak di Kiwirok

“Jangan ngaku ngaku jadi tokoh kalimantan ya… Anda tidak mewakili kami masyarakat kalimantan.. Anda hanya membela teman anda!!” tulis @PakkatDayak.

Lewat foto tersebut, deklarasi Anies diberinama ‘Gebrak’ Gerakan Bersama Rakyat Kalimantan untuk Anies R1.

“Mereka ini satu geng.., sama sama ngarep Anis Baswedan jadi Presiden. sesama teman pasti mereka saling rangkul, tapi bagi kami yang merasa di hina, kalo bisa sama Edy itu saling pukul.” tulisnya.

Adapun Edy Mulyadi dilaporkan oleh berbagai pihak. Terutama masyarakat Kalimantan. Mereka tak terima Kaliamantan dianggap sebagai tempat jib buang anak.

Mabes Polri telah menaikan kasus Edy Mulyadi dari penyelidikan ke penyidikan. Edy dijadwalkan diperiksa pada Jumat 28 Januari 2022 besok. Polisi telah melayangkan surat panggilan.Edy Mulyadi akan diperiksa sebagai saksi.

Polri juga telah mengirim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung pada Rabu kemarin.

Sebelum menaikan status kasus Edy Mulyadi, Polri telah memeriksa 15 orang saksi dan 5 saksi ahli.(fin/fajar)

RADARPAPUA.ID–Edy Mulyadi menyampaikan permintaaan maafnya melalui video klarfikasi di chanel YouTubenya belum lama ini.

Dilansir dari Fajar.co.id, ada sua sosok pria yang berada di samping Edy Mulyadi dalam video tersebut, menjadi sorotan di media sosial.

Dua pria itu mengaku sebagai warga Kalimantan. Keduanya akui tidak tersinggung dengan pernyataan Edy Mulyadi yang menganggap Kalimantan tempat jin buang anak.

Rupanya, keduanya pernah terlibat dalam acara deklarasi Anies Baswedan untuk Pilpres 2024. Hal itu seperti diungkapkan oleh akun twitter @PakkatDayak.

Dia menyebut bahwa kedua pria itu bukan tokoh Kalimantan. Mereka hanya warga biasa yang merupakan pendukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2024.

“Org di video tersebut bkn tokoh kalimantan. Mereka 1 komplotan. Sulaiman Halim dan Muhammad Uhaib As’ad adlh kelompok yg baru² deklarasi Dukung AB Presiden 2024 di Kalimantan selatan, satu gerbong dg Edi Mulyadi yg partainya mengususng AB jadi RI 1,” tulis @PakkatDayak.

Akun ini juga menyertakan foto deklarasi Anies di Banjarmasin Kalimantan Selatan yang diikuti oleh dua orang tersebut. Deklarasi itu digelar pada Desember 2021.

Baca Juga :  DENGERIN NIH! Karyawan Tak Terima Upah Lembur Lebaran Bisa Penjarakan Bos

“Jangan ngaku ngaku jadi tokoh kalimantan ya… Anda tidak mewakili kami masyarakat kalimantan.. Anda hanya membela teman anda!!” tulis @PakkatDayak.

Lewat foto tersebut, deklarasi Anies diberinama ‘Gebrak’ Gerakan Bersama Rakyat Kalimantan untuk Anies R1.

“Mereka ini satu geng.., sama sama ngarep Anis Baswedan jadi Presiden. sesama teman pasti mereka saling rangkul, tapi bagi kami yang merasa di hina, kalo bisa sama Edy itu saling pukul.” tulisnya.

Adapun Edy Mulyadi dilaporkan oleh berbagai pihak. Terutama masyarakat Kalimantan. Mereka tak terima Kaliamantan dianggap sebagai tempat jib buang anak.

Mabes Polri telah menaikan kasus Edy Mulyadi dari penyelidikan ke penyidikan. Edy dijadwalkan diperiksa pada Jumat 28 Januari 2022 besok. Polisi telah melayangkan surat panggilan.Edy Mulyadi akan diperiksa sebagai saksi.

Polri juga telah mengirim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung pada Rabu kemarin.

Sebelum menaikan status kasus Edy Mulyadi, Polri telah memeriksa 15 orang saksi dan 5 saksi ahli.(fin/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/