alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Sebut Tak Maskapai yang Langgar Tarif Penerbangan, Kemenhub:Masih Sesuai Aturan

RADARPAPUA.ID–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan sanksi tegas bagi maskapai yang melanggar aturan terus penerbangan. Pernyataan tersebut terkait beredarnya berita mengenai harga tiket pesawat yang melonjak tinggi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan, pada periode angkutan lebaran tahun 2022, belum ada maskapai yang melanggar aturan tarif penerbangan yang ditetapkan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) untuk penerbangan reguler kelas ekonomi.

“Hingga saat ini, kami belum menemukan maskapai yang melanggar aturan tarif batas atas penerbangan seperti yang viral diberitakan. Masih sesuai aturan yang berlaku,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, dalam keterangannya, Sabtu (30/4).

Namun demikian, Novie mengatakan, pemerintah akan melakukan pengawasan dan memonitoring harga tiket yang dijual oleh maskapai. Jika ada yang melanggar, sanksi administratif sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27 Tahun 2021 secara tegas akan diberlakukan.

Terkait tarif tiket, Novie menjelaskan bahwa pemerintah sudah menetapkan aturan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019. Untuk Tarif Batas Atas (TBA) ditentukan oleh tarif jarak penerbangan dan Tarif Batas Bawah (TBB) ditentukan oleh 35 persen dari batas atas, dari masing-masing kelompok pelayanannya.

Baca Juga :  Kebijakan Mudik Dilonggarkan Lebaran Nanti? Ini Penjelasan Pemerintah

“Jadi, adanya berita harga tiket mahal, kemungkinan tiket tersebut adalah penerbangan tidak langsung (transit) atau tiket kelas bisnis. Karena, apabila tiket penerbangan reguler kelas ekonomi sudah habis, atau rute langsung (direct) tidak tersedia lagi, maka sistem OTA (Online Travel Agent) yang merupakan sistem otomatis dalam mencari tiket, akan terus mencari ketersediaan penerbangan sesuai yang dicari konsumen,” jelasnya.

Dalam hal perbedaan harga tiket jika transit, maka akan jauh lebih mahal daripada penerbangan direct, karena merupakan akumulasi tarif dari satu rute ke rute berikutnya.

Begitu juga dengan kelas bisnis. “Pemerintah hanya mengatur tarif rute direct atau langsung pesawat kelas ekonomi,” imbuhnya.

Untuk menghindari harga tiket yang tinggi, sebaiknya calon penumpang dapat membeli atau memesan tiket jauh dari hari keberangkatan, agar mendapatkan harga tiket yang hemat.

Calon penumpang juga bisa mencari informasi penawaran promosi dari maskapai penerbangan, agen perjalanan, layanan kartu kredit dan lain-lain, yang seringkali memberikan penawaran harga khusus untuk periode tertentu.

“Pilih waktu penerbangan yang tepat, mengingat harga pada saat peak season lebih mahal dibanding low season. Peak season adalah musim dimana banyak orang membeli tiket, biasanya terjadi menjelang liburan dan berlangsung hingga beberapa hari setelahnya,” pungkasnya.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan sanksi tegas bagi maskapai yang melanggar aturan terus penerbangan. Pernyataan tersebut terkait beredarnya berita mengenai harga tiket pesawat yang melonjak tinggi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan, pada periode angkutan lebaran tahun 2022, belum ada maskapai yang melanggar aturan tarif penerbangan yang ditetapkan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) untuk penerbangan reguler kelas ekonomi.

“Hingga saat ini, kami belum menemukan maskapai yang melanggar aturan tarif batas atas penerbangan seperti yang viral diberitakan. Masih sesuai aturan yang berlaku,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, dalam keterangannya, Sabtu (30/4).

Namun demikian, Novie mengatakan, pemerintah akan melakukan pengawasan dan memonitoring harga tiket yang dijual oleh maskapai. Jika ada yang melanggar, sanksi administratif sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27 Tahun 2021 secara tegas akan diberlakukan.

Terkait tarif tiket, Novie menjelaskan bahwa pemerintah sudah menetapkan aturan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019. Untuk Tarif Batas Atas (TBA) ditentukan oleh tarif jarak penerbangan dan Tarif Batas Bawah (TBB) ditentukan oleh 35 persen dari batas atas, dari masing-masing kelompok pelayanannya.

Baca Juga :  TENANG YAH! Yakin Jokowi Tetap Setia Pada Agenda Reformasi

“Jadi, adanya berita harga tiket mahal, kemungkinan tiket tersebut adalah penerbangan tidak langsung (transit) atau tiket kelas bisnis. Karena, apabila tiket penerbangan reguler kelas ekonomi sudah habis, atau rute langsung (direct) tidak tersedia lagi, maka sistem OTA (Online Travel Agent) yang merupakan sistem otomatis dalam mencari tiket, akan terus mencari ketersediaan penerbangan sesuai yang dicari konsumen,” jelasnya.

Dalam hal perbedaan harga tiket jika transit, maka akan jauh lebih mahal daripada penerbangan direct, karena merupakan akumulasi tarif dari satu rute ke rute berikutnya.

Begitu juga dengan kelas bisnis. “Pemerintah hanya mengatur tarif rute direct atau langsung pesawat kelas ekonomi,” imbuhnya.

Untuk menghindari harga tiket yang tinggi, sebaiknya calon penumpang dapat membeli atau memesan tiket jauh dari hari keberangkatan, agar mendapatkan harga tiket yang hemat.

Calon penumpang juga bisa mencari informasi penawaran promosi dari maskapai penerbangan, agen perjalanan, layanan kartu kredit dan lain-lain, yang seringkali memberikan penawaran harga khusus untuk periode tertentu.

“Pilih waktu penerbangan yang tepat, mengingat harga pada saat peak season lebih mahal dibanding low season. Peak season adalah musim dimana banyak orang membeli tiket, biasanya terjadi menjelang liburan dan berlangsung hingga beberapa hari setelahnya,” pungkasnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/