alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Dipicu Persoalan Asmara, Polisi Penembak Polisi Dipecat

RADARPAPUA– Sanksi tegas akan dijatuhkan kepada Bripka M Nasir (MN), anggota kepolisian yang menembak mati rekannya, Briptu Hairul Tamimi (HT). Setelah proses pidana dilalui, dipastikan MN dipecat. ”Saya pastikan oknum itu akan saya pecat sesuai dengan mekanismenya,” tegas Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Muhammad Iqbal.

Pemecatan akan melalui prosedur yang sudah ditetapkan. Menunggu putusan inkracht pengadilan terlebih dahulu. Selanjutnya, dilakukan sidang sanksi disiplin dan kode etik Polri sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri dan Peraturan Kapolri Nomor 43 Tahun 2004 tentang Tata Cara Penyelesaian Pelanggaran Disiplin bagi Anggota Polri.

Dalam pasal 13 PP Nomor 2 Tahun 2003 sudah diatur mekanismenya. Sanksi pemecatan terhadap anggota kepolisian akan ditentukan melalui sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri. Bripka MN menembak rekan seprofesinya dengan menggunakan senjata api laras panjang Sabhara Polri jenis SS-V2. Polisi yang bertugas di Polsek Wanasaba, Lombok Timur (Lotim), NTB, itu mendatangi rumah korban di kompleks Perumahan Griya Pesona Madani, Lotim, Senin (25/10).

Diduga, Bripka MN menembak mati Briptu Hairul Tamimi dipicu persoalan asmara. Korban diduga memiliki hubungan khusus dengan istri Bripka MN.

Berdasar hasil prarekonstruksi yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Lotim, Briptu HT ditembak setelah mandi. Dia ditembak di depan gerbang saat hendak membuka pintu gerbang rumah.

Baca Juga :  GAWAT!Satu Orang Terpapar Omicron Keluar dari Wisma Atlet Pergi dengan Keluarga

MN menempelkan senjata di pintu gerbang, lalu menembakkannya ke korban. Hasil otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal akibat luka tembak di bagian dada sebelah kanan.

Akibat perbuatannya, Bripka MN dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Ditreskrimum Polda NTB telah melakukan gelar perkara kasus penembakan Bripka MN terhadap Briptu HT. Direskrimum Polda NTB Kombespol Hari Brata mengatakan, dari gelar perkara itu, diketahui ada rencana Bripka MN untuk membunuh rekan seprofesinya. Mulai MN mengambil senjata SS-V2 di Mapolsek Wanasaba hingga pergi ke rumah Briptu Hairul Tamimi dengan membawa senjata.

”Kita gelar perkara untuk menentukan unsur pembunuhan berencana (pasal 340 KUHP),” ujarnya.

Berdasar hasil gelar perkara, unsur penerapan pasal 340 KUHP sudah cukup kuat. Sebab, dia dengan sengaja mengisi peluru tajam pada senjata yang dibawanya. ”Pelaku (Bripka MN) ini sudah mengetahui di magasin itu berisi peluru tajam,” jelasnya.

Padahal, jenis senjata itu mengandung dua model peluru. Yakni, peluru tajam dan karet. Tetapi, yang diambil berisi peluru tajam. ”Dari situ sudah muncul niat (ingin membunuh korban),” terang Hari. (jawapos)

RADARPAPUA– Sanksi tegas akan dijatuhkan kepada Bripka M Nasir (MN), anggota kepolisian yang menembak mati rekannya, Briptu Hairul Tamimi (HT). Setelah proses pidana dilalui, dipastikan MN dipecat. ”Saya pastikan oknum itu akan saya pecat sesuai dengan mekanismenya,” tegas Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Muhammad Iqbal.

Pemecatan akan melalui prosedur yang sudah ditetapkan. Menunggu putusan inkracht pengadilan terlebih dahulu. Selanjutnya, dilakukan sidang sanksi disiplin dan kode etik Polri sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri dan Peraturan Kapolri Nomor 43 Tahun 2004 tentang Tata Cara Penyelesaian Pelanggaran Disiplin bagi Anggota Polri.

Dalam pasal 13 PP Nomor 2 Tahun 2003 sudah diatur mekanismenya. Sanksi pemecatan terhadap anggota kepolisian akan ditentukan melalui sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri. Bripka MN menembak rekan seprofesinya dengan menggunakan senjata api laras panjang Sabhara Polri jenis SS-V2. Polisi yang bertugas di Polsek Wanasaba, Lombok Timur (Lotim), NTB, itu mendatangi rumah korban di kompleks Perumahan Griya Pesona Madani, Lotim, Senin (25/10).

Diduga, Bripka MN menembak mati Briptu Hairul Tamimi dipicu persoalan asmara. Korban diduga memiliki hubungan khusus dengan istri Bripka MN.

Berdasar hasil prarekonstruksi yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Lotim, Briptu HT ditembak setelah mandi. Dia ditembak di depan gerbang saat hendak membuka pintu gerbang rumah.

Baca Juga :  ANIES DISEMPROT! Denny Siregar: Terima Penghargaan Paling Depan, Diminta...

MN menempelkan senjata di pintu gerbang, lalu menembakkannya ke korban. Hasil otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal akibat luka tembak di bagian dada sebelah kanan.

Akibat perbuatannya, Bripka MN dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Ditreskrimum Polda NTB telah melakukan gelar perkara kasus penembakan Bripka MN terhadap Briptu HT. Direskrimum Polda NTB Kombespol Hari Brata mengatakan, dari gelar perkara itu, diketahui ada rencana Bripka MN untuk membunuh rekan seprofesinya. Mulai MN mengambil senjata SS-V2 di Mapolsek Wanasaba hingga pergi ke rumah Briptu Hairul Tamimi dengan membawa senjata.

”Kita gelar perkara untuk menentukan unsur pembunuhan berencana (pasal 340 KUHP),” ujarnya.

Berdasar hasil gelar perkara, unsur penerapan pasal 340 KUHP sudah cukup kuat. Sebab, dia dengan sengaja mengisi peluru tajam pada senjata yang dibawanya. ”Pelaku (Bripka MN) ini sudah mengetahui di magasin itu berisi peluru tajam,” jelasnya.

Padahal, jenis senjata itu mengandung dua model peluru. Yakni, peluru tajam dan karet. Tetapi, yang diambil berisi peluru tajam. ”Dari situ sudah muncul niat (ingin membunuh korban),” terang Hari. (jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/